Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Punya Potensi Energi Terbarukan, RI Baru Manfaatkan 6 Persen

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 28 April 2015 | 14:34 WIB
Punya Potensi Energi Terbarukan, RI Baru Manfaatkan 6 Persen
Ilustrasi: Pembangkit listrik Geothermal. (Shutterstock)
Indonesia tidak kaya akan minyak atau gas bumi, melainkan Indonesia kaya akan potensi energi baru terbarukan, yakni panas bumi dan air. Namun sayang, sampai saat ini Indonesia belum memandang potensi tersebut sebagai peluang untuk menutupi kekurangan energi selama ini. 
 
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Gugus Kerja Percepatan Pembangunan Energi Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, William Sabandar, dalam forum Tropical Landscape Summit di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (28/4/2015). 
 
Menurutnya energi baru terbarukan merupakan masa depan energi karena energi fosil yang kian menipis. namun baru enam persen yang digunakan dan pertumbuhannya sangat lama. 
 
"EBT (energi baru terbarukan) ditargetkan mencapai 23 persen komposisinya dalam energi nasional pada 2015. Tapi sampai saat ini baru enam persen yang digunakan. Padahal Indonesia kaya  akan potensi EBT," katanya. 
 
William mengatakan untuk meningkatkan penggunaaan energi baru terbarukan tersebut, pemerintah akan menggelontorkan dana 10 kali lipat lebih banyak, dari yang sebelumnya hanya Rp1 triliun menjadi Rp10 triliun.
 
"Ini diharapkan dapat memacu berbagai energi terbarukan, seperti solar cell, listrik dari pembangkit angin, panas bumi (geothermal), air, dan lainnya," kata dia.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Anthonie Versluis, Konsultan Energi Roland Berger, mengingat adanya krisis energi yang diperkirakan akan terjadi pada 2030 ketika Indonesia bukan lagi penghasil migas, bahkan berpotensi menjadi pengimpor energi terbesar di dunia, dari posisi ke 14 saat ini.
 
"Kalau tidak segera diperbaiki maka Indonesia akan menjadi negara yang ketergantungan impor energi dari negara lain. untuk menumbuhkan pemanfaatan EBT bukan hanya dengan menggunakan bisnis seperti bisanya, tetapi perlu terobosan baru," kata dia.
 
Anthonie menyontohkan kaitan negara tropis dengan energi baru dan terbarukan di mana potensi mengembangkan EBT di daerah tropis mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan belahan bumi lainnya, terutama karena potensi energi surya.
 
"Di Jakarta, 55 persen konsumsi listrik adalah untuk AC. Sementara teknologi AC pun belum ramah lingkungan," kata dia.
 
William menjelaskan, seperti pemanfaatan energi panas bumi, Indonesia mempunyai potensi hingga 29 gigawatt, sementara yang dimanfaatkan sampai saat ini baru 5 persen. Salah satu masalah pengembangan panas bumi adalah terkait tarif, di mana pemerintah terus mengevaluasi agar tarif yang ditetapkan menarik baru investor.
 
"Untuk air, kita punya potensi hingga 75 gigawatt, sampai saat ini kurang dari 10 persen yang sudah dikembangkan, baik itu PLTA atau mikro hidro," katanya.
 
Tidak hanya dari pemanfaatan energi baru terbarukan untuk listrik saja, saat ini pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan bahan bakar nabati untuk biodiesel. Saat ini mandatori penggunaan bahan bakar nabati dalam solar masih 15 persen.
 
"2019 harus meningkat jadi 17 persen, 2020 rencananya mandatori BBN (bahan bakar nabati) mencapai 20 persen," katanya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Tawarkan Investasi Geothermal

Jokowi Tawarkan Investasi Geothermal

Bisnis | Kamis, 13 November 2014 | 10:37 WIB

Presiden Sahkan Statuta Badan Energi Terbarukan Internasional

Presiden Sahkan Statuta Badan Energi Terbarukan Internasional

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2014 | 17:45 WIB

Energi Baru dan Terbarukan Dikembangkan di Pedesaan

Energi Baru dan Terbarukan Dikembangkan di Pedesaan

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2014 | 15:18 WIB

Indonesia Belajar Pengembangan PLTA dari Austria

Indonesia Belajar Pengembangan PLTA dari Austria

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 17:20 WIB

Jepang Tetap Gunakan Energi Nuklir

Jepang Tetap Gunakan Energi Nuklir

Bisnis | Jum'at, 11 April 2014 | 15:42 WIB

Proyek Pembangkit Listrik Geothermal Sarula Dibiayai ADB

Proyek Pembangkit Listrik Geothermal Sarula Dibiayai ADB

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 18:16 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB