Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Luhut: Sampah Laut Akibatkan Kerugian Ekonomi 1,2 Miliar Dolar AS

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 06 Juni 2017 | 18:41 WIB
Luhut: Sampah Laut Akibatkan Kerugian Ekonomi 1,2 Miliar Dolar AS
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. [Dok Kemenko Maritim]

Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengadakan jamuan makan siang dengan perwakilan negara-negara ASEAN untuk memberi penjelasan singkat menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Sampah Plastik di Laut pada September mendatang.

Pada jamuan yang diselenggarakan di Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada hari Senin (5/6/2017) waktu setempat, Menko Luhut menyampaikan pentingnya Konferensi ini, untuk itu diperlukan kerjasama 10 negara anggota ASEAN.

“Sampah plastik laut ini telah menimbulkan kerugian sebesar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di bidang perikanan, perkapalan, pariwisata dan bisnis asuransi. Ini bisa berujung kepada malapetaka jika kita tidak segera bergerak karena pengangguran bisa menimbulkan masalah kemiskinan dan sosial dan akan berujung pada radikalisme dan terorisme,” ujar Menko Luhut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Menko Luhut mengatakan, Indonesia telah bekerjasama dengan Bank Dunia dan Denmark untuk mengadakan penelitian di 15 lokasi di Indonesia dan mengadakan kerjasama dengan Amerika Serikat untuk meneliti ikan yang mengkonsumsi plastik di laut.

Aksi Nasional

Lebih lanjut Menko Luhut menjelaskan kantornya, Kemenko Kemaritiman telah menganalisa dan membuat beberapa rencana aksi untuk mengatasinya.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik juga banyak dibuang dari kapal-kapal di perairan. Sampah plastik di dunia ini ternyata 2/3 nya datang dari peraiaran Asia Selatan, “ jelasnya.

Ia menyampaikan beberapa rencana aksi yang telah dibuat Indonesia seperti kampanye merubah perilaku masyarakat, mengurangi kebocoran berbasis lahan, kebocoran berbasis laut, mengurangi produksi dan penggunaan plastik hingga meningkatkan mekanisme pendanaan, reformasi kebijakan dan yang terpenting penegakan hukum.

“Pada tingkat daerah kami bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengelola limbah dan meminta mereka mencegah pembuangan sampah plastik ke laut. Pada tingkat nasional kami melakukan kampanye untuk merubah paradigma masyarakat tentang sampah dan melalui kurikulum di sekolah, kami mengajarkan kepada generasi muda untuk menghormati wilayah pesisir dan menghentikan pemborosan energi," ujarnya.

Indonesia, menurut Menko Luhut, juga telah melakukan pengurangan penggunaan tas plastik, mendorong penggunaan plastic dari bahan alternatif dan sedang mempelajari untuk memanfaatkan limbah plastik untuk campuran aspal jalan.

Selain Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur mengenai sampah plastik laut di Indonesia pada bulan September mendatang. Indonesia juga mengadakan diskusi konkret mengenai hal ini pada Konferensi Ekonomi Biru Asosiasi Pelaut Samudra Hindia bulan lalu di Jakarta.

“Minggu lalu, saya menghadiri Konferensi G20 tentang Sampah Laut di Bremen, Jerman dan dengan ini saya sampaikan bahwa G20 telah mengadopsi Rencana Aksi untuk sampah laut. Ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mencegah dan mengurangi sampah laut,” kata Menko Luhut.

ASEAN
Menko Luhut menyampaikan pada pertemuan East Asia Summit yang diadakan pada tanggal 22 November 2015 di Kuala Lumpur, pemimpin EAS dan ASEAN dengan tegas menyatakan bahwa pencemaran laut adalah tantangan lintas batas yang harus ditangani secara efektif untuk mencapai pembangunan laut yang berkelanjutan.

Kesimpulan ini didasarkan pada kepedulian negara-negara EAS yang kuat terhadap kesehatan laut dan lautan. Hampir semua negara peserta EAS adalah negara pesisir yang memiliki nilai maritim dan kesehatan laut sebagai kunci pengembangan ekonomi. Banyak negara ASEAN merupakan eksportir utama produk makanan laut dan juga kelautan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut Terpilih Jadi Wakil Presiden Konferensi Kelautan Dunia PBB

Luhut Terpilih Jadi Wakil Presiden Konferensi Kelautan Dunia PBB

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 18:33 WIB

Luhut: Masalah Sampah Plastik di Laut Berujung ke Aksi Terorisme

Luhut: Masalah Sampah Plastik di Laut Berujung ke Aksi Terorisme

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 10:12 WIB

Luhut Teken MoU Kerjasama Bilateral Maritim Dengan Jerman

Luhut Teken MoU Kerjasama Bilateral Maritim Dengan Jerman

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 10:39 WIB

Luhut: Pengusaha Jangan Sibuk Memperkaya Diri Sendiri

Luhut: Pengusaha Jangan Sibuk Memperkaya Diri Sendiri

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 13:18 WIB

Ini "Sindiran" Luhut ke S&P Untuk Naikkan Peringkat Investasi RI

Ini "Sindiran" Luhut ke S&P Untuk Naikkan Peringkat Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 13:03 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Ayahnya Mati Dibunuh Oleh PKI

Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Ayahnya Mati Dibunuh Oleh PKI

News | Jum'at, 26 Mei 2017 | 10:38 WIB

Pada Mendag AS, Luhut Tegaskan Freeport Harus Ikuti Aturan RI

Pada Mendag AS, Luhut Tegaskan Freeport Harus Ikuti Aturan RI

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:15 WIB

Luhut Beberkan Tiga Proyek Infrastruktur Yang Ditawarkan ke Cina

Luhut Beberkan Tiga Proyek Infrastruktur Yang Ditawarkan ke Cina

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:09 WIB

Ini Kekhawatiran Luhut Jika Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Batal

Ini Kekhawatiran Luhut Jika Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Batal

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:01 WIB

Indonesia Siapkan 5 Tempat Wisata Sambut Delegasi IMF-World Bank

Indonesia Siapkan 5 Tempat Wisata Sambut Delegasi IMF-World Bank

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2017 | 14:59 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB