Kementan Minta Semua Pihak Bantu Agar Harga Jagung Tetap Stabil

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 23 Februari 2019 | 07:12 WIB
Kementan Minta Semua Pihak Bantu Agar Harga Jagung Tetap Stabil
Ilustrasi hasil panen jagung dari beberapa lokasi di Indonesia. (Dok: Kementan)

Suara.com - Panen jagung di sejumlah sentra produksi diperkirakan berlangsung selama dua bulan ke depan. Panen ini diharapkan mampu diserap Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) secara maksimal, supaya kondisi harga tetap stabil.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, sebagian besar sentra produksi jagung menunjukkan harga pipilan kering kadar air 15-17 persen menurun signifikan dari Rp 5.400/kg menjadi Rp 3.650/kg, namun harga tersebut akan kembali naik sesuai kualitas.

Adapun sentra produksi yang sedang panen ini, antara lain berada di lokasi Tanah Karo, Simalungun, Lampung Timur, Gorontalo, Tanah Laut, Pandeglang, Grobogan, Blora, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Bone, Jeneponto, Bolmong, dan Minahasa Selatan.

Di tempat lain, Bupati Gunungkidul, Badingah S.Sos, mendatangi secara langsung panen raya di Kecamatan Playen, yang memiliki luasan lahan 300 ha. Di sana, awalnya harga panen mencapai Rp 4.000/kg, namun seminggu kemudian, harga anjlok menjadi Rp 3.500/kg.

Fenomena ini juga terjadi di Kabupaten Sragen. Di sana, harga panen maupun setelahnya mencapai Rp 4.000/kg, dari harga awal sebesar Rp 5.000/kg.

"Tentu kita berharap harganya tetap stabil, baik saat panen maupun setelah panen," kata Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini Mumpuni, di lokasi panen raya jagung Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Untuk itu, Eka Rini meminta perusahan jagung langsung menyerap hasil panen dengan harga 4.050/kg. Langkah ini merupakan upaya mengantisipasi jatuhnya harga saat panen raya maupun paska panen.

"Kami minta bisa menyerap jagung petani di sini dengan harga Rp 4.050/kg. Kalau kita hitung keuntungannya cukup lumayan, Rp 50/kg," katanya.

Mengenai anjloknya harga, Direktur Jenderal Tanaman Pangan bersama Direktur Pakan Ternak Kementerian Pertanian (Kementan) membahasnya secara langsung dengan melibatkan GPMT, di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jalan Ragunan, Jakarta Selatan.

baca juga

"Perlu kita ketahui bahwa komponen utama pakan ternak sekitar 60 persen adalah jagung. Dengan demikian, penyerapan jagung untuk pakan dapat bertahan dari anjloknya harga akibat oversupply, sekaligus bisa menekan harga pakan ternak," Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Gatot Irianto.

Upaya lain yang juga sedang dilakukan Kementan adalah turun langsung ke lapangan dan mengimbau seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), agar terus memaksimalkan mesin pengering/dryer bantuan pemerintah, sehingga jagung hasil panen dapat disimpan 2-3 bulan ke depan.

"Jika petani melakukan pengeringan jagung saat panen raya, maka pasokan jagung di pasar tidak oversupply, sehingga harga tidak akan jatuh. Pengeringan dan penyimpanan serta penjualan jagung di luar periode panen raya dapat menaikkan harga jual jagung petani dan menambah pasokan jagung di luar panen raya," katanya.

Meski demikian, kata Gatot, managemen pasca panen dan pengolahan hasil juga perlu direspons Perum Bulog, mulai dari penyerapan saat panen, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran jagung.

"Melalui cara ini, harga jagung akan stabil. Saya dengar, GPMT juga menyambut baik permintaan kami dan mau berkomitmen akan menyerap jagung dari petani hingga 1 juta ton per bulan secara cepat," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Direktorat PPHTP Kementerian Pertanian (Kementan), Mochammad Amir meminta para penyebar informasi bohong, yang mengatakan harga jagung tinggi akan dicek dengan turun secara langsung dan menanyakan ke petani di sejumlah sentra produksi.

"Coba sekali-sekali turunlah ke lapangan. Tanyakan ke petani langsung di Playen dan Semin di Gunung Kidul, bagaimana kondisi harga saat ini, terutama sebelum dan sesudah panen raya ini. Jangan hanya bicara berdasarkan informasi yang tidak jelas dan syarat pesan impor," kata dia.

Amir berharap, peran GPMT dalam menyerap jagung petani bisa dibuktikan dan dilakukan secara cepat, supaya harga tetap stabil.

"Bukan malah berkoar-koar tanpa data. Ini sangat ironis, karena GPMT seharusnya jadi mitra petani, bukan justru mendistruksi hubungan mutualistik itu. Seharusnya Sudirman selaku Dewan Pembina GPMT mendukung upaya tersebut, bukan malah memberikan pernyataan yang kontroversial," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!

Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:00 WIB

Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo

Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo

Foto | Senin, 06 Juli 2026 | 15:00 WIB

Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional

Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:06 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Pernikahan Cuma 2 Bulan, Boiyen Bongkar Tabiat Mantan Suami yang Tak Bisa Diubah

Pernikahan Cuma 2 Bulan, Boiyen Bongkar Tabiat Mantan Suami yang Tak Bisa Diubah

Entertainment | Selasa, 14 April 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×