Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kini Cari Kerja Bukan Bersaing Antar Manusia, Tapi dengan Robot

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 24 April 2019 | 10:56 WIB
Kini Cari Kerja Bukan Bersaing Antar Manusia, Tapi dengan Robot
Ilustrasi robot atau cyborg. [Shutterstock]

Suara.com - Pesatnya dunia teknologi di Indonesia khususnya di Kota Sukabumi, Jawa Barat menyebabkan para pencari kerja harus bersaing dengan mesin atau teknologi robotik.

"Sekarang pencari kerja tidak hanya bersaing dengan sesama manusia saja tetapi juga harus bersaing dengan mesin atau robot, karena saat ini banyak perusahaan sudah mengendalkan teknologi digital," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Menurut dia, perkembangan teknologi pabrik atau perusahaan saat ini lebih percaya kepada mesin karena produksinya bisa lebih cepat, tepat dan masif jumlahnya dibandingkan dengan tenaga manusia.

Sehingga kondisi seperti ini menjadi tantangan pemerintah agar tenaga kerja manusia ini bisa lebih diutamakan.

Tapi tentunya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri agar tenaga kerja bisa terserap di lapangan pekerjaan.

Maka dari itu, setiap pencari kerja pun harus mempunyai keahlian khusus agar mudah terserap di dunia kerja.

Dan tentunya pemerintah pun berupaya bekerjasama dengan sejumlah perusahaan baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara dan Daerah (BUMN/D) untuk membuka rekruitmen tenaga kerja.

"Salah satu upaya kami untuk menyerap tenaga kerja manusia sekaligus menekan angka pengangguran dengan membuka bursa kerja dengan melibatkan puluhan perusahaan baik swasta dalam negeri maupun internasional," tambahnya.

Fahmi mengatakan cara konvensional penyerapan tenaga kerja ini terus dilakukan, bahkan dengan pembukaan bursa kerja selalu melampaui target. Seperti pada 2018 jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 5.500 orang padahal targetnya hanya 5.000.

Tentunya, di era digital ini keahlian pencari kerja sangat dipertimbangkan. Namun bukan berarti tenaga manusia tersingkirkan, karena mesin pun harus dioperasionalkan oleh manusia dengan catatan tenaga ahli. Selain itu masih banyak perusahaan atau pabrik yang mengandalkan ribuan tenaga manusia.

Pihaknya juga ingin memperkuat keberadaan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) dari sisi peningkatan kapasitas teknologi untuk menciptakan tenaga yang ahli di bidangnya masing-masing.

"Harus diakui angka pengangguran di Kota Sukabumi masih tinggi yakni 13 persen, tetapi kami terus berupaya menurunkan angkanya dengan berbagai program pelatihan hingga kewirausahaan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robot Anjing Ini Bisa Tarik Truk dan Menari, Ada yang Tertarik Pelihara?

Robot Anjing Ini Bisa Tarik Truk dan Menari, Ada yang Tertarik Pelihara?

Tekno | Rabu, 17 April 2019 | 17:38 WIB

Cyborg Pertama di Bumi: Sudah Saatnya Manusia Pisahkan Akal dan Tubuh

Cyborg Pertama di Bumi: Sudah Saatnya Manusia Pisahkan Akal dan Tubuh

Tekno | Selasa, 19 Maret 2019 | 10:55 WIB

Coba Kormo! Platform Baru yang Bantu Milenial Cari Kerja di Sektor Informal

Coba Kormo! Platform Baru yang Bantu Milenial Cari Kerja di Sektor Informal

Lifestyle | Kamis, 14 Maret 2019 | 17:55 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB