Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Uang Tebusan Tax Amnesty Periode II Lebih Rendah dari Periode I

Adhitya Himawan | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 29 Desember 2016 | 10:18 WIB
Uang Tebusan Tax Amnesty Periode II Lebih Rendah dari Periode I
Gedung Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (17/4/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]
Program Tax Amnesty periode II akan berakhir pada 31 Desember 2016. Hingga saat ini, uang tebusan yang didapat dari program tersebut mencapai Rp7,5 triliun. 
 
Jumlah ini timpang jauh dengan uang tebusan pada program Tax Amnesty periode I. Pada periode pertama, uang tebusan yang didapat dari Program Tax Amnesty mencapai Rp93,7 triliun.
 
Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, ketimpangan ini terjadi karena beberapa faktor.
 
"Yang (tahap) pertama tarifnya rendah, 2 persen. Sehingga yang punya harta gede-gede, mereka mengejar di tahap periode pertama kemarin. Makannya tahap pertama, pada bulan September itu begitu banyak wajib pajak besar yang membayar, melakukan tax amnesty dan membayar uang tebusan sampai 93,7 triliun itu," kata dia.
 
Program Tax Amnesty ini dilakukan tiga periode, pertama pada Juni-September, kedua pada Oktober-Desember, ketiga pada Januari-Maret. Beban tebusannya juga berbeda, pada periode pertama 2 persen, periode kedua 3 persen, dan periode ketiga 5 persen.
 
"Kenapa tebusannya tidak sebesar kemarin? Karena memang sudah banyak kebanyakan yang hartanya triliunan itu ikut di periode pertama mereka memanfaatkan tarif yang pertama, yang rendah," kata Hestu‎.

‎Untuk periode II ini, Hestu menerangkan, sudah ada 170 ribu orang wajib pajak yang ikut program Tax Amnesty. 70 persen dari jumlah itu, sambung Hestu, merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
 
Lalu, apakah pada periode ketiga nanti uang tebusannya akan lebih rendah? Hestu tidak berani berspekulasi.
 
‎"Kita lihat saja. Periode ketiga mungkin akan berbreda situasinya karena itu periode terakhir setelah itu nggak ada amnesti. Tapi kita berusaha saja meminta kepada mereka yang belum benar, belum tertib SPT-nya untuk ikut amnesti semua. Periode ketiga nanti juga lebih akan didominasi oleh UMKM karena begitu banyak UMKM kita yang bicara perpajakan itu belum melaksanakan dengan baik," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara-gara Sibuk, Irjen Kemendikbud Baru Laporkan Tax Amnesty

Gara-gara Sibuk, Irjen Kemendikbud Baru Laporkan Tax Amnesty

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2016 | 09:53 WIB

Menkeu Tak Masalah Peserta Tax Amnesty Gunakan Konsultan Pajak

Menkeu Tak Masalah Peserta Tax Amnesty Gunakan Konsultan Pajak

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2016 | 04:37 WIB

Misbakhun Optimis Tax Amnesty akan Capai Rp165 Triliun

Misbakhun Optimis Tax Amnesty akan Capai Rp165 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2016 | 13:47 WIB

Ditjen Pajak Pantau Harta Wajib Pajak dari Saham Hingga Tanah

Ditjen Pajak Pantau Harta Wajib Pajak dari Saham Hingga Tanah

Bisnis | Kamis, 22 Desember 2016 | 09:30 WIB

Dirjen Pajak Kirim Surat Cinta ke Wajib Pajak via Email

Dirjen Pajak Kirim Surat Cinta ke Wajib Pajak via Email

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 15:01 WIB

Google Tak Mau Bayar Pajak, Dirjen Pajak: Ya Dimasukkan Penjara

Google Tak Mau Bayar Pajak, Dirjen Pajak: Ya Dimasukkan Penjara

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 14:22 WIB

Penerimaan Tax Amnesty Hari Ini Rp101 Triliun

Penerimaan Tax Amnesty Hari Ini Rp101 Triliun

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 12:32 WIB

Sri Mulyani: 2017, Tim Reformasi Mulai Bekerja

Sri Mulyani: 2017, Tim Reformasi Mulai Bekerja

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 12:51 WIB

Siapa Saja Tokoh Yang Masuk Tim Reformasi Perpajakan?

Siapa Saja Tokoh Yang Masuk Tim Reformasi Perpajakan?

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 10:36 WIB

Politisi Golkar Akui Tax Amnesty Periode II Mengendur

Politisi Golkar Akui Tax Amnesty Periode II Mengendur

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 08:11 WIB

Terkini

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:18 WIB

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB