KH Agus Muadzin, Pengasuh Ponpes Nurul Ulum yang Siap Serba "New Normal"

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Senin, 13 Juli 2020 | 13:58 WIB
KH Agus Muadzin, Pengasuh Ponpes Nurul Ulum yang Siap Serba "New Normal"
KH Agus Muadzin, Pengasuh Ponpes Nurul Ulum. [Suara.com / Farian]

Suara.com - Konsep new normal yang sudah berjalan di berbagai daerah juga diikuti oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ulum Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Berlokasi di Kelurahan Kedung Bunder, Kecamatan Sutojayan, ponpes dipimpin oleh KH Agus Muadzin itu sejak jauh hari sudah mulai menyiapkan pelbagai persiapan demi menyambut para santri yang segera kembali mondok.

Persiapan menyambut para santri di ponpes berwarna hijau ini cukup total. Pihak ponpes bahkan harus mengubah hingga membangun gedung baru untuk menampung para santri di periode new normal ini. Mekanisme pembelajaran dan ibadah serta mengaji juga disiapkan untuk berubah, terutama dari segi jarak, termasuk tata cara makan.

Ketika mendatangi pondok bulan lalu, wartawan Suara.com juga harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan. Masuk ke dalam lingkungan pondok pun terlihat aktivitas pembangunan di sana-sini. Gedung baru, juga alat cuci tangan dan tempat hand sanitizer, dibangun oleh pihak pondok di depan tiap ruang kelas dan tempat istirahat, termasuk bilik antiseptik yang juga dibangun di pintu gerbang.

Di mushola juga terlihat lakban yang disilangi bagian lantainya. Lakban silang ini juga meluber hingga keluar mushola, bahkan sampai di depan beberapa ruang kelas. Ini sebagai pembatas jarak antara para santri saat sholat maupun mengaji.

Lantas, bagaimana lagi pondok ini menyiapkan diri untuk menyesuaikan pembelajaran dengan periode new normal? Berikut petikan wawancara Suara.com belum lama ini dengan KH Agus Muadzin, pengasuh Ponpes Nurul Ulum:

Bagaimana persiapan pondok (Ponpes Nurul Ulum) menghadapi new normal dan kedatangan para santri?

Begini, dengan ditunjuknya pondok ini jadi "pesantren tangguh Semeru" begitu, tentunya ini sama dengan program daripada pondok yang memang sejak awal menyiapkan bagaimana kedatangan anak-anak (santri) nanti didatangkan ke pondok kita ini. Ada yang sifatnya "sarpras". Sifatnya "sarpras" yang bagaimana? Satu, anak yang kita datangkan itu kan nanti ada yang namanya isolasi mandiri dulu di rumah selama empat belas hari. Lha, ada yang harus ditulis. Ada yang namanya surat pernyataan bahwa dia (santri) isolasi mandiri, ditandatangani oleh santri dan diketahui oleh wali santri dan Pak RT. Karena yang tahu RT, pejabat paling bawah ini.

Ketika sudah isolasi mandiri, mereka sehat, kita datangkan ke pondok. Jadi yang datang ke pondok ini yang sehat-sehat semuanya. Yang sakit, yang pilek, batuk, ndak boleh. Apakah full selama satu bulan? Tidak. Kita coba dua puluh hari. Karena apa? Kita harus memahamkan pada anak posisi Covid-19, pandemi Covid-19 ini.

Ini kaitannya dengan sosialisasi penggunaan masker, kemudian sering cuci tangan yang sudah kita beri di mana-mana. Kemudian ada tempat sabun dan cuci tangan. Kemudian di depan asrama semuanya ada tempat cuci. Kemudian di depan kelas semuanya ada tempat cuci yang hari ini sedang kita siapkan. Kemudian tidurnya santri kita pecah di berbagai tempat sehingga tidak ada perkumpulan massa. Anak yang dulu makan berjamaah sama teman-temannya, kini harus bawa sendok sendiri, kemudian tempat minum sendiri, kemudian tempat makan sendiri. Jadi kita sudah ndak boleh lagi (santri berkerumun).

Sambut New Normal Ponpes Nurul Ulum Lakukan perbaikan sarana untuk mendukung pembelajaran sesuai dengan protokol Covid-19. [Suara.com/Farian]
Sambut New Normal, Ponpes Nurul Ulum lakukan perbaikan sarana untuk mendukung pembelajaran sesuai dengan protokol Covid-19. [Suara.com/Farian]

Kalau tempat tidur dipecah, berarti harus ada tempat baru?

Kalau biasanya tidur kan di asrama, di mushola, sehingga kelas yang kosong-kosong itu tadi, kan malam itu kan kosong. Itu digunakan untuk tempat tidur. Supaya apa? Supaya tidak terjadi penumpukan-penumpukan seperti ini.

Kalau jarak tidurnya?

Tetap satu meteran nanti tidurnya. Kan mereka sudah punya kasur-kasur, sudah ada di sini. Nanti bisa dilihat kasurnya anak-anak. Jadi sudah punya kasur yang bisa dibawa ke mana-mana. Kasur plus bantal, jadi lebih enak.

Kalau dari segi pembelajaran, ada yang berbeda?

Kalau segi pengajaran, sudah kita siapkan sejak awal sebelum Covid-19, sudah siapkan kurikulum baru. Jadi ternyata sama. Sehingga yang dulu satu jam itu 45 menit, sekarang 30 menit. Yang dulu istirahat seperempat (jam), sekarang istirahat setengah jam.

Pengaturan waktu itu untuk apa?

Sambil istirahat, makan, jajan, sambil berjemur. Yang dulu ba'da Subuh anak-anak dulu langsung mengaji, sekarang masih pandemi Covid-19, anak-anak setelah Subuh olahraga semuanya.

Soal makanan?

Makanan-makanan yang menjadikan penurunan imunitas tubuh juga kita hilangkan. Tidak ada es, tidak ada makanan dingin. Tidak ada makanan-makanan yang mengandung micin dan sebagainya, tidak ada lagi. Ciki-ciki cs itu sudah ndak ada lagi.

Bagaimana pondok menyiapkan makanan sehat?

Jadi begini, masyarakat yang bikin jajan ada 24 orang. Si A jajannya ini, si B jajannya ini. Dan mereka itu punya MoU dengan pondok. Punya MoU, jadi tidak ada campuran apa pun, dan ditandatangani bermaterai. Kita punya seperti itu.

Berarti sudah terkonsep dengan baik?

Ya, sudah sejak beberapa waktu lalu. Anak ndak boleh jajan di luar pondok, karena tidak jelas. Jadi sampai kita menata yang seperti itu.

Dari sisi pengeluaran berarti ada tambahan? Bagaimana pondok mensiasati itu?

Selama pondok masih bisa untuk menutupi kekurangan, pondok akan tetep jalan. Ketika nanti pondok barangkali ada kekurangan, kita melibatkan wali santri, gitu. Wali santri biar paham. Memang anak nanti sebelum masuk, (itu) wali santri kita undang. Walaupun hanya 50 (orang) selama dua hari karena penumpukan massa itu, tetapi harus dipahamkan wali santri, bahwa nuansa seperti ini, nanti cara kita ngolah seperti ini, biar nggak rancu. Wali santri itu yakin gitu lho, bahwa pondok ini siap (hadapi Covid-19). Anaknya di pondok, nanti ketika anak-anak sudah masuk, guru-guru ketika keluar-masuk pondok harus melewati bilik disinfektan. Ada nanti, di situ ada. Jadi memang kita siapkan secara profesional.

Staf pengurus dan pengajar Ponpes Nurul Ulum Blitar. [Suara.com/Farian]
Staf pengurus dan pengajar Ponpes Nurul Ulum Blitar. [Suara.com/Farian]

Lalu bagaimana pengaturan atau proses santri masuk ke pondok?

Jadi, kelas 8 dan 9 itu masuk dulu, karena ini sudah terbiasa. Karena (mereka) ini sudah mengerti pondok. Setelah ini nanti pulang, maka kelas satu yang baru masuk. Jadi kelas yang kelas satu ini butuh sosialisasi yang luar biasa, karena barusan SD, barusan MI. Jadi cara mereka hidup di pondok belum paham. Mereka masih pada situasi yang baru, apalagi dalam kondisi situasi pandemi Covid-19. Mengingatkan anak pakai masker luar biasa (sulit), membudayakan PHBS masih butuh penanganan yang luar biasa. Jadi di pondok ini ada yang namanya murokhib. Murokhib itu pendamping. Santri ini didampingi oleh murokhib, pendamping ini. Lha mereka itu yang mengingatkan. Satu kamar satu pendamping. Sehingga bagaimana mereka bermasker, bagaimana mereka cara mandi, bagaimana cara mereka makan, itu nanti akan dikawal oleh ini (murokhib).

