Jelang Rilis Data Ekonomi Penting AS, Dolar Melemah Pagi Ini

Ririn Indriani

Selasa, 30 Juni 2015 | 08:45 WIB
Jelang Rilis Data Ekonomi Penting AS, Dolar Melemah Pagi Ini
Ilustrasi dolar.

Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor sedang menunggu laporan ketenagakerjaan penting negara itu yang akan dirilis pada Kamis.

Para analis mengatakan laporan tersebut akan memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang situasi pasar tenaga kerja AS, oleh karena itu akan menyiratkan waktu untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Euro bertambah lebih dari 0,6 persen menjadi 1,1248 dolar pada akhir perdagangan, setelah merosot 1,9 persen terhadap greenback di awal perdagangan di tengah krisis utang Yunani.

Dengan tenggat waktu 30 Juni kian mendekati Athena untuk memenuhi kewajiban pinjaman 1,6 miliar euro (1,8 miliar dolar AS) kepada Dana Moneter Internasional (IMF), memicu ketidakpastian tentang apakah perjanjian reformasi untuk membuka dana talangan di menit-menit terakhir bisa diselesaikan.

Para pemimpin politik Parlemen Eropa pada Senin menyerukan Yunani dan para kreditornya untuk kembali ke meja perundingan sebelum akhir Selasa, secara luas dilihat sebagai tanda positif dari Uni Eropa untuk melanjutkan pembicaraan Yunani.

Di sisi ekonomi, penjualan "pending home" (indikator yang menghitung pertumbuhan pemesanan rumah, kondominium dan mini kondominium disuatu negara) di AS terus meningkat pada Mei dan telah tercatat pada tingkat tertinggi dalam lebih dari sembilan tahun, menurut Asosiasi Nasional Agen Perumahan. Indeks penjualan pending home naik 0,9 persen menjadi 112,6 pada Mei dari 111,6 pada April.

Pada akhir perdagangan di New York, euro melonjak ke 1,1248 dolar dari 1,1160 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5736 dolar dari 1,5731 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7703 dolar dari 0 7652 dolar.

Dolar AS dibeli 122,46 yen Jepang, lebih rendah dari 123,85 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9264 franc Swiss dari 0,9364 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2370 dolar Kanada dari 1,2323 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Naik Didukung Data Ekonomi Kuat

Dolar AS Naik Didukung Data Ekonomi Kuat

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2015 | 07:15 WIB

Dolar AS Menguat Didukung Laporan Pengangguran Positif

Dolar AS Menguat Didukung Laporan Pengangguran Positif

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2015 | 07:35 WIB

Dolar Bervariasi karena Data Ekonomi AS Lemah

Dolar Bervariasi karena Data Ekonomi AS Lemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2015 | 07:10 WIB

Dolar AS Bervariasi Pagi Ini

Dolar AS Bervariasi Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2015 | 07:21 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×