Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Hingga 2019, Pemerintah Entaskan 610.000 Rumah Tak Layak Huni

Adhitya Himawan, Bagus Santosa

Sabtu, 08 Oktober 2016 | 22:04 WIB
Hingga 2019, Pemerintah Entaskan 610.000 Rumah Tak Layak Huni
Kunjungan Kementerian PUPR kepada pemukiman warga program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (8/10/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekitar 2,51 juta unit dengan rincian 2,18 juta rawan layak huni dan 0,33 juta benar-benar tak layak huni. Untuk menangani RTLH yang masih cukup banyak di Indonesia tersebut pemerintah memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Pekerjaan rumah bagi kami dalam RPJMN 2015-2019 adalah menurunkan dari 2,51 juta unit RTLH menjadi hanya 1,9 juta unit. Artinya kami harus mengurangi RTLH sebanyak 610.000 unit hingga 2019 nanti," kata Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR Jhony Fajar Sufyan Subrata, di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (7/10/2016)

Pada tahun 2015, Direktorat Rumah Swadaya Kementerian PUPR  telah meningkatkan kualitas 82.245 unit rumah di seluruh Indonesia. Sedangkan target di 2016 adalah 94.210 unit.

"Target kami 94.210 unit dengan rincian 93.210 unit peningkatan kualitas rumah tak layak huni dan seribu untuk pembangunan rumah baru," kata  Jhony.

Pemerintah, imbuh Johny, telah menyalurkan dana BSPS yang besarnya maksimal Rp 15 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp 30 juta untuk pembangunan rumah baru ke seluruh Pemda di seluruh wilayah Indonesia. "Bantuannya bukan full tapi stimulan untuk mendorong masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam meingkatkan kualitas rumahnya," tambah dia.

Sedangkan di Kuningan, program BSPS dilakukan sejak tahun 2008 hingga saat ini. "Sejak 2008 hingga 2016 ini sebanyak 6.463 di Kabupaten Kuningan rumah yang telah kami tingkatkan kualitasnya," terangnya.

Menurut Jhony Pelaksanaan program BSPS yang dilaksanakan di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat menjadi percontohan bagi pemerintah daerah lainnya. Adanya dukungan pemerintah daerah yang baik serta partisipasi aktif dari masyarakat membuat program yang dikenal dengan istilah bedah rumah tersebut mampu meningkatkan kualitas rumah masyarakat dengan dana stimulan yang diberikan oleh Kementerian PUPR.

"Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat mengajak peran masyarakat untuk saling membantu dan bergotong royong dalam membangun rumah masyarakatnya dengan dana stimulan yang kami berikan. Keseriusan Pemkab Kuningan itu bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain," ujarnya kepada para wartawan di Pendopo Kabupaten Kuningan.

 Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama menyatakan, program BSPS sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat di daerahnya. Adanya sikap saling gotong royong atau istilahnya saling menitipkeun bahan bangunan antar tetangga membuat hasil pembangunan rumahnya cukup baik di lapangan.

"Besarnya bantuan stimulan dari pemerintah kalau di lihat secara angka memang belum mencukupi. Tapi dengan gotong royong warga maka hasil pembangunannya sangat baik dan memenuhi kriteria rumah yang layak," tandasnya.

Sikap gotong royong tersebut, Acep mencontohkan adalah 'Arisan Rumah, maksudnya, setiap ada salah satu penduduk yang sedang membangun rumah maka setiap tetangganya akan menyimpan satu sak semen, begitu seterusnya bila dikemudian hari tetangganya tersebut juga membangun rumah.

"Kita bisa lihat bahwa dengan bantuan maksimal 15 juta rumah bisa berdiri bagus seperti rumah dengan nilai bangunan 60 juta, dan potensi yang kami miliki adalah semangat gotong royong," tambah Acep.

Berdasarkan data yang dimiliki dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan yang melakukan pendataan rumah tidak layak huni, sekitar 14.000 rumah warga tercatat tidak layak huni dan baru sekitar 6.500 rumah yang dapat di tangani dan mendapat bantuan BSPS.

"Kami juga telah menyediakan dana APBD untuk program serupa yang besar anggarannya Rp 4 juta per unit rumah. Dan kami juga mengajak perusahaan - perusahaan yang ada di Kabupaten Kuningan untuk menyalurkan dana CSR nya untuk membantu program bedah rumah bagi warga yang ada di sekitarnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 3 Program Prioritas Pemerintah untuk Bangun Infrastruktur

Ini 3 Program Prioritas Pemerintah untuk Bangun Infrastruktur

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:57 WIB

Basuki Optimis Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer Tercapai

Basuki Optimis Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer Tercapai

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:52 WIB

Di Kuningan, 'Saling Nitipkeun' Benahi Rumah Tak Layak Huni

Di Kuningan, 'Saling Nitipkeun' Benahi Rumah Tak Layak Huni

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 05:32 WIB

Permintaan Bantuan Rumah Murah Naik Jelang Akhir Tahun

Permintaan Bantuan Rumah Murah Naik Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 05:13 WIB

Ketersediaan Infrastruktur Buruk, Daya Saing Indonesia Turun

Ketersediaan Infrastruktur Buruk, Daya Saing Indonesia Turun

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 21:07 WIB

Percepat Pembebasan Lahan, Penyerapan Anggaran PUPR Naik

Percepat Pembebasan Lahan, Penyerapan Anggaran PUPR Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 18:31 WIB

Menteri Basuki Menerima Penghargaan Adi Karsa Utama dari ITERA

Menteri Basuki Menerima Penghargaan Adi Karsa Utama dari ITERA

Press Release | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 18:18 WIB

Jalan Amblas di Jalan Utama Bandung-Cirebon Sudah Dapat Dilewati

Jalan Amblas di Jalan Utama Bandung-Cirebon Sudah Dapat Dilewati

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:49 WIB

SPAM Banjarbakula akan Suplai Air Baku ke PDAM Bandarmasih

SPAM Banjarbakula akan Suplai Air Baku ke PDAM Bandarmasih

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:36 WIB

Pembangunan Jembatan Basirih Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Pembangunan Jembatan Basirih Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:29 WIB

Terkini

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB