Emas Turun, Dolar AS Menguat

Ririn Indriani

Kamis, 04 Agustus 2016 | 07:35 WIB
Emas Turun, Dolar AS Menguat
Ilustrasi dolar AS dan emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan data ekonomi AS yang positif dan penguatan dolar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 7,9 dolar AS, atau 0,58 persen, menjadi menetap di 1.364,7 dolar AS per ounce.

Logam mulia berada di bawah tekanan karena laporan ketenagakerjaan yang dirilis oleh Automated Data Processing (ADP), yang berbasis di AS, menunjukkan bahwa angka penggajian sektor swasta lebih tinggi dari yang diperkirakan pada 179.000.

Data yang lebih baik dari perkiraan itu menempatkan tekanan pada logam mulia, karena para investor mengembangkan pandangan yang lebih optimis untuk ekonomi AS.

Emas berada dalam tekanan lebih lanjut ketika dolar AS menguat. Indeks dolar AS naik 0,33 menjadi 95,42 persen pada pukul 17.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia juga terus tertekan karena Dow Jones Industrial Average AS naik 30 poin, atau 0,16 persen pada pukul 17.00 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Demikian sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka emas biasanya turun.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Juli mengumumkan bahwa bank sentral AS membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga selama 2016, tetapi mengingat angka PDB kuartal kedua lebih lemah dari perkiraan, para pedagang yakin itu tidak mungkin.

Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah pada 18 persen pada pertemuan September 2016, 21 persen pada pertemuan November 2016, dan 44 persen pada pertemuan Desember.

Perak untuk pengiriman September turun 23 sen, atau 1,11 persen, menjadi ditutup pada 20,471 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,5 dolar AS, atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 1.169,6 dolar AS per ounce. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Emas Naik Akibat Pasar Tak Pasti Usai Brexit

Harga Emas Naik Akibat Pasar Tak Pasti Usai Brexit

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 07:29 WIB

Harga Emas Terus Menurun

Harga Emas Terus Menurun

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 06:28 WIB

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 20 Mei 2016 | 06:02 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×