Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Harga Minyak Turun Karena Harapan Pembekuan Produksi Meredup

Ririn Indriani

Selasa, 15 Maret 2016 | 07:46 WIB
Harga Minyak Turun Karena Harapan Pembekuan Produksi Meredup
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), dipicu keraguan baru bahwa OPEC akan mengupayakan rencana pembekuan produksi di tengah kelebihan pasokan global, karena Iran mengindikasikan tidak siap untuk berkomitmen dalam waktu dekat.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, merosot 1,32 dolar AS (3,4 persen) menjadi menetap di 37,18 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan Eropa untuk minyak, berakhir pada 39,53 dolar AS per barel, turun 86 sen (2,1 persen) dari penutupan Jumat.

Penurunan di pasar pada Senin, menyusul "rebound" pada Jumat, mencerminkan "kekhawatiran tentang apakah OPEC akan menggelar pertemuan gabungan," kata Phil Flynn dari Price Futures Group.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada Senin bahwa pertemuan OPEC dan produsen minyak non-OPEC untuk membahas kesepakatan pembekuan tingkat produksi, kemungkinan akan berlangsung pada April bukannya bulan ini, seperti perkiraan awal.

Rusia dan tiga produsen OPEC -- Arab Saudi, Venezuela dan Qatar -- mengatakan pada Februari bahwa mereka siap untuk membekukan produksi pada tingkat Januari jika negara-negara penghasil minyak lainnya bergabung dengan inisiatif mereka.

Tetapi Iran dikabarkan pada akhir pekan mengumumkan bahwa ia hanya akan bergabung dengan potensi pembatasan produksi setelah produksinya mencapai tingkat pra-sanksi 4,0 juta barel per hari (bph).

"Posisi Iran adalah bahwa negaranya perlu untuk mengambil tingkat produksi pra-sanksi dalam kerangka kuota OPEC," kata Novak. "Negara ini bisa bergabung membekukan nanti." Menurut laporan bulanan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang dirilis pada Senin, Iran memproduksi 3,1 juta barel minyak mentah per hari pada Februari, naik dari 2,9 juta pada Januari.

Secara keseluruhan produksi oleh kartel 13 negara itu turun 175.000 barel per hari pada Februari menjadi rata-rata 32,28 juta barel per hari, terutama karena penurunan tajam di Irak dan karena karena tingkat produksi lebih rendah di Nigeria dan Uni Emirat Arab, kata laporan itu. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pernyataan IEA Buat Harga Minyak Dunia Berbalik Naik

Pernyataan IEA Buat Harga Minyak Dunia Berbalik Naik

Bisnis | Sabtu, 12 Maret 2016 | 05:17 WIB

Harga Saham di Wall Street Naik Berkat Kenaikan Harga Minyak

Harga Saham di Wall Street Naik Berkat Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 08:29 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak karena Produksi Dibatasi

Harga Minyak Dunia Melonjak karena Produksi Dibatasi

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2016 | 05:17 WIB

Harga BBM di Indonesia dan Malaysia Turun Mulai Hari Ini

Harga BBM di Indonesia dan Malaysia Turun Mulai Hari Ini

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 09:57 WIB

Terkini

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:38 WIB

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:20 WIB

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB