Array

Harga Minyak Dunia Menguat Pagi Ini

Ririn Indriani Suara.Com
Rabu, 16 Desember 2015 | 08:34 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Pagi Ini
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia naik pada Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang "rebound" dari posisi terendah tujuh tahun, karena investor berhati-hati menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan akan naik untuk pertama kalinya sejak 2006.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik untuk hari kedua, bertambah 1,04 dolar AS atau 2,9 persen, menjadi berakhir pada 37,35 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari, patokan global untuk minyak, ditutup pada 38,45 dolar AS per barel, naik 53 sen (1,4 persen) dari penutupan Senin.

"Bagian terbesar dari reli adalah fungsi dari orang yang melakukan penyesuaian posisi hari ini, membeli kembali posisi mereka yang diambil pekan lalu karena ekspektasi harga jatuh," kata Bob Yawger dari Mizuho Securities USA.

Harga-harga mulai berbalik naik di New York pada Senin, setelah WTI sempat jatuh di bawah 35 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Februari 2009, selama krisis keuangan global.

Harga minyak telah jatuh selama enam sesi berturut-turut karena pasar menghadapi kelebihan pasokan global yang telah berlangsung lama dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan hingga tahun depan.

Matt Smitt dari ClipperData menunjuk dukungan pasar dari Menteri Perminyakan Nigeria Emmanuel Kachikwu, yang menyerukan pertemuan darurat OPEC jika harga tetap pada tingkat rendah sampai Februari.

Penurunan harga diperburuk oleh keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 4 Desember yang menghapus batas produksi, karena 13 negara kartel menolak memangkas kembali produksi mereka untuk melawan kemerosotan harga.

Harga telah jatuh lebih dari 60 persen sejak Juni tahun lalu, karena mengendurnya permintaan global dan pelambatan di pasar utama termasuk Tiongkok.

Mike Dragosits dari TD Securities mengatakan investor akan terfokus pada bagaimana The Fed menjelaskan kenaikan suku bunganya yang secara luas diantisipasi.

"Apakah mereka akan menaikkan suku bunga, mungkin bukan isu yang tepat sekarang ... itu lebih dalam komunikasi, apakah mereka akan mengindikasikan sedikit lebih positif tentang ekonomi AS," kata dia, yang bisa meyakinkan investor tentang permintaan di konsumen minyak mentah terbesar di dunia itu. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI