Suara.com - PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menyebut, jumlah penumpang Bandara Kertajati, Majalengka bisa mencapai 2,7 juta penumpang pada 2019. Hingga akhir November 2018, jumlah penumpang Bandara Kertajati baru 25.000 penumpang.
Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, pihaknya akan mendorong maskapai untuk lebih intesif menambah frekuensi penerbangan di Bandara Kertajati.
Saat ini, baru 6 rute penerbangan dari 4 maskapai yang beroperasi di Bandara kertajati. Adapun rute tersebut diantaranya, Kertajati-Lampung, Kertajati-Semarang, Kertajati-Surabaya, Kertajati-Medan, Kertajati-Balikpapan, Kertajati-Madinah.
Sedangkan maskapai yang beroperasi diantaranya, Transnusa, Citilink, Garuda Indonesia dan Lion Air.
"Saat ini 25.000 penumpang karena, 2018 masih mencoba mengenalkan. Ya mudah mudahan bisa jalan secara lebih masif 2019. Jadi kita punya dua yang harus dijajaki. Pertama ke airline dimana minta permintaan intensif dan sebagainya. kedua kita ke customer," ujar Virda saat ditemui di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Selain itu, lanjut Virda, BIJB juga akan membuat kantor perwakilan ini di daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Virda menambahkan, kantor cabang tersebut nantinya akan mensosialisasikan kepada masyarakat daerah sekitar, bahwa Bandara Kertajati bisa dijadikan bandara keberangkatan selain Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Selain itu, Virda juga menargetkan pendapatan tahun 2019 sekitar Rp 300 miliar.
"Terus kita mau bikin semacam kantor-kantor perwakilan di kota-kota Ciayumajakuning tadi untuk mendekatkan dengan konsumen menyosialisasikan menginformasikan menarik mereka untuk bisa datang menjadi penumpang. Itu yang kita prioritaskan 2019 selain yang sifatnya online bisa dilakukan di mana saja," pungkas dia.