Pemprov Jabar Tangani Banjir di Proyek Bandara Kertajati

Fabiola Febrinastri

Kamis, 21 Desember 2017 | 13:00 WIB
Pemprov Jabar Tangani Banjir di Proyek Bandara Kertajati
Proyek pembangunan bandara Kertajati, Jabar. (Sumber: Pemprov Jabar)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) melakukan beberapa langkah untuk menanangani banjir yang terjadi di sekitar proyek pembangunan bandara pada musim penghujan ini. Keluhan warga ihwal meluapnya air akibat curah hujan tinggi di Kecamatan Kertajati, langsung direspons Pemprov Jabar dan PT BIJB,  dengan melakukan perbaikan-perbaikan saluran air.

Solusi penanganan banjir itu dilakukan dalam rapat tertutup yang sudah dilakukan pada akhir pekan lalu, dengan melibatkan Dinas Perhubungan Jabar, Balai PSDA WS Cimanuk - Cisanggarung, BBWS Cimanuk - Cisanggarung, Dinas PPSDA Kabupaten Majalengka, dan PT BIJB selaku pelaksana pembangunan proyek bandara.

Menurut Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, meluapnya air di beberapa titik disebabkan karena tidak dapat tertampungnya debit air dari induk Sungai Cibolerang menuju Situ Jawura, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Ini disebabkan karena adanya curah hujan yang tinggi.

Hasil kajian bersama Dinas SDA Provinsi Jabar, hujan yang terjadi belakangan ini tak cukup menampung volume air. Misalnya pada 16 November lalu, saat hujan 5 jam mengguyur dengan intensitas 116 mm. Derasnya air dengan kapasitas 15 m3/detik membuat beban Situ Jawura tidak terkendali.

Dari skenario pembangunan sebelumnya, air yang mengalir dari induk Sungai Cibolerang seharusnya mengalir ke drainase di bagian hilir dan terbagi ke Situ Jawura.

"Lalu dari Situ Jawura terdapat dua pintu air yang bisa tersalurkan ke Sungai Cibuaya dan masuk kembali ke Situ Cimaneuh. Hanya saja permasalahan luapan air saat ini, terjadi di hilir yakni Sungai Cibuaya. Penanganan ini akan segera dilakukan sesuai dengan masterplan pembangunan drainase bandara, termasuk Cibuaya yang ditangani lewat CSR," katanya di Bandung, Selasa (5/12/2017).

Situ Jawura, dengan luasan 42 ha dan Situ Cimaneuh 27 ha cukup sentral mengendalikan masuk dan keluarnya air di Kecamatan Kertajati dan Kecamatan Jatitujuh. Melalui hasil kajian yang dilakukan bersama Dinas SDA Provinsi Jabar, Situ Jawura dan Situ Cimaneuh harus dikeruk lagi.

"Ini dilakukan untuk menampung air dari aliran Sungai Cibolerang," ujarnya.

Selain untuk mengurangi beban air di Situ Jawura dan Situ Cimaneuh jika hujan deras terjadi, PT BIJB juga akan membuka saluran baru yang saat ini kondisinya tertutup. Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas air.

Untuk jangka pendek, di lokasi ini juga akan disedikan pompa jika volume air terus melebihi kapasitas, terlebih di musim penghujan saat ini. Pengaktifan kembali saluran dan gorong-gorong juga menjadi pilihan tepat.

"Ini untuk membagi beban air dari Situ Jawura dan Situ Cimaneuh," katanya.

Adapun jangka panjang, sebagaimana komitmen PT BIJB untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitar, penyodetan air dari Sungai Cibolerang menuju Sungai Ciduwet segera dilakukan. Penyodetan ini akan disesuaikan dengan pembangunan saluran lahan yang sudah dibebaskan.

"Ini sebagai tindakan preventif ke depannya," sebutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:06 WIB

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:41 WIB

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:39 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Terkini

Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang

Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang

Sulsel | Kamis, 03 September 2026 | 12:52 WIB

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:50 WIB

Nova Arianto Pusing! Racik Strategi Timnas Indonesia U-20 Lawan Laos, Ini Alasannya

Nova Arianto Pusing! Racik Strategi Timnas Indonesia U-20 Lawan Laos, Ini Alasannya

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 12:44 WIB

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya

Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 12:40 WIB

Kebakaran Kandang di Way Laga: 17 Kambing Terpanggang Hidup-hidup, Kerugian Tembus Rp300 Juta

Kebakaran Kandang di Way Laga: 17 Kambing Terpanggang Hidup-hidup, Kerugian Tembus Rp300 Juta

Lampung | Kamis, 03 September 2026 | 12:35 WIB

×