Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

SBY: 2016, Tahun Berat bagi Pertumbuhan Ekonomi

Ardi Mandiri, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 14 Mei 2016 | 14:57 WIB
SBY: 2016, Tahun Berat bagi Pertumbuhan Ekonomi
Mantan Presiden SBY

Suara.com - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tahun 2016 merupakan tahun yang menantang.

Hal tersebut diungkapkan SBY dalam sambutannya menjadi keynote speaker Konferensi Internasional "In The Zone" dengan tema "Feeding The Zone" yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerjasama dengan The PerthUSAsia Centre.

"2016 akan menjadi tahun yang cukup menantang bagi kita semua, politik dunia akan mengalami hal yang sama, sedikit rapuh,"ujar SBY di Jakarta Theater Ballroom, Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Pasalnya banyak permasalahan seperti konflik di laut cina selatan dan semenanjung korea, adanya Pemilu dan pertumbuhan ekonomi.

"Kita pun dihadapkan untuk menjaga keadaan di laut Cina Selatan dan semenanjung Korea tidak memanas. Ini mengingatkan kita, bagaimana menjaga keamanan situasi politik di Asia pada saat ini," ucapnya

Selain itu, SBY berharap keadaan ekonomi dunia bisa mengalami kenaikan meskipun tidak mengalami kenaikan yang sigifikan. Tak hanya itu kata SBY, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan 3,4 persen menjadi 3,2 persen.

"Mereka (IMF) mengatakan, hal ini akan menjadi tren untuk sementara waktu, pertumbuhan yang lambat, rendahnya produktivitas, dan tingginya angka pengangguran. Selain itu, berdasarkan keadaan ekonomi saat ini, hampir sebagian besar dari kekayaan dunia dimiliki oleh satu persen dari populasi," jelas SBY.

Meski begitu, SBY menuturkan perekonomian di negara-negara ASEAN bisa berjalan dengan baik. Pasalnya setiap negara saling memiliki kaitan dan diharapkan dapat bertumbuh menjadi 4,7 persen. Adapun negara-negara yang sukses mencapai target yakni Laos, Myanmar dan Vietnam,

"Kita melihat ekonomi kita tumbuh lebih tinggi dari negara yang ada di Eropa, Amerika Latin, Rusia dan negara persemakmuran," imbuhnya

Namun dirinya menegaskan, sangat sulit memprediksi perekonomian saat ini, yang disebabkan beberapa permasalahan dunia seperti keadaan ekonomi di Cina, Pemilu di Amerika Serikat dan terorisme.

"Cukup sulit untuk membuat prediksi saat ini karena kita masih harus menghadapi beberapa permasalahan dunia," ungkapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Hadiri Konferensi Internasional "In The Zone"

SBY Hadiri Konferensi Internasional "In The Zone"

Foto | Sabtu, 14 Mei 2016 | 13:22 WIB

Fahri ke SBY, Presiden PKS: Mudah-mudahan Dapat Pencerahan

Fahri ke SBY, Presiden PKS: Mudah-mudahan Dapat Pencerahan

News | Minggu, 24 April 2016 | 12:12 WIB

Terkini

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

×