Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perluas Pasar, Lippo Group Ekspansi 1 Miliar Dolar di 3 Negara

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 21 April 2015 | 12:44 WIB
Perluas Pasar, Lippo Group Ekspansi 1 Miliar Dolar di 3 Negara
Investasi. (shutterstock)

Suara.com - Lippo Group, melalui anak usahanya PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berencana memperluas sayap bisnis rumah sakit ke Kamboja, Vietnam, dan Myanmar.

Khusus di Myanmar, anak usaha Lippo Group ini akan mendirikan 12 rumah sakit Siloam.

Rencananya tak hanya rumah sakit yang akan dibangun oleh Lippo Group, pihaknya akan melakukan eskpansi bisnis hotel dan pendidikan, dengan total nilai investasi mencapai 1 milliar Dollar AS.

Dalam satu atau dua bulan mendatang, satu rumah sakit sudah mendapat izin dan akan diresmikan. Sementara, rumah sakit kedua akan dioperasikan akhir tahun ini.

"Saya sudah bertemu dengan investor Vietnam, Kamboja, dengan Myanmar untuk menanyakan berbagai perkembangan bisnis di negara mereka dan menanyakan bagaimana pasar-pasar mereka bisa kita masuki," kata James Riyadi, Wakil Pemimpin Lippo Group, saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2015 di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (21/4/2015).

Menurut James, Myanmar, Kamboja dan Vietnam adalah negara besar yang memiliki potensi luar biasa.

Dia mencontohkan Myanmar yang telah menjadi salah satu negara utama di Asia Tenggara selain Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Saat ini, perseroan sedang mengkaji sektor kesehatan, hotel, pendidikan, hingga perbankan di negara tersebut. Dana investasi yang disiapkan sekitar 300–500 juta Dollar AS.

“Kalau di Kamboja sedang membutuhkan semacam transformasi sumber daya manusia, jadi kita akan masuk ke sektor-sektor pengembangan itu. Kita juga berminat masuk ke perbankan. Kami harapkan tahun ini segera terealisasi,” jelasnya.

James menambahkan, pihaknya tengah mempelajari situasi dan potensi memulai bank baru di Kamboja.

Jika memungkinkan, perseroan juga bisa mengakuisisi bank yang sudah ada, dimulai dari 10 persen per tahun, lalu secara bertahap meningkatkan kepemilikan menjadi mayoritas.

Sepanjang tahun lalu, Siloam membukukan pendapatan sebesar Rp 3,3 triliun atau tumbuh 33,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,5 triliun. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 62,5 miliar atau naik 25,4 persen dibandingkan 2013 senilai Rp 49,8 miliar.

Pada 2015, perseroan menargetkan pendapatan bersih operasional sebesar Rp3,6 triliun pada 2015, atau naik 48 persen dibandingkan realisasi 2014 senilai Rp2,4 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak atau EBITDA diperkirakan melonjak hingga 92 persen pada tahun ini, atau menjadi Rp 868 miliar dibandingkan tahun lalu senilai Rp 452 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Hari Ajang WEF 2015, Tiga Negara Tertarik Investasi Listrik

Dua Hari Ajang WEF 2015, Tiga Negara Tertarik Investasi Listrik

Bisnis | Senin, 20 April 2015 | 23:43 WIB

Jakarta Macet, Menteri Rini Ajak Investor Tanam Modal di Sumut

Jakarta Macet, Menteri Rini Ajak Investor Tanam Modal di Sumut

Bisnis | Senin, 20 April 2015 | 17:53 WIB

Usaha Hijau yang Layak Mendapat Insentif

Usaha Hijau yang Layak Mendapat Insentif

Bisnis | Minggu, 19 April 2015 | 18:11 WIB

Indonesia Dorong Asing Investasi Pembangkit Listrik

Indonesia Dorong Asing Investasi Pembangkit Listrik

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 12:04 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB