YLKI Tuding RUU Pertembakauan akan Perparah Tingkat Kemiskinan

Adhitya Himawan

Kamis, 28 Juli 2016 | 08:25 WIB
YLKI Tuding RUU Pertembakauan akan Perparah Tingkat Kemiskinan
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. [Suara.com/dhitya Himawan]

Saat ini Badan Legislasti (Baleg) DPR RI tengah getol merampungkan RUU Pertembakauan, dan akan disahkan pada sidang paripurna DPR dalam waktu dekat, menjadi UU. 

"Jika dilihat dari sisi filosofi dan kontennya, RUU Pertembakauan adalah RUU yang sangat membahayakan ketahanan nasional, baik dari sisi ekonomi, sosial dan bahkan politik," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan resmi, Rabu (27/7/2016).

Menurut Tulus ada beberapa alasan mengapa RUU Pertembakauan harus ditolak. Pertama, RUU Pertembakauan akan mendorong dengan cepat tingkat kemiskinan masyarakat Indonesia. Sebab tujuan utama RUU Pertembakauan adalah meningkatkan produksi rokok nasional, tanpa batas. Sedangkan di sisi lain, kelompok masyarakat yang paling tinggi mengonsumsi rokok di Indonesia adalah rumah tangga miskin. Data BPS membuktikan dengan sangat kuat, bahwa rumah tangga miskin di Indonesia mendedikasikan pendapatannya nomor dua untuk konsumsi rokok (12,4 persen) dari pendapatannya per bulan. Nomor dua setelah konsumsi beras. Masih menurut data BPS, pantas jika konsumsi rokok menjadi pemicu utama tingkat kemiskinan paling tinggi di Indonesia, setelah harga beras.

"Dengan demikian, RUU Pertembakauan akan menjadi instrumen paling ampuh untuk meningkatkan prosentase masyarakat miskin di Indonesia. Target pemerintah dalam memenuhi SDGs akan gagal total jika RUU Pertembakauan disahkan menjadi UU," ujar Tulus. 

Kedua, RUU Pertembakauan akan mengakibatkan pola pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) jebol, dan berdarah-darah, bleeding. Berapapun tarifnya maka tidak akan mampu menanggung biaya operasional, karena jumlah masyarakat yang sakit terus meningkat. Salah satu pemicu utama penyakit utama yang dominan saat ini, seperti stroke, jantung koroner, bahkan diabet, karena tingginya konsumsi rokok. "Tingginya konsumsi rokok, di tengah upaya masih rendahnya kampanye dan perilaku hidup sehat, akan meningkatkan jumlah penyakit tidak menular secara signifikan," jelas Tulus. 

Ketiga, RUU Pertembakauan, adalah agenda terselubung dari kepentingan asing untuk mengukuhkan Indonesia sebagai negara terakhir yang akan dijadikan target pemasarannya. Mengingat jumlah penduduk dan jumlah perokok di Indonesia yang sangat besar, dan dengan pertumbuhan perokok tercepat dan tertinggi di dunia, 14 persen per tahun. Dan, saat ini 188 negara di dunia telah meregulasi dan membatasi konaumsi, penjualan, promosi dan iklan rokok dengan sangat ketat. Hanya Indonesia yang sangat melonggarkan konsumsi, penjualan dan promosi rokok. "Dan RUU Pertembakauan menjadi alat yang paling efektif untuk memudahkan akses dan konsumsi rokok di Indonesia," jelas Tulus.

Mengingat begitu cepatnya pembahasan dan rencana pengesahan RUU Pertembakauan, patut diduga dengan kuat RUU Pertembakauan adalah produk RUU yang transaksional, koruptif dan kolutif. YLKI meminta KPK mengawasi dan menyelidiki proses pembahasan RUU Pertembakauan ini.

"Oleh karena itu, YLKI meminta Presiden Joko Widodo untuk menolak RUU Pertembakauan, karena sangat tidak sejalan dengan Program Nawa Cita; bahkan kontra produktif dengan Nawa Cita. Karena RUU Pertembakauan akan memiskinkan masyarakat Indonesia, membuat program finansial JKN dan BPS jebol, dan menjadi bak sampah raksasa dari industri rokok nasional dan multinasional," tutup Tulus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Blusukan ke Sentra Petani Tembakau di Temanggung

DPR Blusukan ke Sentra Petani Tembakau di Temanggung

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 14:18 WIB

Pimpinan DPR Terima Komnas Pengendalian Tembakau

Pimpinan DPR Terima Komnas Pengendalian Tembakau

News | Senin, 18 Juli 2016 | 17:24 WIB

YLKI: Orang Tua Bisa Gugat RS dan Pemerintah Terkait Vaksin Palsu

YLKI: Orang Tua Bisa Gugat RS dan Pemerintah Terkait Vaksin Palsu

Health | Sabtu, 16 Juli 2016 | 00:12 WIB

KTNA Serukan Perlindungan Pada Petani Tembakau

KTNA Serukan Perlindungan Pada Petani Tembakau

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 10:59 WIB

YLKI Kritik Impor Jeroan Sapi Merendahkan Martabat Bangsa

YLKI Kritik Impor Jeroan Sapi Merendahkan Martabat Bangsa

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 10:37 WIB

YLKI Kritik Pembangunan Jalan Tol Gagal Atasi Macet Arus Mudik

YLKI Kritik Pembangunan Jalan Tol Gagal Atasi Macet Arus Mudik

News | Senin, 04 Juli 2016 | 11:24 WIB

Ketua Panja: Penolakan RUU Pertembakauan Propaganda Hiperbolis

Ketua Panja: Penolakan RUU Pertembakauan Propaganda Hiperbolis

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 03:44 WIB

Kontribusi Pajak Nasional dari Industri Tembakau 52,7 Persen

Kontribusi Pajak Nasional dari Industri Tembakau 52,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 17:09 WIB

YLKI Minta Pengelola Tol Tambah Portable Toilet Saat Mudik

YLKI Minta Pengelola Tol Tambah Portable Toilet Saat Mudik

Ramadan1437h | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:33 WIB

Industri Tembakau di Indonesia Menyerap 5,98 Juta Pekerja

Industri Tembakau di Indonesia Menyerap 5,98 Juta Pekerja

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 15:53 WIB

Terkini

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

×