Perusahaan Kampas Rem Indo Bintang Mandiri Bakal Melantai di BEI

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 08 November 2019 | 19:17 WIB
Perusahaan Kampas Rem Indo Bintang Mandiri Bakal Melantai di BEI
PT Indo Bintang Mandiri perusahaan kampas rem bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - PT Indo Bintang Mandiri perusahaan kampas rem bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencananya, perseroan akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 4 Desember 2019.

Corporate Secretary Indo Bintang Mandiri, Hanny Marpaung mengatakan, perseroan menawarkan 276,6 ribu atau sebesar 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum.

Menurut Hanny, dana hasil penawaran saham itu sesuai rencana, sekitar 37 persen atau maksimal sebesar Rp 14,7 triliun akan digunakan untuk pembayaran pembelian tanah dan bangunan.

Sekitar 30 persen akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi Perseroan seperti pembelian mesin baru, instalasi fasilitas produksi dan pembelian perlengkapan, serta peralatan yang diperlukan terkait rencana pembelian mesin baru sehubungan dengan peningkatan produksi.

"Sedangkan sisanya sekitar 33 persen dialokasikan untuk modal kerja Perseroan seperti pembayaran gaji, pembelian bahan material, dan kegiatan operasional lainnya," kata Hanny, Jumat (8/11/2019).

Adapun due diligence meeting & public expose berlangsung pada 8 November 2019. Sedangkan masa penawaran awal (book building) berlangsung pada 8-15 November 2019. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 26 November 2019.

Selanjutnya, masa penawaran umum dijadwalkan pada 28-29 November 2019, penjatahan pada 2 Desember 2019, distribusi pada 3 Desember 2019, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2019.

Dalam aksi korporasi ini perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).

Untuk diketahui, Hingga 31 Mei 2019, pendapatan usaha Perseroan mencapai Rp 10,03 miliar. Sedangkan pendapatan usaha sepanjang 2018 sebesar Rp 7,6 miliar dan 2017 sebesar Rp 2,7 miliar.

baca juga

Sebagian besar pendapatan usaha Perseroan berasal dari penjualan suku cadang kereta api, yang tampak tumbuh secara signifikan sejak 2017 sebesar 3,72 persen menjadi 54,96 persen per 31 Mei 2019.

Adapun total aset Perseroan per 31 Mei 2019 senilai Rp 33,47 miliar, total liabilitas Rp 12,49 miliar, dan total ekuitas Rp 20,98 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lion Air Berharap Dapat Rp 14 Triliun dari IPO

Lion Air Berharap Dapat Rp 14 Triliun dari IPO

Bisnis | Selasa, 05 November 2019 | 08:31 WIB

Enesis Group Berencana Catatkan Sahamnya di BEI

Enesis Group Berencana Catatkan Sahamnya di BEI

Bisnis | Senin, 04 November 2019 | 13:16 WIB

Presdir BCA di CEO Networking 2019

Presdir BCA di CEO Networking 2019

Foto | Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:30 WIB

Terkini

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?

Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!

5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik

Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Imipas Bantah Ada Kolam Renang di Lapas Cibinong: Itu Tempat Pembuangan Kotoran Sapi

Imipas Bantah Ada Kolam Renang di Lapas Cibinong: Itu Tempat Pembuangan Kotoran Sapi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?

Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan

Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:43 WIB

RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya

RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Target Tax Ratio APBN 2027 Tembus 9,26%, Rasio Pajak Tertinggi Sejak 2016

Target Tax Ratio APBN 2027 Tembus 9,26%, Rasio Pajak Tertinggi Sejak 2016

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:40 WIB

×