Aman Dimakan, Ilmuwan Buat Cokelat yang Berkilau

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Minggu, 31 Mei 2020 | 19:20 WIB
Aman Dimakan, Ilmuwan Buat Cokelat yang Berkilau
Cokelat mengkilap karya ilmuwan. (Press Release ETH Zurich)

Suara.com - Sesuatu yang berkilauan dan bercahaya biasanya dapat menarik perhatian seseorang. Peneliti dan juga pendiri perusahaan keamanan internet memukau warganet dengan menunjukkan hasil akhir mengenai cokelat yang bisa berkilau.

Cokelat tersebut menampakkan efek yang dinamakan sebagai Iridescence atau sering dikenal sebagai goniochromism.

Iridescence merupakan sebuah fenomena di mana permukaan tertentu secara bertahap berubah warna ketika sudut pandang atau sudut iluminasi berubah.

Keberadaan cokelat berkilau ini bermula dari peneliti asal Universitas Teknik Konfederasi Zürich (ETH Zürich) yang bereskperimen pada cokelat berkilau.

Pada akhir Desember 2019, peneliti dari ETH Zurich, Swiss berhasil menciptakan kubus cokelat berkilau yang menampakkan efek pelangi.

Cara membuat cokelat agar berkilau viral di Twitter. (Twitter/ @samykamkar)
Cara membuat cokelat agar berkilau viral di Twitter. (Twitter/ @samykamkar)

Output yang sama dilakukan oleh Samy Kamkar, pendiri perusahaan keamanan internet Openpath.

Samy Kamkar bahkan mengunggah cara yang diklaim "lebih mudah" melalui Twitter.

Postingan yang dibagikan viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 9.500 Retweet dan 50 ribu Like.

"Siapa pun bisa melakukan ini di rumah. Tidak ada lapisan khusus. Tidak ada bahan khusus. Ini adalah tekstur permukaan dari cokelat itu sendiri yang memproduksinya," kata Samy Kamkar kepada New York Post.

baca juga

Langkah pertama yang dilakukan Kamkar adalah mendidihkan cokelat.

Dengan melelehkan dan mendinginkan cokelat, kristalnya dapat memecah dan kemudian membentuk kembali menjadi struktur yang mengoptimalkan kehalusan dan kemilau.

Kemudian Kamkar menempatkan cokelat di ruang hampa udara untuk menghentikan pembentukan gelembung udara (meskipun ia menjelaskan bahwa ini mungkin bukan langkah yang harus diperlukan).

Sejauh ini, tidak ada pelangi, tetapi di sinilah fisika masuk.

Kamkar memotong dengan laser sebuah cetakan jamur 3D dengan pola gelombang gigi gergaji mikroskopis.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ular Berbisa Punya Kulit Berpola Zig-Zag, Ternyata Ini Fungsinya

Ular Berbisa Punya Kulit Berpola Zig-Zag, Ternyata Ini Fungsinya

Tekno | Rabu, 27 Mei 2020 | 15:45 WIB

Kabar Baik, Pasien Virus Corona Berhenti Jadi Infeksius setelah 11 Hari

Kabar Baik, Pasien Virus Corona Berhenti Jadi Infeksius setelah 11 Hari

Tekno | Selasa, 26 Mei 2020 | 07:30 WIB

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029

Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:34 WIB

Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi

Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:33 WIB

5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari

5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:31 WIB

Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda

Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:30 WIB

Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna

Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:30 WIB

Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan

Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:30 WIB

Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?

Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:28 WIB

6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli

6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:26 WIB

Imigrasi Sumut Jalin Sinergi dengan Pemkab Batubara untuk Hadirkan Layanan Keimigrasian

Imigrasi Sumut Jalin Sinergi dengan Pemkab Batubara untuk Hadirkan Layanan Keimigrasian

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:24 WIB

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:23 WIB

×