Suara.com - Sebanyak dua perusahaan siap menjadi investor strategis PT Citilink Indonesia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk.
"Dari empat peserta yang mengajukan penawaran membeli saham Citilink, saat ini tersisa dua perusahaan," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar usai menghadiri acara pelantikan eselon I Kementerian BUMN, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.
Menurut Emirsyah, kedua perusahaan tersebut sedang memasuki tahap negosiasi harga.
"Apabila harga tidak mencapai kesepakatan, maka penjualan saham Citilink tidak akan dilanjutkan. Kalau tidak sesuai dengan yang kita harapkan ya tidak akan kita paksakan (dilepas)," ujarnya.
Meski demikian, Emirsyah tidak bersedia menyebutkan kedua perusahaan yang dimaksud, termasuk target nilai penjualan saham Citilink.
"Kalau itu (perusahaan nilai penjualan) tidak bisa saya sebut," katanya.
Menurut catatan, Garuda telah menunjuk Standard Chartered Securities sebagai penasihat keuangan (financial advisor) untuk penawaran 40-45 persen saham Citilink tersebut.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Gatot Trihargo menambahkan, pelepasan saham Citilink tidak memerlukan persetujuan dari Kementerian BUMN.
"Hanya perlu persetujuan dewan komisaris saja. Kan Citilink anak perusahaan Garuda," ujar Gatot.
Ia menilai rencana pelepasan saham Citilink baik karena tidak akan membebani induk perusahaannya. Karena, tahun lalu Citilink merugi sekitar 48,48 juta dolar Amerika atau sekira Rp552 miliar. (Antara)