Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi: Bimbing Umat, Ulama Tak Bisa Jalan Sendiri

Andi Ahmad S | Suara.com

Sabtu, 08 Mei 2021 | 13:26 WIB
Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi: Bimbing Umat, Ulama Tak Bisa Jalan Sendiri
Ilustrasi wawancara. Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi. [Foto: Dok. pribadi / Olah gambar: Suara.com]

Suara.com - Sosok Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi, merupakan seorang tokoh agama yang masih muda dari wilayah Bogor, Jawa Barat. Namun meski usianya terbilang muda, dedikasinya terhadap persoalan keagamaan dan kebangsaan boleh dibilang nomor wahid, khususnya di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor.

Habib Nabil sendiri lahir pada 6 Mei 1989, di Surabaya, kecil di Jakarta dan besar di Bogor. Dia merupakan putra dari pasangan Habib Rido dan Syarifah Aminah.

Tidak hanya keagamaan, Habib Nabil juga dikenal sebagai orang yang dekat dan mengayomi masyarakat, mulai dari kalangan muda hingga tua.

Baru-baru ini, SuaraBogor.id berkesempatan berkunjung ke kediaman Habib Nabil yang juga adalah pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah yang berlokasi di Ciawi, Bogor tersebut. Berikut petikan wawancara khusus dengannya.

Bagaimana perjalanan Majelis Burdah Miftahussalamah?

Dari zaman dulu sudah ada dari nenek. Burdah Miftahussalamah sudah ada di Jakarta tahun 80-90-an. Namun, nenek sudah meninggal dan pindah ke Bogor, kemudian dilanjutkan kembali.

Lambat laun kita berguru, tahun 2012 mengusulkan habib sendiri untuk memimpin Majelis Burdah Miftahussalamah. Saya ini merupakan tiga bersaudara, merupakan anak pertama.

Tanggapannya terkait kasus penistaan agama yang belum lama ini dilakukan Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26?

Yang jelas kita harus bertindak jika ada bahasa-bahasa dari orang seperti itu, yang bisa merusak kondusifitas, apalagi antar agama. Memang harusnya disikapi dengan cepat oleh pemerintah, siapa pun orangnya, ketika itu menistakan harus segera ditindak.

Jozeph Paul Zhang ini kan mungkin seperti orang gila yang ingin membuat satu kerusuhan antara umat beragama. Jangan melawan orang gila dengan 'kegilaan', tetapi dengan tindakan.

Imbauan kepada masyarakat terkait kegaduhan Jozeph Paul Zhang?

Ya, kita serahkan kepada pemerintah, karena negara ini kan negara hukum. Maka kita kembalikan lagi kepada institusi Polri, supaya cepat menindak agar hal-hal ini tidak kembali terjadi.

Karena (ini) sudah banyak dan membuat suatu tumpukan amarah yang ditakutkan meledak. Kita inginkan agar Polri bisa menangani dengan cepat kasus-kasus seperti ini.

Mengenai Majelis Burdah Miftahussalamah sendiri, saat ini sudah ada di mana saja?

Majelis Burdah Miftahussalamah (lokasinya) ada tiga, (yaitu) Bogor, Jakarta, Kalimantan Selatan. Seluruh daerah, khususnya di Jawa Barat, itu ada anggotanya.

Jumlah jamaah Majelis Burdah Miftahussalamah saat ini?

Majelis Burdah Miftahussalamah jamaah tetapnya sampai 12 ribu. Panitianya ada sekitar 2.700 orang. Majelis Burdar berdiri tahun 2012. Jamaahnya (itu berasal) dari semua kalangan, dari pelajar, TNI dan Polri, serta masyarakat sipil.

Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi. [Dok. pribadi]
Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi. [Dok. pribadi]

Terkait maraknya sekarang pergaulan bebas, apa tanggapannya?

Nah. Dibuatnya satu majelis ini (kan) merupakan tujuan untuk menghilangkan hal yang tidak baik, menjadikan (semacam) benteng. Kami tentu (selaku) ulama tidak bisa berjalan sendiri, dan ini harus dibarengi dengan umaroh juga tentunya. Kita ajak mereka untuk mencintai majelis. Ketika sudah mencintai, tentu akan menghilangkan hal negatif.

Bagaimana dengan beberapa aksi terorisme di Indonesia yang kembali banyak diberitakan muncul belakangan ini?

Saya mengecam keras aksi terorisme, yang dilakukan (oleh) siapa pun itu. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam ini tujuannya untuk menjaga kedamaian, bukan meneror orang lain.

Terkait aktivitas selama bulan Ramadhan?

Pastinya (harus) diisi dengan kegiatan agamis. Hanya saja terbatas karena pandemi, yang biasanya ramai sekarang menjadi lebih kecil lah.

Nah, ini di pengujung Ramadhan, kan ada malam Lailatul Qadar. Bisa dijelaskan dan disampaikan sedikit di sini, apa sih keistimewaan malam Lailatul Qadar itu?

Malam Lailatul Qadar adalah malam seribu bulan. Di mana malam tersebut dikatakan (sebagai) malam turunnya Al Quran.

Malam Lailatul Qadar ini adalah (juga saat) ditentukannya takdir manusia; rezeki, ajal, dan kejadian-kejadian di dalam hidupnya.

Malam Laitalul Qadar adalah malam (ketika) penghuni langit turun ke bumi untuk bersalaman dengan mereka, yang di antara mereka ada Rasullah SAW, para sahabat, serta para malaikatnya.

Makanya, malam Lailatul Qadar adalah malam yang dikhususkan untuk umatnya Nabi Muhammad SAW. Biasanya malam Lailatul Qadar ini jatuh di malam-malam ganjil.

Masyarakat ketika di malam Lailatul Qadar harus menghidupkan malam tersebut dengan beribadah kepada Alllah SWT. Bertawaju kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah mereka di malam Lailatul Qadar.

Nah, perbanyak ibadah ini sudah dilakukan sejak awal bulan Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Ibadah lebih diperbanyak dari bulan-bulan sebelumnya. Tadarus, berdzikir, menghidupkan malam dengan salat tasbih sehingga mereka menjadi manusia terpilih dan mendapat malam Lailatul Qadar.

Ramadhan tahun ini atau pun di tahun sebelumnya, pahalanya tidak akan berubah. Keutamaannya pun tidak akan berubah. Pahala-pahalanya tidak juga berubah.

Begitu juga malaikat yang menghitungnya, pun tidak akan mengurangi. Oleh sebab itu, nilai ibadahnya akan tetap sama dibanding dengan sebelum pandemi.

Dan kalaupun ditanya apa yang harus dilakukan saat bulan Ramadhan, maka perbanyaklah ibadah karena Allah SWT menjanjikan pahalanya akan berkali-kali lipat.

Apa pun yang sunah, dihitungnya menjadi wajib di bulan Ramadhan. Pahala sunah dia dapat (sebagai) pahala wajib. Apalagi pahala yang wajib tadi, maka akan lebih banyak lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

John Herdman Geram Ramadhan Sananta Dihujat, Samakan Eks PSM dengan Giroud

John Herdman Geram Ramadhan Sananta Dihujat, Samakan Eks PSM dengan Giroud

Bola | Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB

Ramadhan Sananta Dihujat Netizen, John Herdman Justru Samakan dengan Olivier Giroud

Ramadhan Sananta Dihujat Netizen, John Herdman Justru Samakan dengan Olivier Giroud

Bola | Senin, 30 Maret 2026 | 10:48 WIB

Niat Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis dan Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Niat Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis dan Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:35 WIB

Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk

Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk

Entertainment | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:15 WIB

Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan

Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan

Foto | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:00 WIB

Benarkah Malam ke-27 Ramadan adalah Malam Lailatul Qadar? Simak Tanda-tandanya

Benarkah Malam ke-27 Ramadan adalah Malam Lailatul Qadar? Simak Tanda-tandanya

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 17:20 WIB

Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi

Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi

Video | Senin, 16 Maret 2026 | 13:00 WIB

Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman

Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman

Bola | Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:40 WIB

11 Jam Live TikTok di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

11 Jam Live TikTok di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:44 WIB

Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain

Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

wawancara | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:29 WIB

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

wawancara | Selasa, 06 Januari 2026 | 21:31 WIB

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

wawancara | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:43 WIB

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

wawancara | Jum'at, 14 November 2025 | 21:09 WIB

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

wawancara | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

wawancara | Senin, 29 September 2025 | 14:21 WIB

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

wawancara | Rabu, 10 September 2025 | 20:23 WIB

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

wawancara | Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:36 WIB

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

wawancara | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:04 WIB