Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

BIJB AD-PP Properti Kembangkan Kawasan Aerocity

Siswanto

Selasa, 12 Desember 2017 | 21:25 WIB
BIJB AD-PP Properti Kembangkan Kawasan Aerocity
PT. Bandara Internasional Jawa Barat Aerocity Development yang merupakan anak perusahaan dari BIJB, bersama PP Properti Tbk. melakukan perjanjian usaha patungan

Suara.com - PT. Bandara Internasional Jawa Barat Aerocity Development yang merupakan anak perusahaan dari BIJB, bersama PP Properti Tbk. melakukan perjanjian usaha patungan (joint venture) untuk melakukan pengembangan Kertajati Aerocity. Aerocity tersebut ke depannya disebut-sebut sebagai kawasan aerotropolis pertama di Indonesia.

Perjanjian ‎usaha patungan dalam balutan acara Signing Ceremony ditandai dengan penandatanganan dua belah pihak yang digelar di Grand Kamala Lagoon Avenue Mall, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 12 Desember 2017.

Penandatanganan dilakukan Direktur BIJB Alfiansyah dan Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat. Hadir menyaksikan langsung Direktur Keuangan dan Umum BIJB M. Singgih, serta Direktur Pengembangan Bisnis Usaha dari PP Properti Nanang Siswanto.‎

‎"Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa kami bersyukur dapat menjalin kemitraan strategis dengan PP Properti, yang berpengalaman dalam pengembangan perumahan, perkantoran, apartemen serta ritel dan komersial di sektor industri properti di Indonesia," kata Alfiansyah.

Kertajati Aerocity yang akan menjadi penyangga bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, diyakini akan menjadi pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia khususnya di Jawa Barat. Dengan luasan sekitar 3.400 hektar atau dua kali lipat dari luas bandara, kawasan khusus ini akan dibagi dalam enam cluster. Cluster tersebut nantinya terdiri dari Aerospace Park, Logistic Hub, Creative Techonology Centre, Business Park, Energy Centre dan Residential Area.

Menurut Alfiansyah, PPRO dalam MoU atau nota kesepahaman yang sudah dilakukan pada 21 Maret 2017 lalu sudah menyampaikan minatnya untuk mengelola cluster Business Park satu seluas 300 Ha bersama dengan BIJB AD. Sebagai tindak lanjut, perkuatan kerja sama ini kembali dilakukan pada hari ini.‎

Lanjut dia, kawasan bisnis ini nantinya akan dibangun dengan konsep mixed use yang terdiri dari hotel, apartemen, area perkantoran, serta fasilitas lain untuk mendukung keberadaan bandara bertaraf internasional ini.

"Dengan visi dari BIJB AD jelas ini akan menjadi motor penggerak perekonomian, kami siap bekerja sama dengan PT PP Properti untuk mewujudkannya," kata Alfi.

Dia menerangkan kawasan Aerotropolis sendiri merupakan sebuah konsep pengembangan yang sudah dilakukan dibeberapa negara belahan dunia. Negara yang memaksimalkan Aetropolis terbukti bisa menjadi mesin yang mengakselerasi perekonomian daerah.

"Diabad 21, di mana kecepatan dan mobilitas menjadi kunci perkembangan industri di era ini. Oleh sebab itu, kami percaya bahwa pengembangan Kertajati Aerocity di Indonesia sebagai aerotropolis pertama di Indonesia yang mengintegrasikan perencanaan wilayah, bisnis dan infrastruktur transportasi, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat khususnya dan juga di Indonesia secara umum," ujar Alfiansyah.

Dia berharap, dengan kerja sama strategis bersama PPRO ini bisa menjadi awal yang baik untuk bisa membangun kota bandara yang akan tumbuh kembang dimasa depan.

"Dengan terbangun kesepakatan dan kesepahaman untuk mengembangkan Kertajati Aerocity, khususnya cluster Business Park satu. Kami berharap ini menjadi awal yang baik dalam kerja sama membangun kota bandara yang berkembang pesat di masa depan," kata Alfiansyah.

Taufik Hidayat melanjutkan lahan yang akan dikembangkan seluas 300 hektar (tahap awal 250 hektar) tersebut hanya berjarak dua kilometer di area Bandara Kertajati.

PPRO dalam perencanaannya sudah merancang dimana proyek yang digarap seperti landed house, town house, shop house leisure district, retail, office dan hotel akan dieksekusi tidak dalam waktu lama. Total biaya pengembangan dari lahan tersebut menelan biaya Rp 44,1 triliun dengan porsi 80 persen PPRO dan 20 persen BIJB AD.

Dia juga menambahkan pembangunan beberapa program infrastruktur yang agresif, seperti tol Cisumdawu dan Cipali membawa dampak positif dan optimis untuk terus melakukan pengembangan di kawasan Kertajati.

"Nantinya prosentase target pasar terbesar kami adalah wisatawan serta pekerja bandara dan crew pesawat karena lokasi lahan berada dalam kawasan Aerocity BIJB," kata Taufik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Meriah! Ratusan Warga Lembang Beradu Tomat dalam Festival Perang Tomat 2026

Meriah! Ratusan Warga Lembang Beradu Tomat dalam Festival Perang Tomat 2026

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:06 WIB

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:04 WIB

Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!

Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:16 WIB

Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya

Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:54 WIB

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:12 WIB

Usai Buron, Taufik Hidayat Tersangka Kasus Penyekapan Cileunyi Ditangkap

Usai Buron, Taufik Hidayat Tersangka Kasus Penyekapan Cileunyi Ditangkap

Foto | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:00 WIB

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB

Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain

Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×