Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

SBY: 2016, Tahun Berat bagi Pertumbuhan Ekonomi

Ardi Mandiri | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Sabtu, 14 Mei 2016 | 14:57 WIB
SBY: 2016, Tahun Berat bagi Pertumbuhan Ekonomi
Mantan Presiden SBY

Suara.com - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tahun 2016 merupakan tahun yang menantang.

Hal tersebut diungkapkan SBY dalam sambutannya menjadi keynote speaker Konferensi Internasional "In The Zone" dengan tema "Feeding The Zone" yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerjasama dengan The PerthUSAsia Centre.

"2016 akan menjadi tahun yang cukup menantang bagi kita semua, politik dunia akan mengalami hal yang sama, sedikit rapuh,"ujar SBY di Jakarta Theater Ballroom, Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Pasalnya banyak permasalahan seperti konflik di laut cina selatan dan semenanjung korea, adanya Pemilu dan pertumbuhan ekonomi.

"Kita pun dihadapkan untuk menjaga keadaan di laut Cina Selatan dan semenanjung Korea tidak memanas. Ini mengingatkan kita, bagaimana menjaga keamanan situasi politik di Asia pada saat ini," ucapnya

Selain itu, SBY berharap keadaan ekonomi dunia bisa mengalami kenaikan meskipun tidak mengalami kenaikan yang sigifikan. Tak hanya itu kata SBY, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan 3,4 persen menjadi 3,2 persen.

"Mereka (IMF) mengatakan, hal ini akan menjadi tren untuk sementara waktu, pertumbuhan yang lambat, rendahnya produktivitas, dan tingginya angka pengangguran. Selain itu, berdasarkan keadaan ekonomi saat ini, hampir sebagian besar dari kekayaan dunia dimiliki oleh satu persen dari populasi," jelas SBY.

Meski begitu, SBY menuturkan perekonomian di negara-negara ASEAN bisa berjalan dengan baik. Pasalnya setiap negara saling memiliki kaitan dan diharapkan dapat bertumbuh menjadi 4,7 persen. Adapun negara-negara yang sukses mencapai target yakni Laos, Myanmar dan Vietnam,

"Kita melihat ekonomi kita tumbuh lebih tinggi dari negara yang ada di Eropa, Amerika Latin, Rusia dan negara persemakmuran," imbuhnya

Namun dirinya menegaskan, sangat sulit memprediksi perekonomian saat ini, yang disebabkan beberapa permasalahan dunia seperti keadaan ekonomi di Cina, Pemilu di Amerika Serikat dan terorisme.

"Cukup sulit untuk membuat prediksi saat ini karena kita masih harus menghadapi beberapa permasalahan dunia," ungkapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Hadiri Konferensi Internasional "In The Zone"

SBY Hadiri Konferensi Internasional "In The Zone"

Foto | Sabtu, 14 Mei 2016 | 13:22 WIB

Fahri ke SBY, Presiden PKS: Mudah-mudahan Dapat Pencerahan

Fahri ke SBY, Presiden PKS: Mudah-mudahan Dapat Pencerahan

News | Minggu, 24 April 2016 | 12:12 WIB

Terkini

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB