Serpihan Kaca Ini Berhasil 'Disulap' dan Tembus Ekspor

Dythia Novianty

Senin, 09 Januari 2017 | 06:57 WIB
Serpihan Kaca Ini Berhasil 'Disulap' dan Tembus Ekspor
Ilustrasi daur ulang serpihan kaca. [Shutterstock]

Suara.com - Kerajinan mozaik seni dari daur ulang limbah kaca yang dikembangkan Suyanto, Warga Dusun Semoyan, Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara Asia dan Timur Tengah.

"Karya seni mozaik limbah kaca ini mampu menembus sejumlah pasar di beberapa negara seperti Brunai Darussalam, Timur Tengah, Australia, Jepang, Malaysia dan Thailand," kata perajin seni mozaik limbah kaca Suyanto, Senin (9/1/2017).

Menurut dia, bisnis daur ulang limbah kaca ini telah menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan, yang tidak butuh modal besar.

"Modalnya cukup keberanian untuk memulai dan kretativitas untuk menciptakan karya seni. Serpihan kaca limbah berbagai warna ini dapat dikreasikan dan dipadukan dengan berbagai pola tertentu menjadi berbagai karya seni yang indah dan bernilai ekonomi tinggi," ujar Suyanto.

Ia mengatakan, limbah kaca berbagai yang diambilnya dari toko kaca, toko barang bekas dan tempat sampah ia potong-potong untuk membentuk suatu pola karya seni yang indah.

"Potongan-potongan kaca kecil-kecil tersebut dirangkai sesuai pola dan gambar yang kita inginkan, dengan menggunakan lem," kata pemilik Surya Citra Mozaik ini.

Suyanto mengatakan, gabungan dari serpihan kaca ini dikreasikan dalam bentuk kotak tisu, mirror, vas bunga, kap lampu, jam dinding, kaligrafi dan banyak lagi pola yang menarik.

"Kita melihat limbah kaca kan bahan organik yang gak bisa busuk, kita inovasi, kita buat produk yang bisa bermanfaat nilai ekonomi dan fungsinya," katanya.

Dia menambahkan, usaha yang dirintisnya sejak 2010 ini terus mengalami permintaan dari tahun ke tahun dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga belasan juta rupiah tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

baca juga

"Dalam proses pembuatannya memang dibutuhkan konsentrasi dan ketelitian sendiri. Untuk menyelesaikan satu buah karya biasanya membutuhkan waktu minimal tiga hari. Dengan dibantu istri, setiap bulan rata-rata ada 15 karya yang mampu dipasarkan. Omzet rata-rata Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan," pungkasnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lindungi Konsumen, Lima Kementerian Sinergi Pengawasan Barang

Lindungi Konsumen, Lima Kementerian Sinergi Pengawasan Barang

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 14:30 WIB

Perpanjangan  Izin Tambang Dinilai Rawa Suap

Perpanjangan Izin Tambang Dinilai Rawa Suap

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2016 | 05:55 WIB

LPEM UI Klaim Larangan Ekspor Mineral Mentah Berdampak Positif

LPEM UI Klaim Larangan Ekspor Mineral Mentah Berdampak Positif

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 15:05 WIB

Ekspor Indonesia Januari-November 2016 Turun 5,63 Persen

Ekspor Indonesia Januari-November 2016 Turun 5,63 Persen

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 13:46 WIB

Produksi Karet Alam Indonesia di 2016 Diprediksi 3,1 Juta Ton

Produksi Karet Alam Indonesia di 2016 Diprediksi 3,1 Juta Ton

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 03:18 WIB

Terkini

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:08 WIB

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:01 WIB

×