Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Pererat Hubungan, Sasa Inti Berangkatkan Duta Sasa Santan ke Malaysia

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Minggu, 22 September 2019 | 14:30 WIB
Pererat Hubungan, Sasa Inti Berangkatkan Duta Sasa Santan ke Malaysia
Malaysia (Pixabay/terimakasih0)

Suara.com - PT Sasa inti, perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan menggelar gathering duta santan. Gelaran gathering tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Duta Sasa Santan.

Product Manager PT Sasa Inti Theresia Handayani menjelaskan, Duta Sasa Santan merupakan program yang ditujukan untuk para ibu rumah tangga yang aktif di berbagai komunitas untuk menjadi bagian dari keluarga Sasa Santan.

Program ini bertujuan untuk mempererat interaksi produk Sasa Santan dengan konsumen setianya. Selain itu juga menciptakan pengalaman langsung konsumen menggunakan produk Sasa Santan yang terbuat dari santan asli dan tanpa bahan pengawet.

"Pada kegiatan Gathering Duta Sasa Santan di Jawa Tengah dan Timur Minggu 14 & 15 September lalu, di masing-masing kota dihadiri kurang lebih oleh 800 peserta Duta Sasa Santan," kata dia dalam keteranganya, Minggu (22/9/2019).

Para pemenang dari Duta Sasa Santan Jawa Barat, Tengah dan Timur akan mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Malaysia selama tiga hari dua malam, karena Sasa benar-benar ingin mengapresiasi dan memotivasi duta-duta yang lain.

Adapun kompetisi yang di maksud meliputi, food challenge, dimana para ibu-ibu akan ditantang untuk memasak dengan bahan utama Sasa Santan Kelapa.

"Ini merupakan langkah Sasa untuk kedepan agar mamacu para Duta Sasa Santan wilayah-wilayah lainnya," jelas Theresia.

Komitmen Sasa untuk hadir dan memperkaya masakan para konsumen di Indonesia terbukti dengan adanya jutaan toko retail tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, Sasa pun telah merambah pasar internasional dengan dilakukannya kegiatan ekspor sejak lebih dari satu dekade ke pasar Asia, Timur Tengah, Afrika dan ke beberapa negara lainnya yang memiliki prospek baik untuk dipasarkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia

Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia

Foto | Jum'at, 20 September 2019 | 17:17 WIB

Industri Bumbu Makanan Diprediksi Naik Hingga 30 Persen

Industri Bumbu Makanan Diprediksi Naik Hingga 30 Persen

Bisnis | Kamis, 19 September 2019 | 09:33 WIB

Viral Potret Viral Laki-laki Pakai Bra untuk Masker

Viral Potret Viral Laki-laki Pakai Bra untuk Masker

News | Rabu, 18 September 2019 | 16:43 WIB

Terkini

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

×