Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Indonesia Tak Lagi Masuk Kelompok Fragile Five

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 02 April 2014 | 19:04 WIB
Indonesia Tak Lagi Masuk Kelompok Fragile Five
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Perekonomian Indonesia yang tetap tumbuh sebesar 5,8 persen pada tahun lalu serta inflasi yang di bawah 10 persen membuat Indonesia tidak lagi masuk dalam kelompok lima negara dengan perekonomian rentan alias fragile five.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, Majalah The Economist menilai, prestasi yang diraih pada tahun lalu membuat Indonesia sudah layak keluar dari kelompok The Fragile Five.

"Dalam terbitan pada 22 Februari lalu, majalah the economist pun memandang Indonesia sudah pantas keluar dari the fragile five ; “the combination of higher rates and a cheaper currency nurtured a rebalancing. Indonesia no longer looks so fragile (Kombinasi suku bunga tinggi dan nilai mata uang yang menguat membuat keseimbangan. Indonesia tidak lagi terlihat rapuh-red),” kata Agus saat memberikan kata sambutan dalam peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia 2013 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Lima negara yang masuk dalam kelompok Fragile Five adalah Indonesia, Afrika Selatan, Turki, India dan Brasil. Indikator negara yang masuk dalam kelompok tersebut adalah inflasi yang tinggi dan defisit neraca perdagangan yang besar.

Tahun lalu, inflasi Indonesia sebesar 8,8 persen dan defisit neraca perdagangan sebesar 3,8 persen dari Produk Domestik Bruto. Sebelumnya, defisit neraca perdagangan sempat mencapai titik tertinggi pada kuartal kedua 2013 yaitu 4,4 persen dari Produk Domestik Bruto.

Dengan pencapaian itu, kata Agus, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi 2014 akan dapat terjaga pada kisaran 5,5%-5,9% disertai sumber pertumbuhan yang lebih seimbang. Di sisi lain, inflasi diprakirakan akan dapat terkendali pada kisaran targetnya 4,5%±1% dan defisit transaksi berjalan diprakirakan dapat turun dibawah 3% terhadap PDB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Bisa Terhindar dari Middle Income Trap

Indonesia Bisa Terhindar dari Middle Income Trap

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 15:34 WIB

Bank Indonesia: Perekonomian Indonesia Mulai Menguat

Bank Indonesia: Perekonomian Indonesia Mulai Menguat

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 14:27 WIB

SBY: Jumlah Kelas Menengah Tembus 135 Juta pada 2030

SBY: Jumlah Kelas Menengah Tembus 135 Juta pada 2030

Bisnis | Jum'at, 28 Maret 2014 | 06:24 WIB

Indonesia Mampu Bertahan Menghadapi Krisis Keuangan Asia

Indonesia Mampu Bertahan Menghadapi Krisis Keuangan Asia

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2014 | 08:48 WIB

Terkini

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB