Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Mentan Pastikan Tak Impor saat Ramadan

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 08 Juni 2015 | 10:32 WIB
Mentan Pastikan Tak Impor saat Ramadan
Pedagang sembako di pasar inpres Senen Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Pertanian Amran Sulaimain memastikan tidak ada kegiatan impor bahan pokok menjelang puasa dan Idul Fitri. Meski itu berguna untuk mengendalikan harga atau untuk mengamankan stok kebutuhan bahan pokok.

Amran beralasan produksi dan pasokan bahan-bahan pokok maasih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sementara impor sebagai pilihan terakhir.

“Apabila masih bisa dicukupi oleh petani sendiri, ngapain impor. Produksi kita melimpah dan stok kita masih aman, jadi impor itu merupakan pilihan terakhir. Doakan saja ya, kami pantau minimal dua kali sehari,” kata Amran.

Hal itu dikatakan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (8/6/2015).

Menurut Amran, stok pangan, terutama beras, menjelang bulan puasa cukup. Hanya saja dia mengakui ada kenaikan beberapa komoditas bahan pokok belakangan ini terutama menjelang bulan puasa.

Kenaikan itu disebabkan adanya aksi tengkulak dan spekulan yang memanfaatkan momentum puasa untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Selain itu akibat pola distribusi yang salah.

“Kenaikan harga belakangan ini karena adanya aksi tengkulak dan pola distribusi yang buruk. Jadi pemerintah itu untuk mengambil opsi impor tidak berpatokan pada adanya kenaikkan harga. Jadi kita harus saling kerjasama kita cek dulu stoknya bagaimana? Distribusinya lancar atau tidak?” jelasnya.

Pemerintah akan langsung membuka opsi impor di saat ada kenaikkan harga. Namun stok masih tersedia dan tanpa melihat kondisi panen dalam negeri. Maka hal ini akan merugikan petani yang hasil panennya akan terhimpit oleh produk impor.

"Kalau impor, konsenkuensinya petani kita kesulitan untuk produksi. Itu menyusahkan petani. Impor akan jadi pilihan tarakhir. Semangat saya dengan Pak Mendag sama," tegasnya.

Selain itu, Amran berjanji akan segera memperbaiki pola distribusi yang salah selama ini dan mengakibatkan kenaikan harga beberapa kebutuhan bahan pokok belakangan ini. Amran menyakini dengan perbaikan pola distribusi maka harga kebutuhan bahan pokok akan stabil selama bulan Ramadhan dan Lebaran.

“Saya menduga kenaikan harga ini karena pola distribusi yang salah. Kita akan mengecek dan segera memperbaikinya agar harga menjadi stabil. Karena kalau barang langka di pasar, maka harga akan melambung, jadi kita harus liat distribusinya ada penumpukan atau tidak. Saya yakin dengan cara-cara ini kita tidak perlu melakukan impor,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik di Pasar

Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik di Pasar

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2015 | 11:54 WIB

Kebutuhan Pokok Mengalami Defisit Neraca Perdagangan

Kebutuhan Pokok Mengalami Defisit Neraca Perdagangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2015 | 15:22 WIB

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Melambung

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Melambung

Bisnis | Senin, 29 Desember 2014 | 02:46 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB