UU BUMN Ditargekan Bisa Disahkan Awal 2017

Adhitya Himawan

Kamis, 11 Agustus 2016 | 17:36 WIB
UU BUMN Ditargekan Bisa Disahkan Awal 2017
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Komisi VI DPR-RI menargetkan revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN akan rampung sebelum akhir 2016 kemudian disahkan melalui Sidang Paripurna pada awal 2017.

"Revisi UU BUMN sedang dalam proses penyelesaian. Diharapkan segera rampung dan tidak ada benturan kepentingan dalam pelaksanaan perubahannya," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Nataprawira di sela seminar "Sinergi BUMN : Realisasi Pembentukan Holding", di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Menurut Azam, secara keseluruhan banyak hal yang substansial yang menjadi dasar revisi UU BUMN tersebut, mulai dari definisi BUMN, aset BUMN yang dipisahkan, pembentukan anak usaha, pembentukan holding, pengelolaan korporasi.

"Pengaturan anak perusahaan BUMN yang sebelumnya dianggap bukan sebagai perusahaan milik negara, nantinya statusnya tetap menjadi BUMN namun milik perusahaan induk," ujarnya.

Dalam hal pengembangan bisnis melalui program sinergi, peleburan, penggabungan, pengambilalihan sebaiknya dilakukan antar BUMN yang memiliki sektor usaha sama.

Ia menambahkan, hal lain yang juga krusial dalam revisi UU BUMN tersebut terkait dengan penempatan direksi dna komisaris BUMN yang harus disesuaikan dengan kompetensi yang bersangkutan.

"Penempatan direksi dan komisaris akan menentukan keberhasilan tata kelola perusahaan. Karena itu harus mengedepankan azas profesionalisme agar mampu memberikan kontribusi besar terhadap bisnis perseroan," tegas Azam.

Ia mengakui, selama ini seakan terjadi fenomena menempatkan seseorang yang salah dalam sebuah perisahaan, sehingga menimbulkan benturan kepentingan dalam pengelolaan perusahaan.

Azam juga menambahkan, dari sisi kinerja dan daya saing BUMN juga harus digenjot sehingga tidak lagi "jago kandang".

"Sudah saatnya BUMN lebih efisien, sehat secara keuangan sehingga mampu bersaing dalam melakukan ekspansi ke pasar global," ujarnya.

Dengan begitu tambah Azam, pendirian BUMN itu sendiri sesuai dengan semangat pemerintah bahwa perusahaan milik negara harus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, agen pembangunan dan soko guru perekonomian bangsa.

"Prinsip dasarnya tentu UUD 1945, dimana BUMN itu mengelola sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dan sektor-sektor strategis lainnya demi kepentingan bangsa," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×