Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Data "Panama Papers" Bisa Bocor, Inilah Sebabnya

Adhitya Himawan

Jum'at, 08 April 2016 | 10:56 WIB
Data "Panama Papers" Bisa Bocor, Inilah Sebabnya
Ilustrasi penggelapan pajak. [Shutterstock]

Suara.com - Kemunculan dokumen "Panama Papers" bisa jadi membuat sejumlah tokoh penting di negeri ini tak bisa tidur nyenyak. Sebagian telah memberikan klarifikasi atas masuknya nama dirinya kedalam dokumen Panama Papers seperti yang telah dilakukan pengusaha muda terkenal sekaligus politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sandiaga Uno. Namun masih banyak yang memilih untuk tutup mulut dan tak mau memberikan penjelasan kepada publik.

Terlepas dari persoalan nama itu, muncul pertanyaan di benak masyarakat. Tentunya data sepenting itu bersifat konfidensial (rahasia) dalam sebuah lembaga termasuk firma hukum Mossack Fonseca yang ada di negara Panama. Bagaimana mungkin dokumen maha penting seperti "Panama Papers" bisa mengalami kebocoran? 

Wartawan asal Indonesia yang terlibat dalam penelusuran data Panama Papers, Wahyu Dhyatmika, mengaku punya jawabannya. "Secanggih apapun upaya merahasiakannya, atau sepenting apapun data yang dirahasiakan itu, sepanjang manajemen pengelolaan data itu masih dilakukan oleh manusia, akan selalu ada peluang untuk mengalami kebocoran," kata Wahyu saat dihubungi oleh Suara.com, Jumat (8/4/2016).

Ia mengatakan peristiwa kebocoran data Panama Papers ataupun Offshore Leak dan sejenisnya, pastilah ada keterlibatan orang dalam.

"Upaya membocorkan ini bisa karena panggilan hati nurani atau ada sebab yang lain," tutur Wahyu. TEMPO memang menjadi satu-satunya media di Indonesia yang terlibat dalam proyek investigasi Panama Papers. 

Dokumen Panama Papers merupakan data selama 40 tahun dari sebuah perusahaan firma hukum yang namanya tak banyak dikenal namun sangat berkuasa di Panama. Firma hukum itu bernama Mossack Fonseca. Mossack memiliki kantor cabang di lebih dari 35 lokasi di seluruh dunia.

Data dari Mossack Fonseca ini awalnya diperoleh surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung. Barulah data ini, kemudian diteruskan dan didalami oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Ini merupakan sebuah kelompok wartawan investigasi dengan keanggotaan lebih dari 100 media partner seluruh dunia. 

Data tersebut meliputi transaksi rahasia keuangan para pimpinan politik dunia, pengusaha global, skandal global, dan data detail mengenai perjanjian keuangan tersembunyi oleh para pengemplang pajak, pengedar obat-obatan terlarang, miliarder, selebriti, bintang olahraga dan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Amin Cium Kejanggalan di Balik Penangkapan Indra Charismiadji

Kubu Amin Cium Kejanggalan di Balik Penangkapan Indra Charismiadji

Kotak Suara | Kamis, 28 Desember 2023 | 09:00 WIB

Kasus Penggelapan Pajak, Tim Penyidik DJP Sita 4 Mobil Tangki BBM

Kasus Penggelapan Pajak, Tim Penyidik DJP Sita 4 Mobil Tangki BBM

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:19 WIB

Terkini

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:08 WIB

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Jamin Data Perpajakan Aman dan Pelayanan Tetap Jalan

Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Jamin Data Perpajakan Aman dan Pelayanan Tetap Jalan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:31 WIB

Changan Nevo Q05 Menjadi Pilihan Baru SUV Listrik Rp 300 Jutaan di Indonesia

Changan Nevo Q05 Menjadi Pilihan Baru SUV Listrik Rp 300 Jutaan di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:26 WIB

9 Facial Wash untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas untuk Cegah Tanda Penuaan

9 Facial Wash untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas untuk Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah

Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:15 WIB

×