Sejumlah Pedagang di Surabaya keluhkan penurunan omzet akibat pembangunan saluran air

Surabaya | Suara.com

Rabu, 23 November 2022 | 09:57 WIB
Sejumlah Pedagang di Surabaya keluhkan penurunan omzet akibat pembangunan saluran air
Sejumlah Pedagang di Surabaya keluhkan penurunan omzet akibat pembangunan saluran air (jatim.antaranews.com)

Sejumlah warga mengaku telah dirugikan secara finansial karena menurunnya omzet dagangannya atas pembangunan saluran air di kawasan perkampungan Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Pengaruh banget ke omzet, tiga bulan ini pendapatan menurun," ujar Mina, penjual bubur bayi organik yang tiap hari berjualan di Jalan Karah Agung, Surabaya, Selasa.  

Menurut dia, sebelumnya sehari bisa Rp800 ribu pernah juga Rp1,4 juta, namun sekarang tinggal Rp500 ribu.

Hal sama juga dialami pedagang lainnya, Indah. Penjual Pecel ini mengaku dagangannya sepi akibat adanya pengerjaan saluran air yang tidak kunjung selesai. 

"Sepi, orang-orang gak mampir, harapannya pengerjaan saluran bisa cepat selesai, soalnya ini sudah lama," kata dia.

Selain itu, Heru penjual jajanan Pukis juga mengaku pendapatannya turun hingga 50 persen lebih. "Biasanya ramai, sekarang pembeli berkurang," ujarnya.

Adapun di beberapa warung semacam pujasera mengharuskan untuk tutup sementara waktu karena terhalang akses jalan untuk pembangunan. 

"Ini mangkrak gak selesai-selesai yang bikin kami jadi bingung, kalo panas debunya minta ampun, kalo hujan becek jalan berlubang," kata Jumai pedagang pujasera. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengaku telah mendapatkan keluhan dari warga  yang berjualan  di sepanjang Jalan Karah Agung.

Menurut dia, kondisi debu tebal dan berterbangan di tiga bulan belakangan sebab pengerjaan proyek drainase menjadi suasana yang dirasakan warga di daerah Karah.

Tampak beberapa alat berat, gundukan pasir, kemudian tumpukan beton-beton serta kerangka-kerangka besi menghiasi di sepanjang Jalan Karah Agung tersebut. Suasana tersebut, kata Reni, mengganggu warga, terlebih membuat mereka tidak nyaman ketika berjualan.  

Wakil rakyat itu menuturkan secara umum masyarakat khususnya para pelaku ekonomi itu mendukung pembangunan saluran untuk mengatasi banjir.

"Warga mendukung pembangunan, namun kami tidak bisa menyalahkan kalau warga kemudian merasa terganggu, terdampak baik secara finansial dirugikan," kata Reni. 

Namun, lanjut dia, pedagang-pedagang ini menyayangkan proses penyelesaian yang memakan waktu lama dan menimbulkan dampak terlebih komplain konsumen mereka.

Bahkan tidak sedikit yang tutup lapak karena sulit parkir bagi konsumen yang ingin membeli sebab keadaan pengerjaan yang tidak kunjung rampung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah Anak Prestasi, rumah kasih sayang untuk anak disabilitas Surabaya

Rumah Anak Prestasi, rumah kasih sayang untuk anak disabilitas Surabaya

| Rabu, 23 November 2022 | 09:51 WIB

Puluhan anak serahkan orang tuanya ke Panti Sosial Griya Werdha Surabaya

Puluhan anak serahkan orang tuanya ke Panti Sosial Griya Werdha Surabaya

| Rabu, 23 November 2022 | 09:46 WIB

Persebaya Surabaya Kedatangan Dua Pemain Luar Negeri, Ada Lulusan Terbaik Manchester United Soccer School

Persebaya Surabaya Kedatangan Dua Pemain Luar Negeri, Ada Lulusan Terbaik Manchester United Soccer School

| Rabu, 23 November 2022 | 05:49 WIB

Terkini

Viral Pasien Lansia Sesak Napas Tak Segera Ditangani, Petugas Klinik Asyik Main Gim

Viral Pasien Lansia Sesak Napas Tak Segera Ditangani, Petugas Klinik Asyik Main Gim

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 11:43 WIB

Chery Tiggo Cross CSH Terbakar Hebat di Tol Jagorawi, Sistem Keamanan Jadi Pertanyaan

Chery Tiggo Cross CSH Terbakar Hebat di Tol Jagorawi, Sistem Keamanan Jadi Pertanyaan

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 11:41 WIB

Daftar ASN yang Tidak Bisa WFH Tiap Hari Jumat, Ini Jabatan yang Dikecualikan Kemendagri

Daftar ASN yang Tidak Bisa WFH Tiap Hari Jumat, Ini Jabatan yang Dikecualikan Kemendagri

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 11:40 WIB

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:39 WIB

Patehan: Legasi Budaya Minum Teh Ala Raja di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Patehan: Legasi Budaya Minum Teh Ala Raja di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Jogja | Rabu, 01 April 2026 | 11:37 WIB

Debut Kolaborasi Anime, YENA Bawakan Lagu Ending Digimon Beatbreak

Debut Kolaborasi Anime, YENA Bawakan Lagu Ending Digimon Beatbreak

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 11:36 WIB

Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025

Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:35 WIB

'Saya Penguasa Citiis': Pria Arogan yang Viral di Tasikmalaya Akhirnya Tertunduk Lesu Minta Maaf

'Saya Penguasa Citiis': Pria Arogan yang Viral di Tasikmalaya Akhirnya Tertunduk Lesu Minta Maaf

Jabar | Rabu, 01 April 2026 | 11:34 WIB

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:31 WIB

Gizi untuk Anak, Limbah Jangan Merusak: Ultimatum DLH Sukabumi untuk Pengelola SPPG

Gizi untuk Anak, Limbah Jangan Merusak: Ultimatum DLH Sukabumi untuk Pengelola SPPG

Jabar | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB