Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Tahun Depan Cukai Rokok Naik, Ini Rinciannya

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 09 November 2015 | 18:02 WIB
Tahun Depan Cukai Rokok Naik, Ini Rinciannya
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai memastikan pada awal 2016, tarif cukai untuk rokok akan naik 11, 19 persen. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan kenaikan tersebut sudah didasarkan pada hasil diskusi dan masukan petani tembakau.

“Rata-rata memang kenaikannya itu sebesar 11,19 persen, jadi ini juga membantah ada pernyataan-pernyataan yang mengatakan kenaikan cukai rokok itu sebesar 23 persen. Ini (angka kenaikan cukai) sudah sesuai dengan masukan dari para petani, produsen dan pabrikan jadi memang tidak menjadi masalah buat mereka,” kata Heru saat menggelar konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Ia menjelaskan setiap golongan rokok akan mengalami kenaikan yang berbeda-beda. Untuk rokok jenis sigaret kretek tangan terdapat tiga golongan. Golongan 1A akan mengalami kenaikan Rp30 atau sekitar 10,34 persen. Golongan 1 B naik Rp25 atau sekitar 11,36 persen. Sedangkan untuk golongan 2B naik Rp15 atau sekitar 12 persen. Untuk golongan 3A naik Rp5 atau sekitar 5,88 persen. Untuk golongan3B tidak naik.

"Tapi kalau dilihat SKT ini kenaikannya tergolong masih sangat kecil kisaranya itu 0-12 persenlah. Kalau kenaikan yang paling besar itu ada di SPM,” katanya.

Untuk cukai rokok jenis sigaret putih mesin, untuk golongan 1 akan mengalami kenaikan Rp70 atau sekitar 16,47 persen. Sedangkan untuk golongan 2A mengalami kenaikan Rp35 atau 12,96 persen. Golongan 2B mengalami kenaikan Rp35 atau 15,91 persen.

Selain itu, untuk golongan sigaret kretek mesin golongan 1 akan mengalami kenaikan Rp65 atau 15,66 persen. Golongan 2A Rp 35 atau 11,49 persen. Sedangkan untuk golongan 2B akan mengalami kenaikan Rp35 atau sekitar 13,21 persen.

Meski mengalami kenaikan, Heru yakin konsumsi rokok tidak akan mengalami penurunan, apalagi sebentar lagi akan ada pelaksanaan pilkada serentak. Hal tersebut dapat mendongkrak konsumsi rokok.

“Nggak, nggak ada penurunan kalau saya lihat nanti. Karena sebentar lagi mau pilkada terus hujan, biasanya konsumsi rokok meningkat. Tahun lalu saja ada peningkatan 8.72 persen. Jadi kan paling asik tuh biasanya sambil kampanye sambil merokok, jadi pasti konsumsinya akan meningkat,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenaikan Cukai Rokok 11 Persen Tak Akan Akibatkan PHK

Kenaikan Cukai Rokok 11 Persen Tak Akan Akibatkan PHK

Bisnis | Jum'at, 06 November 2015 | 12:54 WIB

Ini Alasannya Merokok Juga Bisa Picu Diabetes

Ini Alasannya Merokok Juga Bisa Picu Diabetes

Health | Kamis, 05 November 2015 | 18:09 WIB

Inilah Tujuan Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 11 Persen di 2016

Inilah Tujuan Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 11 Persen di 2016

Bisnis | Kamis, 05 November 2015 | 13:24 WIB

Larangan Pembelian Rokok

Larangan Pembelian Rokok

Foto | Selasa, 03 November 2015 | 12:11 WIB

Perokok Berisiko Terkena Kanker Nasofaring

Perokok Berisiko Terkena Kanker Nasofaring

Health | Rabu, 21 Oktober 2015 | 05:12 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan

Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:38 WIB

Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun

Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:36 WIB

Siapa PT Yasa Artha Trimanunggal? Pemenang Pengadaan Motor Trail Listrik MBG

Siapa PT Yasa Artha Trimanunggal? Pemenang Pengadaan Motor Trail Listrik MBG

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:26 WIB

Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Dony Oskaria Bocorkan Skemanya

Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Dony Oskaria Bocorkan Skemanya

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:11 WIB

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:58 WIB

Kemenhum Aktifkan Notifikasi Otomatis Perpanjangan Merek HKI Online

Kemenhum Aktifkan Notifikasi Otomatis Perpanjangan Merek HKI Online

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:50 WIB

Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?

Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:34 WIB

Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol

Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:26 WIB

Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha

Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:22 WIB