Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Pemilihan Dirjen Pajak Baru Disarankan Lewat Seleksi Tertutup

Adhitya Himawan

Selasa, 08 Desember 2015 | 22:39 WIB
Pemilihan Dirjen Pajak Baru Disarankan Lewat Seleksi Tertutup
Mantan Dirjen Pajak Sigit Priadi (kedua dari kiri) [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan idealnya Direktur Jenderal Pajak yang definitif dipilih melalui seleksi tertutup dari kalangan internal.

"Pilih saja dari yang kemarin sudah ada, apalagi mereka sudah terbukti setelah mengikuti tahapan seleksi terbuka," kata Yustinus saat dihubungi di Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Yustinus menambahkan akan lebih baik apabila peserta tersisa yang telah mengikuti tahapan seleksi terbuka Direktur Jenderal Pajak, pada akhir tahun lalu, dipilih menggantikan Sigit Priadi Pramudito yang mengundurkan diri.

Menurut dia, hal tersebut akan lebih efektif daripada mengadakan kembali seleksi terbuka untuk posisi Direktur Jenderal Pajak, padahal proses uji tersebut justru menimbulkan gejolak di tubuh internal organisasi pajak.

"Pengalaman kemarin, proses seleksi justru menciptakan friksi di internal dan persaingan yang tidak bisa di-'manage'. Selain itu, luka yang ditimbulkan dari seleksi tersebut belum sepenuhnya sembuh," kata Yustinus.

Untuk itu, ia mengatakan penunjukkan Ken Dwijugiasteadi sebagai pelaksana tugas Direktur Jenderal Pajak sudah ideal, apalagi Ken sempat masuk tahapan empat besar dalam proses seleksi terbuka pimpinan tertinggi pajak.

Dengan pengalaman yang ada, menurut Yustinus, Ken bahkan bisa menjadi Direktur Jenderal Pajak yang definitif dan bertugas untuk menyiapkan transisi otoritas pajak menjadi Badan Penerimaan Negara pada 2017.

"Idealnya memang Ken, karena dia sudah senior dan berpengalaman. Dia juga punya kepempimpinan dan tidak mempunyai kepentingan, sehingga bisa fokus menyiapkan transisi ke Badan Penerimaan Negara, karena mau pensiun dua tahun lagi," ujarnya.

Namun, ia mengakui Ken memiliki tugas yang sangat berat dalam mengawal penerimaan pajak hingga akhir 2015 dan pada 2016 mendatang, karena penerimaan pajak diperkirakan masih sulit untuk mencapai potensinya.

"Tugas paling berat adalah melakukan optimalisasi penerimaan hingga akhir tahun, termasuk melakukan konsolidasi internal dan menjaga 'networking' di tingkat eksternal dengan para pemangku kepentingan," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mengadakan seleksi terbuka untuk jabatan Direktur Jenderal Pajak pada akhir 2014 untuk mencari orang terbaik yang bisa memimpin institusi pajak dalam menjaga penerimaan pajak.

Empat orang lulus hingga tahapan akhir seleksi tersebut yaitu Sigit Priadi Pramudito, Ken Dwijugiasteadi, Suryo Utomo dan Puspita Wulandari. Sigit kemudian terpilih sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru.

Namun, baru sepuluh bulan menjabat, Sigit mengundurkan diri karena merasa tidak sanggup mencapai target penerimaan pajak yang dibebankan dalam APBN-P 2015 sebesar Rp1.244,7 triliun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diskon Pajak hingga Hapus Denda, Catat Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di 6 Provinsi Tahun 2026

Diskon Pajak hingga Hapus Denda, Catat Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di 6 Provinsi Tahun 2026

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dituding Menunggak Pajak, Agensi Ji Chang Wook Buka Suara

Dituding Menunggak Pajak, Agensi Ji Chang Wook Buka Suara

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:14 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB

Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara

Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:08 WIB

Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya

Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:06 WIB

IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:09 WIB

S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?

S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!

Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:55 WIB

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:34 WIB

Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif

Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:33 WIB

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB