Bangun Jalan Pakai Utang, HPJI: Nggak Masalah

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
Bangun Jalan Pakai Utang, HPJI: Nggak Masalah
Konferensi pers HTJI terkait KRTJ ke-14 di Jakarta, Selasa (10/4/2018). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pemerintah butuh anggaran Rp5.519 triliun untuk mendanai seluruh proyek infrastruktur.

Suara.com - Ketua Umum Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia Hediyanto W Husaini mengungkapkan tidak masalah jika Indonesia membangun jalan dengan menggunakan utang .

Pasalnya, persoalan pembiayaan infrastruktur yang selama ini sering jadi pembicaraan memang merupakan suatu hal yang patut dilakukan.

Hediyanto menyebut, Indonesia kini memiliki jalan nasional sepanjang sekitar 46 ribu kilometer. Total, lanjutnya, jalan yang ada di Tanah Air itu panjangnya lebih dari 400 ribu kilometer.

"Kita membangun jalan tidak hanya dibiayai oleh uang yang ada di kita, tapi juga dengan potensi kita ke depan. Sehingga ada masa konsesi panjang, sebagai salah satu potensi kita membayar ke depan," kata Hediyanto di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/4/2018).

Menurutnya, dalam medio 2015-2019 pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp5.519 triliun untuk mendanai seluruh proyek infrastruktur. Termasuk infrastruktur jalan, jalan nasional, jalan perbatasan, hingga jalan tol.

Selain dari utang, Hediyanto menyarankan kepada pemerintah untuk bisa mencari pembiyaan infrastruktur dari sektor lain. Salah satunya pemerintah dapat memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi yang ada di sekitar lokasi pembangunan jalan untuk mendapatkan pendanaan.

“Kalau kita hanya berasumsi dengan menggunakan uang yang ada sekarang, tidak akan ada yang bisa bangun,” ujarnya.

    Suara.Com

    Suara.com adalah portal berita yang
    menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

    QUOTES OF THE DAY

    INFOGRAFIS