suara mereka

Tetap Aman dari Phishing selama Ramadhan, Ini Cara Menghindari Jebakan Promo Online

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 30 Maret 2022 | 07:35 WIB
Tetap Aman dari Phishing selama Ramadhan, Ini Cara Menghindari Jebakan Promo Online
Ilustrasi Phishing. [Freepik]

Suara.com - Analisis terbaru Kaspersky untuk 2021 menunjukkan, sistem anti-phishingnya berhasil memblokir sebanyak 253,365,212 tautan phishing secara global.

Secara total, 8,20 persen pengguna Kaspersky di berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia telah menghadapi setidaknya satu serangan phishing tahun lalu.

Di Asia Tenggara, Filipina mencatat angka tertinggi terkait pengguna yang terkena upaya phishing pada
2021 dengan 9,90 persen, diikuti oleh Malaysia (8,49 persen, dan Thailand (7,93 persen).

Indonesia mencatat 7,70 persen, sementara Vietnam mencatat 7,45% pengguna. Singapura (3,30 persen) memiliki persentase angka pengguna terendah yang terkena jenis ancaman ini.

Tahun lalu, Indonesia mengalami penurunan pangsa pengguna yang terkena upaya serangan sebesar
3,9 persen, dibandingkan dengan 11,60 persen pada 2020.

“Jumlah serangan phishing yang menurun tidak berarti data dan keuangan online kita lebih aman. Tahun lalu, kami telah mengamati penurunan di berbagai jenis ancaman seperti malware seluler dan phishing," ujar kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Perusahaan paling sering diimitasi hacker. [Kaspersky]
Perusahaan paling sering diimitasi hacker. [Kaspersky]

Menurutnya, ini karena "spray and pray" atau Teknik penyebaran random bukan lagi metode yang disukai para penjahat dunia maya.

"Data kami menunjukkan bahwa mereka sekarang memilih pendekatan yang lebih bertarget, menyelaraskan serangan dengan tren dan hari besar lokal terkini," terang dia melalui keterangan resminya, Rabu (30/3/2022).

Misalnya, membuat email phishing atau situs web palsu yang dipersonalisasi, dan mengirimkannya ke target yang diinginkan.

Baca Juga: Waspada Phising di Tengah Ramadhan

Permintaan belanja online masih tetap tinggi di 2021. Hal ini sejalan dengan tren phishing.

Analisis Kaspersky mengungkapkan halaman phishing paling sering dirancang untuk meniru toko online
(17,61 persen).

Diikuti oleh portal Internet global (17,27 persen) di tempat kedua. Sistem pembayaran (13,11 persen) naik ke posisi ketiga, naik 4,7 persen dibandingkan 2020 menyalip perbankan (11,11 persen).

Ilustrasi phising. [Shutterstock]
Ilustrasi phising. [Shutterstock]

Belanja online dan pembayaran elektronik adalah bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan
untuk banyak masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terutama terhadap pengumuman penjualan dan penawaran menarik yang disampaikan melalui email, pesan teks, postingan media sosial, atau bahkan telepon," terang Yeo Siang Tiong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI