Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Pasar Saham AS Masih Tertekan Isu Pilpres

Adhitya Himawan

Rabu, 02 November 2016 | 09:23 WIB
Pasar Saham AS Masih Tertekan Isu Pilpres
Donald Trump dan Hillary Clinton dalam debat capres kedua di Washington University, (9/10). (AFP)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (1/11/2016) ditutup turun sebesar 6 poin atau 0,12 persen ke level 5.416 setelah bergerak di antara 5.415-5.439. Sebanyak 125 saham naik, 180 saham turun, 89 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 6.974 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net sell) Rp 91 miliar.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, Rabu (2/11/2016).

Pasar Amerika berakhir melemah seiring berita pemilu belakangan ini dan pertemuan Federal Reserve membuat investor was-was. Investor juga fokus terhadap the Fed, seiring bank sentral memulai pertemuan 2-harian pada hari Selasa. Sementara bank sentral diperkirakan akan mempertahanakn suku bunga, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga di bulan Desember lebih dari 70 persen.

"Dow Jones melemah 0,58 persen ke level 18,037. Nasdaq melemah 0,72 persen ke level 4,766 dan S&P melemah 0,68 persen ke level 2,111," kata Hans.

Pasar Eropa kembali ditutup melemah setelah investor kembali mencerna corporate earnings dan menantikan hasil keputusan Federal Reserve pada hari Rabu (2/11/2016), terkait tingkat suku bunga AS. Sementara ini investor masih menantikan hasil pemi-lu AS yang akan dilaksanakan minggu depan tanggal 8 November 2016. Investor percaya bahwa ketidakstabilan perpolitikan AS ini berpotensi menggerakkan perekonomian dunia, termasuk Eropa.

"FTSE melemah 0,53 persen ke level 6,917, CAC melemah 0,86 persen ke level 4,470 dan DAX melemah 1,30 persen ke level 10,526," tutup Hans.

Badan Pusat Statistik (BPS) melihat inflasi di akhir tahun ini bisa dijaga di bawah level 4 persen. Namun, pemerintah harus mewaspadai potensi lonjakan inflasi. Meski demikian, Diputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengatakan, pemerintah masih harus mewaspadai sejumlah komponen yang berpotensi mengerek inflasi akhir tahun. Ia mengatakan, pemerintah perlu mewaspadai potensi kenaikan harga beras di November dan Desember.

Ke depan beras akan naik terus karena sudah lewat musimnya. Tak hanya itu, pemerintah juga perlu mewaspadai potensi berlanjutnya kenaikan harga cabai merah. Sebab, cabai merah memberikan andil 0,7 persen terhadap inflasi nasional. Selain itu, potensi kenaikan tarif transportasi umum baik darat maupun udara juga perlu diwaspadai seiring dengan musim Natal dan tahun baru. Ia memperkirakan, inflasi akhir tahun ini bisa berada di kisaran 3,5 persen, bahkan lebih rendah dari itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Reliance Securities Raih Pendapatan Usaha Rp81 Miliar

Reliance Securities Raih Pendapatan Usaha Rp81 Miliar

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 08:51 WIB

Pasar Saham AS Melemah Terpengaruh Kasus Email Hillary Clinton

Pasar Saham AS Melemah Terpengaruh Kasus Email Hillary Clinton

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 08:42 WIB

Marketing Sales Agung Podomoro Naik 20,8 Persen di Q3 2016

Marketing Sales Agung Podomoro Naik 20,8 Persen di Q3 2016

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:59 WIB

Pasar Saham Eropa Menguat Ditopang Penguatan Harga Minyak

Pasar Saham Eropa Menguat Ditopang Penguatan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:50 WIB

IPO ZTO Express di Pasar Saham AS Tecatat Terbesar dari Cina

IPO ZTO Express di Pasar Saham AS Tecatat Terbesar dari Cina

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 08:27 WIB

Astra Graphia Raih Pendapatan Rp1,7 Triliun di Q3 2016

Astra Graphia Raih Pendapatan Rp1,7 Triliun di Q3 2016

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 08:33 WIB

Menguatnya Wall Street Picu Saham Eropa Melemah

Menguatnya Wall Street Picu Saham Eropa Melemah

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 08:25 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Kisaran 5.380 dan 5.460

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Kisaran 5.380 dan 5.460

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:49 WIB

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:34 WIB

Japfa Rilis Obligasi Senilai Rp1 Triliun

Japfa Rilis Obligasi Senilai Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 09:34 WIB

Terkini

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB