Dubes Inggris Yakin Indonesia Bisa Pimpin Ekonomi Asia

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2015 | 03:17 WIB
Dubes Inggris Yakin Indonesia Bisa Pimpin Ekonomi Asia
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (Antara).

Suara.com - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan Indonesia memiliki potensi untuk memimpin ekonomi Asia, bersaing dengan Cina dan India.

"Selama ini banyak yang menyebut ekonomi Asia hanya dipegang Tiongkok dan India, saya menilai masa depan ekonomi Asia juga ada pada Indonesia," ujar Moazzam Malik pada lokakarya "Pengembangan Pasar Sukuk Domestik melalui Pasar Global" di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut dia menjelaskan potensi Indonesia untuk menguasai ekonomi Asia karena didukung dengan pasar besar. Hal ini karena jumlah penduduk Indonesia merupakan terbanyak keempat di dunia.

"Pasar Indonesia kurang lebih mencapai 250 juta. Negara ini tentu akan diprioritaskan dalam perdagangan," tuturnya.

Selain itu, faktor lain yang dapat mendukung Indonesia menjadi salah satu pemimpin di kawasan Asia adalah bonus demografi yang memberikan peluang besar bagi anak muda Nusantara untuk menguasai berbagai sektor di bidang ekonomi guna mempercepat pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, lokasi Indonesia yang berada di tempat strategis juga dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menjalin kerja sama kawasan yang menguntungkan.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa saat ini kesempatan besar untuk menggunakan kemampuan Indonesia guna mengembangkan pasar domestik, kawasan, maupun dunia untuk menjadikan ekonominya besar.

"Hal itu yang membuat Indonesia dan Inggris menjalin beberapa kerja sama. Saya berharap akan ada hubungan kerja sama selanjutnya yang dapat dikembangkan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perekonomian Lambat, Indef: Tim Ekonomi Jokowi-JK Tidak Cakap

Perekonomian Lambat, Indef: Tim Ekonomi Jokowi-JK Tidak Cakap

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:35 WIB

Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melamban

Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melamban

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2015 | 18:53 WIB

Dua Tahun Lagi Indonesia Masuk Barisan Raksasa Ekonomi Asia

Dua Tahun Lagi Indonesia Masuk Barisan Raksasa Ekonomi Asia

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 19:36 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 2015

Pertumbuhan Ekonomi 2015

Foto | Jum'at, 23 Januari 2015 | 19:30 WIB

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fitch: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2014 | 00:58 WIB

Investor Masih Wait and See untuk Investasi ke Indonesia

Investor Masih Wait and See untuk Investasi ke Indonesia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 20:01 WIB

Lima Faktor Penyebab Indonesia Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Lima Faktor Penyebab Indonesia Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 15:56 WIB

Jangan Sia-siakan Momentum Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Jangan Sia-siakan Momentum Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 06:30 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB