FPR: Pemerintah Tebar Nasionalisme Palsu Soal Negosiasi Freeport

Adhitya Himawan

Kamis, 20 April 2017 | 08:02 WIB
FPR: Pemerintah Tebar Nasionalisme Palsu Soal  Negosiasi Freeport
Aksi menuntut nasionalisasi PT Freeport Indonesia di Jakarta, Kamis (26/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Koordinator Front perjuangan Rakyat (FPR), Rudi B Daman, mengatakan Kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ke Indonesia pada 19-20 April 2017 merupakan usaha imperialis AS untuk semakin mengokohkan dominasi dan kontrolnya terhadap Indonesia serta regional Asia Pasifik. Pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas kelanjutan Kemitraan Strategis AS-Indonesia (yang pernah ditandatangani di tahun 2015) hanya bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negeri yang harus patuh terhadap dikte ekonomi, politik, dan keamanan imperialis AS.

"Krisis ekonomi global yang semakin memburuk akibat sistem dalam kapitalis global menjadikan imperialis AS menjadi semakin agresif untuk menguasai teritori bagi penguasaan bahan mentah (raw materials), menjalankan politik upah murah bagi pekerja, penguasaan pasar dan jalur perdagangan, dan perluasan kontrol militernya di seluruh negeri," kata Rudi dalam keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Krisis ini menjadikan Rusia dan Cina dipandang imperialis AS sebagai ancaman dominasi dan pengaruhnya di dunia. Saat ini AS semakin meningkatkan agresi dan intervensi militernya di dunia agar dapat di bawah kontrol dan dominasinya.

Dalam seminggu terakhir April 2017 ini, AS memprovokasi agar pecah perang di Semenanjung Korea dengan isu uji coba peluncuran senjata nuklir oleh Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK). Maksud provokasi ini adalah menundukkan negeri dan rakyat Korea di bawah kontrol sepenuhnya AS.

Indonesia menjadi negeri penting bagi politik Asia Pivot (Poros Asia) imperialis AS untuk mendukung politik AS agar memudahkan kontrol regional dan keamanan.

"Semuanya bertujuan bagi keuntungan ekonomi, keuangan, dan perdagangan imperialis AS. Mike Pence memastikan Indonesia bisa mengikuti dikte AS sepenuhnya sesuai dengan ambisi keras rejim Donad Trump yang akan menguatkan dominasi AS di kawasan. Jelas, kedatangan Mike Pence akan menjadikan malapetaka lebih besar khususnya bagi rakyat Indonesia," jelas Rudi. 

Rakyat Indonesia akan dituntut untuk menanggung beban krisis imperialis AS dengan meningkatkan penghisapan dan penindasan. Pemerintah sendiri melayani skema neo-liberal imperialis AS dengan mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi sejak September 2015 yang terdiri 14 jilid. Paket kebijakan tersebut hakekatnya mengintensifkan perampokan terhadap kekayaan alam, perampasan upah atau pendapatan rakyat, dan pasifikasi (pembodohan dengan menumbuhkan sikap pasif) terhadap rakyat Indonesia melalui kemudahan masuknya investasi atau import kapital asing ke Indonesia. 

Dalam soal PT Freeport Indonesia, negosiasi pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat sesungguhnya tidak mendasarkan kepentingan dan aspirasi demokratis rakyat, khususnya rakyat Papua. Pemerintah Indonesia hanya menebar sikap nasionalisme palsu dibalik negosiasi yang seakan-akan tampak alot karena Indonesia tidak bersikap tegas menghentikan seluruh perpanjangan kontrak PT Freeport (yang berakhir tahun 2021). "Ini artinya, terus memperpanjang perampokan kekayaan alam dan perampokan terhadap rakyat," tutur Rudi.

Rudi menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam perjuangan Anti-Imperialis AS tanpa henti dan seluruh kebijakan pemerintah (ekonomi, politik, kebudayaan, dan keamanan) yang merupakan implementasi skema neo-liberal dan neo-fasis imperialis Amerika Serikat yang ingin mengokohkan dominasi dan kontrolnya terhadap rakyat Indonesia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Biarkan Menteri ESDM Sendirian Hadapi Freeport

Jangan Biarkan Menteri ESDM Sendirian Hadapi Freeport

Bisnis | Sabtu, 15 April 2017 | 14:01 WIB

PKS Kritik IUPK Sementara untuk Freeport Bersifat Diskriminatif

PKS Kritik IUPK Sementara untuk Freeport Bersifat Diskriminatif

Bisnis | Senin, 10 April 2017 | 11:25 WIB

Pemerintah Konsisten Untuk Tidak Konsisten Dalam Kasus Freeport

Pemerintah Konsisten Untuk Tidak Konsisten Dalam Kasus Freeport

Bisnis | Senin, 10 April 2017 | 10:59 WIB

Aksi Usir dan Tutup PT Freeport Indonesia

Aksi Usir dan Tutup PT Freeport Indonesia

Foto | Jum'at, 07 April 2017 | 18:25 WIB

Dibawa ke Arbitrase, Indonesia Juga Akan Rugi Terkait Freeport

Dibawa ke Arbitrase, Indonesia Juga Akan Rugi Terkait Freeport

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 16:15 WIB

Versi Pengamat, Ini Sebab Pemerintah Melunak Pada Freeport

Versi Pengamat, Ini Sebab Pemerintah Melunak Pada Freeport

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 16:09 WIB

Perundingan Freeport dengan Pemerintah Berlangsung 8 Bulan

Perundingan Freeport dengan Pemerintah Berlangsung 8 Bulan

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 15:57 WIB

Terbitkan IUPK, Kementerian ESDM Bantah Kalah Dengan Freeport

Terbitkan IUPK, Kementerian ESDM Bantah Kalah Dengan Freeport

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 12:53 WIB

CERI: IUPK Sementara Freeport Sifatnya Liar dan Ilegal

CERI: IUPK Sementara Freeport Sifatnya Liar dan Ilegal

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 12:25 WIB

Beri Izin Ekspor Freeport, Pemerintah Dinilai Langgar UU

Beri Izin Ekspor Freeport, Pemerintah Dinilai Langgar UU

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 12:15 WIB

Terkini

Youth Economic Summit 2026 Segera Digelar, Ajak Anak Muda Tentukan Arah Ekonomi Masa Depan

Youth Economic Summit 2026 Segera Digelar, Ajak Anak Muda Tentukan Arah Ekonomi Masa Depan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:41 WIB

Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen

Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen

Sulsel | Kamis, 05 November 2026 | 14:40 WIB

Jet Pribadi Antar Kunker Menteri Dody, Setiap 1 Jam Perjalanan Bayar Hampir Rp100 Juta?

Jet Pribadi Antar Kunker Menteri Dody, Setiap 1 Jam Perjalanan Bayar Hampir Rp100 Juta?

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:40 WIB

Apa Tanda Lip Balm Tidak Cocok? Waspadai Bibir Kering hingga Iritasi

Apa Tanda Lip Balm Tidak Cocok? Waspadai Bibir Kering hingga Iritasi

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:40 WIB

Lebih dari 90 SPPG di Banten Kena Suspend, Ternyata Ini Penyebabnya

Lebih dari 90 SPPG di Banten Kena Suspend, Ternyata Ini Penyebabnya

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 14:39 WIB

Bos Tambang Samin Tan Didakwa Sebabkan Kerugian Negara Rp 17,7 Triliun

Bos Tambang Samin Tan Didakwa Sebabkan Kerugian Negara Rp 17,7 Triliun

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:39 WIB

Jokowi Ogah Keaslian Ijazahnya Diperiksa Ulang di Pengadilan, Alasannya Sudah Diuji di Labfor Polri

Jokowi Ogah Keaslian Ijazahnya Diperiksa Ulang di Pengadilan, Alasannya Sudah Diuji di Labfor Polri

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:39 WIB

Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas ke Batam, Dibongkar lalu Dijual Eceran

Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas ke Batam, Dibongkar lalu Dijual Eceran

Batam | Kamis, 05 November 2026 | 14:38 WIB

Dari Tambang hingga Bank, Ini Jejak Perusahaan Korea Selatan di Industri Nikel Indonesia

Dari Tambang hingga Bank, Ini Jejak Perusahaan Korea Selatan di Industri Nikel Indonesia

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:37 WIB

Banjirnya Sudah Surut

Banjirnya Sudah Surut

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 14:34 WIB

×