Pemerintah Masih Evaluasi Perpanjangan Kontrak Freeport

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 Desember 2016 | 15:20 WIB
Pemerintah Masih Evaluasi Perpanjangan Kontrak Freeport
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim hari ini mendatangi DPR RI. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengaku saat ini tengah melakukan evaluasi perpanjangan kontrak milik PT Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2021. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengaku evaluasi tersebut sangat dibutuhkan oleh Perusahaan untuk meningkatkan investasinya didalam negeri.

"Pemerintah sedang melakukan evaluasi keseluruhan termasuk masalah perpanjangan Freeport," kata Bambang dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Perpanjangan operasi tambang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara. Dimana dlaam peraturan tersebut disebutkan batas waktu paling cepat pengajuan perpanjangan operasi pertambangan 2 tahun sebelum masa kontrak habis, dan paling lambat enam bulan sebelum masa kontrak habis. Masa pengajuan perpanjangan kontrak yang tercantum dalam PP 77 tenyata membuat adanya ketidakpatian bagi para pengusaha.

Hal ini menyusul adanya permintaan dari Freeport Indonesia yang menginginkan kejelasan perpanjangan operasi dari Pemerintah jika ingin pengembangan kapasitas fasilitas pengoahan dan pemurnian (smelter) Gresik dilakukan. Presiden Direktur PTFI Chappy Hakim mengatakan, kesiapan Freeport membangun smelter juga sangat bergantung pada perpanjangan izin ekspor konsentrat yang akan berakhir pada 2021. Apabila Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberi perpanjangan, Chappy berjanji akan membangun smelter.

Dia menambahkan untuk membangun smelter, Freeport membutuhkan dana yang mencapai 2,2 miliar dolar AS. Anggaran tersebut baru bisa dipenuhi jika perusahaan asal Amerika Serikat ini mendapatkan perpanjangan kontrak.

"Kita juga menunggu kepastian perpanjangan kontrak (berakhir 2021) yang berhubungan erat dengan ketersedian dana untuk pembangunan smelter. Itu gambaran besarnya," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyentil Chappy yang terkesan bertele-tele saat mengungkapkan alasannya terkait progres pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia yang hingga saat ini belum juga dibangun. Padahal pembangunan smelter di dalam negeri ini merupakan salah satu prasyarat dari pemerintah jika PTFI ingin konraknya diperpanang dan mengantongi izin ekspor mineral mentah.

Bahkan, Kurtubi menilai, alasan yang bertele-tele tersebut sengaja dilakukan agar Freeport mendapatkan kembali perpanjangan izin ekspor konsentrat selama enam bulan ke depan.

“Ini kan (rencana pembangunan smelter) sudah dibicarakan sejak 2015 lalu. Tapi kenapa sampai sekarang sudah mau 2017 tapi belum ada progresnya. Ini akal-akalan saja supaya izin ekspor konsentrat keluar setiap enam bulan sekali atau bagaimana,” kata Kurtubi.

Selain itu, Kurtubi juga menyindir pemerintah yang berencana akan memperpanjang izin ekspor konsentrat Freeport pada 2017 mendatang. Padahal, pembebasan lahan di Gresik belum juga dilakukan oleh Freeport. Menurutnya, jika Freeport sudah siap melakukan aktivitas pembangunan smelter di Gresik tidak ada masalah jika izin ekspor konsentrat diperpanjang.

“Lahan aja masih dikuasai Gresik, progress sewa juga belum jalan, gimana mau ada aktivitas. Harusnya ini diselesaikan dulu kalau memang mau bangun smelter di Indonesia,” tegasnya.

Kurtubi menilai, Freeport tidak memiliki keseriusan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga atau smelter di Indonesia.Terlebih lagi apabila mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Minerba), smelter seharus sudah selesai dibangun paling lambat lima tahun setelah UU tersebut berlaku atau pada 2014. Kenyataannya, dari hasil evaluasi pembangunan smelter Freeport yang akan dilakukan di Gresik, Jawa Timur belum juga menunjukkan progress yang signifikan.

“Oleh sebab itu, Freeport tidak layak diberikan perpanjangan izin ekspor konsentrat. Ini kelima kalinya Freeport diberikan izin ekspor konsentrat oleh pemerintah, tapi progres pembangunan smelter-nya baru 11,5 persen. Mau diberikan berapa kali lagi untuk menunggu mereka (Freeport) menyelesaikan pembangunan smelternya?" kata Kurtubi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Freeport Berdalih Terkendala Lahan, Petrokimia: Lahan Sudah Siap

Freeport Berdalih Terkendala Lahan, Petrokimia: Lahan Sudah Siap

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 14:43 WIB

Freeport Menolak Bangun Smelter Sebelum Perpanjangan Kontrak

Freeport Menolak Bangun Smelter Sebelum Perpanjangan Kontrak

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:35 WIB

Bos Baru Freeport Ditagih Keseriusan Bangun Smelter

Bos Baru Freeport Ditagih Keseriusan Bangun Smelter

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:30 WIB

Chappy Bos Freeport, ESDM: Belum Ada Laporan Perubahan Direksi

Chappy Bos Freeport, ESDM: Belum Ada Laporan Perubahan Direksi

Bisnis | Senin, 21 November 2016 | 20:12 WIB

Mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim Akan Jadi Presdir Freeport

Mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim Akan Jadi Presdir Freeport

Bisnis | Senin, 21 November 2016 | 12:20 WIB

Ada Perbedaan Pendapat Soal Pemulihan Nama Setya Novanto di MKD

Ada Perbedaan Pendapat Soal Pemulihan Nama Setya Novanto di MKD

News | Jum'at, 30 September 2016 | 13:33 WIB

MKD Tak Bisa Rehabilitasi Jabatan Novanto sebagai Ketua DPR

MKD Tak Bisa Rehabilitasi Jabatan Novanto sebagai Ketua DPR

News | Rabu, 28 September 2016 | 18:40 WIB

Ketua DPR Belum Bersikap Soal Pemulihan Nama Baik Setya Novanto

Ketua DPR Belum Bersikap Soal Pemulihan Nama Baik Setya Novanto

News | Rabu, 28 September 2016 | 17:25 WIB

Skandal 'Papa Minta Saham', MKD Pulihkan Nama Setya Novanto

Skandal 'Papa Minta Saham', MKD Pulihkan Nama Setya Novanto

News | Rabu, 28 September 2016 | 12:55 WIB

Pimpinan DPR Belum Terima Surat Pengajuan Rehabilitasi Novanto

Pimpinan DPR Belum Terima Surat Pengajuan Rehabilitasi Novanto

News | Kamis, 15 September 2016 | 18:49 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×