Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Indonesia Siapkan Skema Pembiayaan Proyek Perubahan Iklim

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 November 2015 | 02:59 WIB
Indonesia Siapkan Skema Pembiayaan Proyek Perubahan Iklim
Perubahan Iklim (shutterstock)

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pemerintah menyiapkan mekanisme Indonesia Climate Change Trust Fund Plus (ICCTF+). ICCTF+ ini untuk pendanaan perubahan iklim di Indonesia.

"Saya coba diskusi dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan, ada beberapa model didiskusikan, kita akan mengarah ke ICCTF+," kata Siti di Pertemuan Multi Pihak Jelang Pelaksanaan Conference of Parties (COP) 21 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

ICCTF+ menjadi perwalian amanah dana perubahan iklim yang dibuat lebih luas cakupannya. ICCTF+ ini melibatkan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga masyarakat sipil. Tujuannya tidak lain agar pendanaan menjadi lebih terbuka dan mudah dipraktikkan.

Selama ini ICCTF yang berada di bawah Bappenas menjadi perwalian amanah untuk dana perubahan iklim yang diperoleh Indonesia. Namun mekanisme pendanaannya masih cukup rumit dalam implementasi di lapangan karena terganjal aturan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya Ketua Dewan Pengarah Penanganan Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja mengatakan sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki mekanisme pendanaan yang jelas sebelum pelaksanaan COP 21 yang digelar di Paris, Prancis, 30 November-11 Desember 2015.

"Perlu mekanisme pendanaan perubahan iklim secepatnya. Sebelum (COP 21) Paris harus sudah ada karena banyak yang sudah menunggu," ujar dia.

Ia mengatakan pledge yang disediakan untuk perubahan iklim mencapai 100 miliar dolar AS, dan negara para pihak diprediksi akan meributkan kembali mekanisme global yang digunakan. Meski demikian, kesepakatan pendanaan perubahan iklim bilateral akan terlebih dulu berjalan.

"Kalau posisi kita bagus kita bisa dapat dukungan internasional, karena kita tidak bisa atasi sendiri. Jangan merasa bersalah dibantu asing karena mereka sebenarnya bantu diri mereka sendiri, kalau kenaikan suhu bumi tidak bisa dicegah mereka juga yang susah," ujar Sarwono.

Sejumlah pihak termasuk duta besar beberapa negara telah menemuinya. Dari hasil pembicaraan tersebut, ia mengatakan potensi Indonesia mendapat dukungan sangat besar terlebih jika Presiden Joko Widodo hadir pada COP 21 di Paris, Prancis.

"Yang potensi ya dukungan untuk REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus), sektor energi, dan peningkatan kapasitas," ujar Sarwono.

Karena itu, lanjutnya, Indonesia perlu tampil dengan bermartabat, dan tidak menyembunyikan sesuatu sehingga kampanye yang dilakukan di paviliun Indonesia tidak terkendala, ditambah dengan kehadiran Presiden Joko Widodo, maka peluang Indonesia mendapat dukungan dalam mengatasi perubahan iklim sangat besar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perubahan Iklim Ternyata Menghambat Kehidupan Seks

Perubahan Iklim Ternyata Menghambat Kehidupan Seks

Lifestyle | Rabu, 11 November 2015 | 12:31 WIB

Arab Saudi Akan Diversifikasi Minyak Demi Tekan Perubahan Iklim

Arab Saudi Akan Diversifikasi Minyak Demi Tekan Perubahan Iklim

News | Selasa, 10 November 2015 | 23:08 WIB

Perubahan Iklim Dorong Ratusan Juta Penduduk Dunia ke Kemiskinan

Perubahan Iklim Dorong Ratusan Juta Penduduk Dunia ke Kemiskinan

News | Senin, 09 November 2015 | 11:46 WIB

Perubahan Iklim Berdampak Pada Produksi Bir di Belgia

Perubahan Iklim Berdampak Pada Produksi Bir di Belgia

News | Sabtu, 07 November 2015 | 05:02 WIB

Bill Gates Ajak Orang Kaya Dunia Jangan Pelit Investasi Hijau

Bill Gates Ajak Orang Kaya Dunia Jangan Pelit Investasi Hijau

News | Jum'at, 06 November 2015 | 09:54 WIB

Rachmat Witoelar: Dunia Akan Hancur Jika Emisi Tak Diturunkan

Rachmat Witoelar: Dunia Akan Hancur Jika Emisi Tak Diturunkan

wawancara | Senin, 02 November 2015 | 07:00 WIB

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia yang Sudah Terasa

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia yang Sudah Terasa

News | Jum'at, 30 Oktober 2015 | 06:06 WIB

Dalai Lama: Perubahan Iklim Bisa Hancurkan Tibet

Dalai Lama: Perubahan Iklim Bisa Hancurkan Tibet

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 23:45 WIB

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 05:45 WIB

Akankah Bumi Membeku Seperti dalam Film "The Day After Tomorrow?"

Akankah Bumi Membeku Seperti dalam Film "The Day After Tomorrow?"

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:46 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

×