Array

Sebentar Lagi, Kereta Api dan Kapal Indonesia Tak Gunakan Solar

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 19 Februari 2015 | 05:50 WIB
Sebentar Lagi, Kereta Api dan Kapal Indonesia Tak Gunakan Solar
Ilustrasi lokomotif kereta api. (Suara.com)

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan bahan bakar gas untuk moda transportasi kereta api dan kapal laut akan segera dilakukan.

"Saya sudah bilang ke Dirjen Migas Kemen ESDM, PT KAI dan Pelni. Kita mau ada MoU (nota kesepahaman) soal konversi ke BBG, mudah-mudahan bulan ini bisa diteken," kata Direktur Gas BPH Migas Djoko Siswanto di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (18/2/2015).

Proyek percontohan itu, menurut Djoko dilakukan untuk bisa menggenjot penggunaan bahan bakar gas dalam rangka konversi dari bahan bakar minyak.

Ia menuturkan, dalam kerja sama itu nanti, Kementerian ESDM akan menyiapkan konverter kit, PT KAI dan Pelni menyiapkan kereta dan kapal yang bahan bakarnya bisa dikonversi, sedangkan PT PLN, Pertamina Gas dan PGN menyiapkan fasilitas gas.

"Sementara Ditjen Perhubungan Laut nanti harus siapkan lahan di pelabuhan untuk SPBG," ujarnya.

Menurut Djoko, pemanfaatan gas untuk kereta api dan kapal laut memungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, negara lain seperti Kanada dan Norwegia telah menerapkannya dengan sukses.

Terlebih lagi, berdasarkan persyaratan internasional, kapal-kapal Indonesia sudah dilarang masuk ke Eropa karena berbahan bakar solar.

"Untuk kapal, peraturan internasional menyatakan kapal kita tidak bisa ke Eropa karena masih pakai solar. Seharusnya 70 persen sudah dicampur gas alam cair (liquefied natural gas/LNG)," katanya.

Djoko juga memaparkan, dalam studi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sudah ada 286 lokomotif kereta yang bisa dikonversi agar bisa menggunakan gas sebagai bahan bakarnya.

Selain alasan ramah lingkungan, konversi ke gas diklaim bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak untuk kereta api yang per tahun menghabiskan 108.000 kiloliter.

"Kalau pakai gas, cukup 11 MMSCFD saja," katanya.

Djoko mengatakan target di masa depan akan ada total 50 kapal perintis dan 30 kapal Pelni yang sudah bisa dikonversi menggunakan BBG. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI