Sri Mulyani Dicecar DPR Soal JPMorgan dan STNK

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 18 Januari 2017 | 13:57 WIB
Sri Mulyani Dicecar DPR Soal JPMorgan dan STNK
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat perdana Tim Reformasi Perpajakan, Jakarta, Selasa (20/12/2016). [Dok Ditjen Bea Cukai]

Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini dipanggil komisi XI DPR RI untuk menghadiri rapat yang membahas evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) dan Outlook Perekonomian Tahun 2017.

Disela-sela rapat yang dimulai pukul 11.30 tersebut, Ani diminta oleh Komisi XI pemutusan kerjasama dengan JPMorgan Chase Bank yang dinilai mengganggu stabilitas keuangan dan penjelasan menganai kenaikan tarif tarif administrasi penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), hingga Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). 
 
"Coba dijelaskan ibu menteri, kenapa hal tersebut bisa terjadi. Bisa dijelaskan secara detail disini," kata Melchias Marcus Mekeng di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).
 
Menanggapi hal tersebut, Ani bercerita,dalam rangka penerbitan surat utang negara (SUN), pemerintah bekerjasama dengan berbagai lembaga keuangan, salah satunya adalah dengan JPMorgan.
 
"Jadi JPMorgan ini memfasilitasi pemerintah mendapatkan tawaran yang terbaik, baik dari sisi harga, yield, dan maturity sehingga kita punya profil risiko yang paling kecil," katanya.
 
Namun, lanjut Ani, pada November yang lalu, JPMorgan Chase & Co menurunkan rating Indonesia menjadi underweight dari sebelumnya overweight pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.
 
"Oleh sebab itu,Pemerintah pun memutuskan kerjasama dengan JPMorgan. Kami juga menilai analisis JPMorgan yang menurunkan rating Indonesia itu berpotensi mengganggu stabilitas keuangan nasional," katanya.
 
Dengan adanya pemutusan hubungan kerjasama dengan JPMorgan ini, maka pemerintah tidak lagi mendapat setoran dari negara manapun yang tergabung dalam JPMorgan.
 
Terkait Tarif STNK, Ani menilai, kenaikan hal itu merupakan hal yang wajar. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara menilai kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, sudah lama PNBP di Polri tidak pernah naik.
 
"Untuk PNBP, kami memang selalu update untuk setiap tahun, untuk Polri, semenjak 2010 itu tidak pernah dilakukan update terhadap tarif," kata Ani.
 
Ia menjelaskan, kenaikan tarif ini juga merupakan penyesuaian kenaikkan inflasi dan juga upaya untuk memperbaiki dan terus meningkatkan layanan kepada seluruh masyarakat.
 
Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh kementerian atau lembaga, termasuk Polri, yang menaikan tarif PNBP harus memberikan bukti adanya perubahan dari kualitas layanannya.
 
"Jadi harus menggambarkan lebih efisien, baik, terbuka dan kredibel, sehingga masyarakat bisa lebih percaya terhadap jasa yang diberikan oleh pemerintah dengan baik," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Penerimaan Pajak

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Penerimaan Pajak

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 12:53 WIB

Kemenkeu Segera Bikin Regulasi Ekspor Mineral Mentah

Kemenkeu Segera Bikin Regulasi Ekspor Mineral Mentah

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 20:52 WIB

Kejar Target Pajak, Sri Mulyani Gandeng TNI

Kejar Target Pajak, Sri Mulyani Gandeng TNI

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 15:15 WIB

Penerimaan Pajak Sepanjang 2016 Mencapai Rp1.104 Triliun

Penerimaan Pajak Sepanjang 2016 Mencapai Rp1.104 Triliun

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 13:55 WIB

Pemerintah Cemas Tax Ratio Indonesia Terus Turun Hingga 11 Persen

Pemerintah Cemas Tax Ratio Indonesia Terus Turun Hingga 11 Persen

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 12:44 WIB

Pengamat: JPMorgan Lakukan Blunder di Indonesia

Pengamat: JPMorgan Lakukan Blunder di Indonesia

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 20:59 WIB

JPMorgan Akhirnya Naikkan Peringkat Ekuitas Indonesia

JPMorgan Akhirnya Naikkan Peringkat Ekuitas Indonesia

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 20:47 WIB

Sri Mulyani Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK

Sri Mulyani Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 20:44 WIB

Dirjen Bea Cukai Siapkan 6 Kebijakan untuk 2017

Dirjen Bea Cukai Siapkan 6 Kebijakan untuk 2017

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 19:46 WIB

Misbakhun Waswas Ijon Cukai Mengurangi Kredibilitas APBN 2017

Misbakhun Waswas Ijon Cukai Mengurangi Kredibilitas APBN 2017

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 18:30 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×