Rogoh Kantong Sendiri, Jokowi Ikut Sumbang Pembangunan Menara MUI

Kamis, 26 Juli 2018 | 14:38 WIB
Rogoh Kantong Sendiri, Jokowi Ikut Sumbang Pembangunan Menara MUI
Presiden Joko Widodo di acara tasyakuran milad MUI ke-43 dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Menara MUI di Jalan Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur, Kamis (26/7/2018).(Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan ikut turun tangan dalam pembangunan Menara Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur.

Kantor baru yang diberi nama Menara MUI ini segera dibangun, setelah Presiden Jokowi meletakan batu pertama.

"Tadi di depan sudah disampaikan kepada saya, gambaran-gambaran dan rencana-rencana mengenai pembangunan menara MUI di atas tanah 18 hektare," ujar Jokowi saat memberikan sambutan di acara tasyakuran milad MUI ke-43 dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Menara MUI di Jalan Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur, Kamis (26/7/2018).

Rencananya, Menara MUI ini akan memiliki 17 lantai dan berada di kawasan niaga terpadu atau eureka township. Pembangunan Menara MUI akan menghabiskan biaya Rp 600 miliar.

"Tapi saya meyakini dengan Ridho Allah, dengan mengucap bismillah akan kita dorong bersama, agar secepatnya menara MUI segera kita selesaikan dengan konsep dana wakaf," kata Jokowi.

"Meskipun saya bukan orang kaya, nanti sedikit-sedikit lah pak kiai. Memberi semangat saja, nggak banyak agar Menara MUI bisa benar diselesaikan. Dan MUI memiliki kantor besar yang ada di lokasi ini," katanya.

MUl berharap bangunan ini nantinya bisa menjadi ikon utama kawasan niaga terpadu bernuansa Islami.

Dalam pembangunannya, MUl bekerja suma dengan PT Prima Jaringan sebagai kontraktor dan PT Asia Raya Kapital.

Sebelumnya, Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan, MUI tidak punya uang untuk membangun kantor baru. Namun, karena ada perusahaan yang mau membangunkan dengan sistem angsuran.

"Pak Presiden, bukan MUI punya duit, tidak. Dibangunkan dengan PT ini, kemudian duitnya ditalangi. Sekarang ini MUI adalah penghutang yang besar," ucap Ma'ruf.

Meski begitu, MUI tidak khawatir. Ini dikarenakan MUI memilik umat Islam dan milik pemerintah.

"Dana yang digunakan berasal dari wakaf, yang dihimpun dikelola MUI dari umat Islam, pemimpin, perusahaan, lembaga, serta berbagai sumber yang halal dan sesuai syariah," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI