Faisal Basri Bandingkan Utang saat Era Orba dan Jokowi

Pebriansyah Ariefana, Lili Handayani

Kamis, 22 Maret 2018 | 07:15 WIB
Faisal Basri Bandingkan Utang saat Era Orba dan Jokowi
Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution jika utang luar negeri pemerintah masih dirasakannya wajar.

Padahal jumlahnya menembus di atas Rp4.000 triliun. Utang yang digunakan pemerintah untuk alokasi infrastruktur selama ini hanya sebagian kecil saja. Dampak pertumbuhan ekonomi belum terlihat dampaknya.

"Jelas terbukti bahwa ini tidak benar apa yang dikatakan pak Menko Darmin. Hutang itu relatif kecil sekali hubungannya dengan infrastruktur," ujar Faisal di Kantor Indef, Jalan Batu Merah, Pejateng, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018).

Peningkatan utang, jelasnya, lantaran pemerintah Jokowi-JK memiliki priotas kerja untuk membangun infrastruktur. Sehingga negara harus banyak berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pembangunan tersebut.

Hutang pemerintah pada 2015 melonjak dari Rp3.165,13 triliun menjadi Rp3.466,96 triliun 2017. Peningkatan hutang pun terus berlanjut hingga Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar Rp4.034,8 triliun di Februari 2018.

"Ini bukan zaman Orde Baru (Orba) utang yang digunakan seluruhnya untuk pembangunan. Sekarang utang digunakan untuk umum generik, contoh pembangunan MRT keren, uang tidak pernah mampu ke kas negara dan tidak ada yang macet," tandasnya.

Dia menilai jika utang yang digunakan pemerintah sebagian besar dialokasikan untuk pembelanjaan pegawai.

"Hutang tersebut, digunakan lebih banyak untuk penguatan pos-pos lain, belanja pegawai ketimbang belanja modal,"jelasnya

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2017 sebesar 28,9 persen. Angka tersebut, memang masih dalam batas wajar. Kemudian menurut Penjelasan Pasal 12 ayat 3 UU Nomor 17 Tahun 2003 tetang Keuangan Negara

baca juga

Bahwa defisit anggaran dibatasi maksimal sebesar 3,0 persen dan utang maksimal 60 persen dari PDB. Namun, suku bunga utang pemerintah lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. (Lili Handayani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Utang Rp62 Juta, Kantor Satpol PP-WH Pijay Disegel Pedagang Nasi

Utang Rp62 Juta, Kantor Satpol PP-WH Pijay Disegel Pedagang Nasi

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 15:53 WIB

Jika Utang Belum Lunas, PSSI Tak Akan Restui PT LIB Gelar Liga 1

Jika Utang Belum Lunas, PSSI Tak Akan Restui PT LIB Gelar Liga 1

Bola | Rabu, 21 Februari 2018 | 22:11 WIB

Cara Mudah Melepaskan Diri dari Utang

Cara Mudah Melepaskan Diri dari Utang

Bisnis | Sabtu, 27 Januari 2018 | 09:00 WIB

Ini Alasan Dirut PT. Mimi Kids Garmenenindo Tolak Tuntutan PKPU

Ini Alasan Dirut PT. Mimi Kids Garmenenindo Tolak Tuntutan PKPU

Bisnis | Selasa, 19 Desember 2017 | 14:53 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Digimap Buka Sinyal Kehadiran iPhone Lipat Apple di Indonesia

Digimap Buka Sinyal Kehadiran iPhone Lipat Apple di Indonesia

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik

Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik

Bali | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:58 WIB

KPK Bongkar Skandal Suap Audit BPK di Klaten: Minta Rp600 Juta Ditawar Rp400 Juta dan 'Kode AMIDIS'

KPK Bongkar Skandal Suap Audit BPK di Klaten: Minta Rp600 Juta Ditawar Rp400 Juta dan 'Kode AMIDIS'

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Berperan Jahat di The Remarried Empress, Joo Ji Hoon Siap Dicaci Penonton

Berperan Jahat di The Remarried Empress, Joo Ji Hoon Siap Dicaci Penonton

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Penjelasannya

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:50 WIB

ASDP Jajaki Rute Feri DumaiMalaka, Konektivitas Indonesia-Malaysia Diperluas

ASDP Jajaki Rute Feri DumaiMalaka, Konektivitas Indonesia-Malaysia Diperluas

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:46 WIB

×