Peneliti Amerika Yakin Covid-19 Bukan Berasal dari Pasar Wuhan

Liberty Jemadu

Minggu, 31 Mei 2020 | 07:15 WIB
Peneliti Amerika Yakin Covid-19 Bukan Berasal dari Pasar Wuhan
Pasar Wuhan. Pasar Huanan di Wuhan yang dituding sebagai tempat pertama kali ditemukannya virus corona jenis baru. (ANTARA/HO-yehuoqingnian/mii)

Suara.com - Kasus penularan virus corona baru Sars-Cov-2, yang memicu penyakit Covid-19, pada manusia tidak terjadi di pasar Wuhan demikian hasil studi para peneliti di Tiongkok yang diamini oleh ilmuwan di Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari The Wall Street Journal, para ilmuwan di Institut Virologi Wuhan menemukan bahwa tidak ada hewan yang dijual di pasar Huanan, Wuhan. Sebelumnya disebut-sebut bahwa Covid-19 bermula dari pasar tersebut.

Alih-alih, kata para peneliti, pasar Wuhan hanya menjadi tempat terjadinya superspreader event - ketika seorang pengidap menyebarkan Covid-19 ke banyak orang. Teori ini didukung oleh Colin Carson, pakar zoonotik dari Georgetown University, Washington, AS yang tak terlibat dalam studi tersebut.

"Saya belum melihat apa yang menurut saya, sebagai seorang peneliti yang mendalami penyakit zoonotik, membuat pasar ini menjadi tempat (perpindahan virus dari binatang ke manusia)," kata Carson kepada LiveScience.

Carson mengatakan agar virus bisa melompat ke manusia, maka binatang tempat dia hidup harus melakukan kontak dengan manusia. Ia juga mengingatkan bahwa biasanya sebelum virus menulari manusia, ia harus berpindah dari inangnya yang pertama ke binatang lain sebelum akhirnya ke manusia.

Faktanya, berdasarkan penelitian, genom Sars-Cov-2 sangat dekat dengan virus corona yang hidup di tubuh kelelawar tapal kuda yang hidup di China.
Hingga kini para ilmuwan masih mencari binatang perantara yang menghubungkan virus dari kelelawar tersebut ke manusia. Dalam kasus SARS pada 2002, virus corona Sars-Cov melompat dari kelelawar ke musang, sebelum menginfeksi manusia. SARS sendiri merebak dari sebuah pasar basah di Guandong, China.

Tapi dalam kasus Covid-19, para ilmuwan tidak menemukan virus Sars-Cov-2 pada binatang-binatang yang dijual di pasar Huanan, Wuhan. Dengan kata lain, tidak ada inang virus tersebut di pasar Wuhan.

"Tidak ada binatang di pasar itu yang positif terinfeksi. Jadi sejak Januari, belum ada kesimpulan yang pasti. Tetapi narasinya sudah berkembang," kata Carson.

Carson juga mengatakan bahwa para peneliti di Wuhan telah melakukan studi mereka dengan benar dan hati-hati, menerbitkan data mengikuti standar internasional yang bisa diperiksa oleh peneliti di seluruh dunia.

baca juga

Selain itu ia menambahkan bahwa butuh waktu lama untuk menemukan asal-muasa virus Sars-Cov-2. Ia mengingatkan bahwa dalam kasus SARS, baru pada 2017 atau sekitar 15 tahun setelah wabah merebak baru para ilmuwan bisa memastikan sumber virus tersebut.

"Kita belum memiliki datanya saat ini. Akan butuh waktu. Studi yang benar-benar memastikan asal-muasal SARS baru diterbitkan pada 2017," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru

Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:21 WIB

Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600

Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:12 WIB

Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo

Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:50 WIB

4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED

4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:15 WIB

Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna

Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:30 WIB

Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?

Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:19 WIB

Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi

Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:04 WIB

4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang

4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:52 WIB

2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik

2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:48 WIB

Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB

Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×