Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Dythia Novianty

Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:30 WIB
Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Suara.com - Gagasan bahwa membiarkan virus bersirkulasi, pada akhirnya akan menuai manfaat telah dipuji oleh mereka yang menentang lockdown. Tetapi Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa kekebalan kawanan (herd immunity) dicapai dengan melindungi orang dari virus, bukan dengan memaparkan mereka padanya.

"Dalam sejarah kesehatan masyarakat, herd immunity tidak pernah digunakan sebagai strategi untuk menanggapi wabah," kata Tedros dilansir laman Daily Mail, Rabu (14/10/2020).

Dia menambahkan bahwa beberapa penyakit seperti campak membutuhkan sebanyak 95 persen orang untuk dilindungi herd immunity berkembang, sedangkan WHO memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen populasi dunia memiliki kekebalan terhadap Covid-19.

Namun, WHO juga menyuarakan skeptisisme atas lockdown, menyerukan 'jalan tengah' antara lockdown dan penyebaran penyakit yang tidak terbatas.

Ilustrasi lockdown. (Shutterstock)
Ilustrasi lockdown. (Shutterstock)

"Kami di Organisasi Kesehatan Dunia tidak menganjurkan lockdown sebagai cara utama pengendalian virus ini," kata Dr David Nabarro, utusan khusus WHO untuk Covid-19, minggu lalu.

Dr Nabarro mengatakan dalam artikel berjudul 'Refleksi Tentang Jalan Tengah' bahwa lockdown hanya membekukan virus di tempatnya, tidak mengarah pada eliminasi.

"Dari waktu ke waktu akan diperlukan secara singkat untuk membatasi pergerakan secara lokal untuk memungkinkan pemberantasan wabah," katanya.

Namun, dia menambahkan bahwa membangun kapasitas kesehatan masyarakat tidak sama dengan menerapkan lockdown. Ini tentang membangun kemampuan layanan kesehatan masyarakat untuk menghentikan penularan di daerah.

Herd immunity tercapai jika begitu banyak orang yang kebal sehingga virus tidak akan menyebar ke seluruh populasi, bahkan melindungi mereka yang masih rentan.

baca juga

"Membiarkan virus berbahaya yang tidak sepenuhnya kami pahami untuk kabur sama sekali tidak etis," katanya.

WHO memperkirakan kurang dari 10 persen populasi memiliki kekebalan terhadap virus corona, yang berarti sebagian besar dunia tetap rentan.

Sekelompok peneliti yang mengamati angka-angka Eropa mengatakan pada Juni bahwa belum ada negara yang melihat tingkat infeksi yang cukup untuk mencegah gelombang kedua penularan.

Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Oleh karena itu, menurut mereka bahwa argumen herd immunity bertentangan dengan data kematian dan angka penyebaran penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Ketua IDI Bali, Unggahan Jerinx SID Lemahkan Semangat Nakes

Klaim Ketua IDI Bali, Unggahan Jerinx SID Lemahkan Semangat Nakes

Bali | Selasa, 13 Oktober 2020 | 15:10 WIB

Jerinx ke Ketua IDI Bali: Apakah Saya Orang Jahat dan Pantas Dipenjarakan?

Jerinx ke Ketua IDI Bali: Apakah Saya Orang Jahat dan Pantas Dipenjarakan?

Bali | Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:37 WIB

Media Dilarang Meliput Sidang Offline Jerinx SID, Ini Kata Pihak Pengadilan

Media Dilarang Meliput Sidang Offline Jerinx SID, Ini Kata Pihak Pengadilan

Bali | Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:09 WIB

WHO: Strategi Herd Iimunity untuk Atasi Pandemi Covid-19 Itu Tidak Etis

WHO: Strategi Herd Iimunity untuk Atasi Pandemi Covid-19 Itu Tidak Etis

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:47 WIB

WHO Tetiba Kecam Lockdown, Donald Trump: Mereka Akui Saya Benar!

WHO Tetiba Kecam Lockdown, Donald Trump: Mereka Akui Saya Benar!

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:05 WIB

Epidemiolog Sebut Kebijakan Isi Buku Tamu Anies Tak Efektif Cegah Corona

Epidemiolog Sebut Kebijakan Isi Buku Tamu Anies Tak Efektif Cegah Corona

News | Senin, 12 Oktober 2020 | 16:14 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×