Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Naik 23,41 Persen

Ririn Indriani

Minggu, 27 November 2016 | 07:10 WIB
Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Naik 23,41 Persen
Ilustrasi kerajinan khas Indonesia.

Suara.com - Bali memperoleh devisa dari ekspor kerajinan berbahan baku bambu sebesar 7,59 juta dolar AS selama sembilan bulan, periode Januari-September 2016, naik 23,41 persen dari 6,15 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sedangkan dari segi volume meningkat 4,47 persen dari 4,45 juta unit pada sembilan bulan pertama 2015 menjadi 4,65 juta unit pada periode yang sama 2016," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Made Suastika di Denpasar, Minggu (27/11/2016).

Ia mengatakan, pengapalan aneka jenis kerajinan berbahan baku bambu dari segi perolehan devisa jauh lebih besar dibandingkan peningkatan volume itu menunjukkan hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali dihargai semakin mahal.

Kerajinan anyaman berbahan baku bambu itu mampu memberikan kontribusi 1,87 persen dari total nilai ekspor Bali sebesar 406,31 juta dolar AS selama sembilan bulan pertama 2016, meningkat 13,75 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 357,199 juta dolar AS.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali sebelumnya pernah mengajak delapan perajin bambu dari Kabupaten Bangli untuk mengadakan studi banding ke sentra pengembangan kerajinan bambu di Jawa Timur.

Studi banding yang dilaksanakan itu sebagai upaya meningkatkan wawasan, kreativitas dan rancang bangun (desain) dalam meningkatkan mutu hasil kerajinan bahan baku bambu.

Made Suastika menambahkan, pihaknya juga melakukan pelatihan desain dan diversifikasi produk kerajinan bambu melibatkan para perajin dan usaha jenis kerajinan tersebut.

Kerajinan berbahan baku bambu yang menembus pasaran luar negeri itu antara lain berupa tempat koran, bakul, topi berbentuk kerucut, dompet dan hiasan untuk kamar tamu rumah tempat tinggal maupun hotel.

Selain itu juga ada berupa patung dan aneka jenis cenderamata lainnya yang dibuat dari akar bambu.

Aneka jenis hasil kerajinan dari bahan baku bambu itu paling banyak diserap pasar Amerika Serikat yakni 25,23 persen, menyusul Jepang 15,35 persen, Singapura 0,24 persen, Australia 6,98 persen, Thailand 0,11 persen, Jerman 2,79 persen, Hongkong 0,10 persen, Perancis 6,76 persen, Spanyol 5,15 persen dan Inggris 4,56 persen.

Sedangkan 32,75 persen sisanya menembus berbagai negara lainnya berkat cenderamata hasil sentuhan perajin Bali mampu bersaing di pasar ekspor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengais Rejeki Melimpah dari 'Emas Hijau' Bambu

Mengais Rejeki Melimpah dari 'Emas Hijau' Bambu

Bisnis | Sabtu, 23 Januari 2016 | 10:36 WIB

Nilai Ekspor Kerajinan Perak Bali Naik 189 Persen

Nilai Ekspor Kerajinan Perak Bali Naik 189 Persen

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2015 | 09:48 WIB

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 12:11 WIB

Terkini

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu

Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:20 WIB

United for Jakarta, Misi Besar Bank Jakarta Bawa Persija Angkat Trofi di HUT ke-500

United for Jakarta, Misi Besar Bank Jakarta Bawa Persija Angkat Trofi di HUT ke-500

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Ancaman Perang Dongkrak Harga Emas, Logam Mulia Lokal Sudah Ada Tanda-tanda Naik

Ancaman Perang Dongkrak Harga Emas, Logam Mulia Lokal Sudah Ada Tanda-tanda Naik

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:08 WIB

2 Cushion Make Over dengan 25 Shades, Pilih Hydrastay atau Powerstay?

2 Cushion Make Over dengan 25 Shades, Pilih Hydrastay atau Powerstay?

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:05 WIB

5 Sampo Khusus Rambut Berwarna Biar Awet dan Tahan Lama

5 Sampo Khusus Rambut Berwarna Biar Awet dan Tahan Lama

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Opini WTP, BPK Catat Perbaikan Pengelolaan Keuangan

Kementerian ESDM Raih Opini WTP, BPK Catat Perbaikan Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:56 WIB

Tinted Sunscreen Somethinc untuk Kulit Apa? Ini Penjelasannya Lengkap dengan Review Pembeli

Tinted Sunscreen Somethinc untuk Kulit Apa? Ini Penjelasannya Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru

Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:31 WIB

×