Jelang Akhir Tahun, Operator Yang Untung Cuma Telkom

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 17:06 WIB
Jelang Akhir Tahun, Operator Yang Untung Cuma Telkom
Logo PT Telkom. (telkom.co.id)

Suara.com - Di tengah situasi ekonomi yang dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi satu-satunya operator telekomunikasi yang membukukan keuntungan hingga kuartal III 2015.

"Lewat jargon kerja, Solid, Speed, Smart, kami mampu membukukan keuntungan yang positif dan terus memimpin industri hingga kuartal III 2015," kata Direktur Utama Telkom Group Alex J Sinaga, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Seperti dikutip dari Info Memo Laporan Keuangan Telkom September 2015, emiten dengan kode saham TLKM itu membukukan laba bersih sebesar Rp11,545 triliun atau naik sekitar 2,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,268 triliun.

Laba per saham (earning per share/EPS) juga naik menjadi Rp117,60 per saham di kuartal III-2015 dari Rp115,53 per saham.

Kinerja Telkom yang positif ini, berbanding terbalik dengan dua operator lainnya, PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata Tbk yang mengalami tekanan akibat depresiasi rupiah.

Dikutip dari laporan keuangan induk usaha, Ooredoo, PT Indosat mengalami kerugian setara dengan Rp1,132 triliun pada September 2015, sedangkan pada September 2014 juga rugi setara Rp1,411 triliun.

Pada periode yang sama, XL Axiata berhasil menekan kerugian hingga 40 persen menjadi Rp506 miliar, dari sebelumnya rugi sebesar Rp838 miliar.

Secara keseluruhan dijelaskan Alex Sinaga, kenaikan laba Telkom tidak terlepas dari keberanian melakukan investasi besar untuk membangun infrastruktur.

Hingga kuartal III 2015, Telkom menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp17 triliun dimana 60 persen dialokasikan untuk mendukung bisnis seluler Telkomsel.

Perseroan meraih pendapatan sebesar Rp75,719 triliun di triwulan III-2015 naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65,841 triliun.

Pasokan pendapatan terbesar berasal dari layanan seluler Rp27,45 triliun, layanan data Rp23,47 triliun, fixed line voice Rp6,52 triliun, interkoneksi Rp3,39 triliun, dan jaringan Rp3,72 trilun.

Siyal positif juga terlihat pada Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sebesar Rp37,074 triliun atau naik 11,4 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp33,295 triliun.

Dari sisi aset, per 30 September 2015 perseroan mencatatkan nilai Rp158,39 triliun, naik dari Rp141,82 triliun pada akhir tahun 2014. Sementara jumlah liabilitas tercatat Rp71,3 triliun, dan ekuitas tercatat Rp87,08 triliun per 30 September 2015. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjualan Indofood Q3 2015 Capai Rp 47,56 Triliun

Penjualan Indofood Q3 2015 Capai Rp 47,56 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2015 | 15:36 WIB

Laba Bersih Nusantara Infrastructure Capai 164,19 Miliar

Laba Bersih Nusantara Infrastructure Capai 164,19 Miliar

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2015 | 15:07 WIB

Pendapatan 1119 BUMN di Semester I 2015 Cuma 37% Dari Target

Pendapatan 1119 BUMN di Semester I 2015 Cuma 37% Dari Target

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2015 | 15:22 WIB

Laba Turun 18 Persen, Astra Masih Untung Rp8,05 Triliun

Laba Turun 18 Persen, Astra Masih Untung Rp8,05 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2015 | 21:22 WIB

Pemanasan Global Ubah Laba-Laba Jadi Mengerikan

Pemanasan Global Ubah Laba-Laba Jadi Mengerikan

News | Sabtu, 18 April 2015 | 16:52 WIB

Racun Laba-laba Ini Buat Lelaki Ereksi Hingga 4 Jam

Racun Laba-laba Ini Buat Lelaki Ereksi Hingga 4 Jam

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2015 | 06:59 WIB

2014, PT Telkom Raih Laba Bersih Rp14,6 Triliun

2014, PT Telkom Raih Laba Bersih Rp14,6 Triliun

Bisnis | Senin, 09 Maret 2015 | 11:14 WIB

Terkini

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:33 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:56 WIB

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:51 WIB

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:20 WIB

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB