Suara.com - Pekerja Gen Z, Leonardo Olefins, menggugat Undang-Undang Tapera ke Mahkamah Konstitusi karena keberatan dengan kewajiban iuran yang diatur di dalam UU tersebut.
Gugatan ini dia layangkan bersama temannya, seorang penjual es teh bernama Ricky Donny Lamhot Marpaung. "Saya masih fresh graduate dan baru meniti karier. Tapera ini cuma jadi beban finansial. Sudah dipotong pajak penghasilan, BPJS Kesehatan, potongan lain-lain, sekarang ada Tapera... gaji saya pasti berkurang banget," kata Leonardo. Leo ingin frasa "wajib" di UU Tapera dihilangkan. Jadi, sifatnya sukarela. "Bagi yang mau aja, gitu lho," kata Leonardo.
Kamu setuju enggak dengan argumen Leonardo?