Santri dari luar daerah kan banyak, bagaimana pondok melindungi uztadz/uztadzah? Apakah nanti pondok menyiapkan APD untuk uztadz/uztadzah dalam mengajar?

Kalau uztadz mengajar seperti ini, guru sudah kita beri jarak. Satu meteran sudah. Kemudian di samping itu, ya itu tadi. Ketika keluar-masuk pondok melewati bilik itu tadi. Mereka yang sakit pilek ndak boleh ngajar. Itu lho. Pokoknya yang tubuhnya itu tidak fit, ndak boleh ngajar. Cukup ada tugas yang nanti dilanjutkan oleh teman-teman (sesama uztadz/uztadzah) yang sehat itu tadi.

Pondok dikenal sebagai tempat untuk melatih kebersamaan, seperti dulu ada makan bersama. Artinya, kini nilai kebersamaan yang dulu sering ditanamkan akan berubah?

Sementara waktu karena dalam kondisi ini, pandemi Covid-19 ini, sementara waktu ndak usah seperti itu (makan bersama satu piring). Yang dulu biasa jabat tangan, sekarang jangan jabat tangan, karena statusnya darurat seperti ini. Dan mudah-mudahan seluruh lembaga, seluruh masyarakat, seluruh elemen menyadari seperti ini. Harapan kita, secepatnya menjadi zona hijau, gitu lho. Ketika zona hijau, kan selesai semuanya. Dan ini harus ditangani bersama-sama, makanya ada gerakan kenyeh (cerewet) bersama-sama, (artinya) mengingatkan.

Saksikan juga videonya di sini!

Kontributor : Farian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran

Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:35 WIB

Pertaruhan 2029: Sanggupkah Makan Gratis Prabowo Menahan Laju Korupsi?

Pertaruhan 2029: Sanggupkah Makan Gratis Prabowo Menahan Laju Korupsi?

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 14:55 WIB

Antara Meja Perundingan dan Genosida: Menanti Bukti Nyata Diplomasi Prabowo

Antara Meja Perundingan dan Genosida: Menanti Bukti Nyata Diplomasi Prabowo

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 11:10 WIB

Review Hambalang 6,5 Jam: Ketika Najwa Shihab dan Chatib Basri Diskusi Maraton Bareng Presiden

Review Hambalang 6,5 Jam: Ketika Najwa Shihab dan Chatib Basri Diskusi Maraton Bareng Presiden

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 09:54 WIB

Dentuman Misterius di Mushala Blitar, Dua Pemuda Terluka Parah Diduga Akibat Ledakan Mercon

Dentuman Misterius di Mushala Blitar, Dua Pemuda Terluka Parah Diduga Akibat Ledakan Mercon

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:42 WIB

Trip Singkat 4 Jam di Blitar: Dari Rumah Masa Kecil Bung Karno Sampai "Umrah" Singkat

Trip Singkat 4 Jam di Blitar: Dari Rumah Masa Kecil Bung Karno Sampai "Umrah" Singkat

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:55 WIB

Bahlil: Pemerintah Dukung Penuh Pesantren, Salah Satunya Lewat MBG dan Beasiswa LPDP

Bahlil: Pemerintah Dukung Penuh Pesantren, Salah Satunya Lewat MBG dan Beasiswa LPDP

News | Senin, 09 Maret 2026 | 11:45 WIB

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia

Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:15 WIB

5 Rahasia Lolos Wawancara Kerja ke Jepang Biar Nggak Grogi

5 Rahasia Lolos Wawancara Kerja ke Jepang Biar Nggak Grogi

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

wawancara | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:29 WIB

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

wawancara | Selasa, 06 Januari 2026 | 21:31 WIB

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

wawancara | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:43 WIB

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

wawancara | Jum'at, 14 November 2025 | 21:09 WIB

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

wawancara | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

wawancara | Senin, 29 September 2025 | 14:21 WIB

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

wawancara | Rabu, 10 September 2025 | 20:23 WIB

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

wawancara | Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:36 WIB

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

wawancara | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:04 WIB