Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Pasar Saham AS Masih Tertekan Isu Pilpres

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 02 November 2016 | 09:23 WIB
Pasar Saham AS Masih Tertekan Isu Pilpres
Donald Trump dan Hillary Clinton dalam debat capres kedua di Washington University, (9/10). (AFP)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (1/11/2016) ditutup turun sebesar 6 poin atau 0,12 persen ke level 5.416 setelah bergerak di antara 5.415-5.439. Sebanyak 125 saham naik, 180 saham turun, 89 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 6.974 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net sell) Rp 91 miliar.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, Rabu (2/11/2016).

Pasar Amerika berakhir melemah seiring berita pemilu belakangan ini dan pertemuan Federal Reserve membuat investor was-was. Investor juga fokus terhadap the Fed, seiring bank sentral memulai pertemuan 2-harian pada hari Selasa. Sementara bank sentral diperkirakan akan mempertahanakn suku bunga, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga di bulan Desember lebih dari 70 persen.

"Dow Jones melemah 0,58 persen ke level 18,037. Nasdaq melemah 0,72 persen ke level 4,766 dan S&P melemah 0,68 persen ke level 2,111," kata Hans.

Pasar Eropa kembali ditutup melemah setelah investor kembali mencerna corporate earnings dan menantikan hasil keputusan Federal Reserve pada hari Rabu (2/11/2016), terkait tingkat suku bunga AS. Sementara ini investor masih menantikan hasil pemi-lu AS yang akan dilaksanakan minggu depan tanggal 8 November 2016. Investor percaya bahwa ketidakstabilan perpolitikan AS ini berpotensi menggerakkan perekonomian dunia, termasuk Eropa.

"FTSE melemah 0,53 persen ke level 6,917, CAC melemah 0,86 persen ke level 4,470 dan DAX melemah 1,30 persen ke level 10,526," tutup Hans.

Badan Pusat Statistik (BPS) melihat inflasi di akhir tahun ini bisa dijaga di bawah level 4 persen. Namun, pemerintah harus mewaspadai potensi lonjakan inflasi. Meski demikian, Diputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengatakan, pemerintah masih harus mewaspadai sejumlah komponen yang berpotensi mengerek inflasi akhir tahun. Ia mengatakan, pemerintah perlu mewaspadai potensi kenaikan harga beras di November dan Desember.

Ke depan beras akan naik terus karena sudah lewat musimnya. Tak hanya itu, pemerintah juga perlu mewaspadai potensi berlanjutnya kenaikan harga cabai merah. Sebab, cabai merah memberikan andil 0,7 persen terhadap inflasi nasional. Selain itu, potensi kenaikan tarif transportasi umum baik darat maupun udara juga perlu diwaspadai seiring dengan musim Natal dan tahun baru. Ia memperkirakan, inflasi akhir tahun ini bisa berada di kisaran 3,5 persen, bahkan lebih rendah dari itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Reliance Securities Raih Pendapatan Usaha Rp81 Miliar

Reliance Securities Raih Pendapatan Usaha Rp81 Miliar

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 08:51 WIB

Pasar Saham AS Melemah Terpengaruh Kasus Email Hillary Clinton

Pasar Saham AS Melemah Terpengaruh Kasus Email Hillary Clinton

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 08:42 WIB

Marketing Sales Agung Podomoro Naik 20,8 Persen di Q3 2016

Marketing Sales Agung Podomoro Naik 20,8 Persen di Q3 2016

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:59 WIB

Pasar Saham Eropa Menguat Ditopang Penguatan Harga Minyak

Pasar Saham Eropa Menguat Ditopang Penguatan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:50 WIB

IPO ZTO Express di Pasar Saham AS Tecatat Terbesar dari Cina

IPO ZTO Express di Pasar Saham AS Tecatat Terbesar dari Cina

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 08:27 WIB

Astra Graphia Raih Pendapatan Rp1,7 Triliun di Q3 2016

Astra Graphia Raih Pendapatan Rp1,7 Triliun di Q3 2016

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 08:33 WIB

Menguatnya Wall Street Picu Saham Eropa Melemah

Menguatnya Wall Street Picu Saham Eropa Melemah

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 08:25 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Kisaran 5.380 dan 5.460

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Kisaran 5.380 dan 5.460

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:49 WIB

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:34 WIB

Japfa Rilis Obligasi Senilai Rp1 Triliun

Japfa Rilis Obligasi Senilai Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 09:34 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB