Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Protes Kenaikan BBM, 106 Orang di 21 Kota Tewas

Iwan Supriyatna | Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 21 November 2019 | 02:05 WIB
Protes Kenaikan BBM, 106 Orang di 21 Kota Tewas
Ilustrasi demonstrasi

Suara.com - Amnesty International mengatakan aksi protes kenaikan BBM di Iran telah menewaskan 106 orang di 21 kota. Pasukan keamanan Iran diminta bertanggung jawab atas banyaknya korban tewas dalma demonstrasi tersebut.

Pernyataan organisasi HAM Amnesty International ini dirilis dalam situs resminya amnesty.org pada Selasa (19/11/2019).

Organisasi yang berkantor di Inggris ini menuduh pasukan keamanan Iran menggunakan 'kekuatan yang berlebihan dan mematikan' untuk menghalau demonstrasi sejak dimulai pada Jumat (15/11/2019) lalu.

"Setidaknya 106 pemrotes di 21 kota telah tewas, menurut laporan yang dapat dipercaya," kata Amnesty.

Amnesty meyakini bahwa angka kematian sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Beberapa laporan yang mereka peroleh menyatakan sebanyak 200 orang telah terbunuh.

"Media pemerintah hanya melaporkan segelintir kematian pengunjuk rasa, serta kematian setidaknya empat anggota pasukan keamanan," ungkap Amnesty.

Rekaman video menunjukkan pasukan keamanan Iran menggunakan senjata api, meriam air dan gas air mata untuk membubarkan protes dan memukuli demonstran dengan tongkat.

Organisasi itu juga menyoroti gambar selongsong peluru yang tersisa di tanah setelah kerusuhan. Jumlah korban tewas yang tinggi, membuat Amnesty berspekulasi bahwa pasukan keamanan Iran menggunakan peluru asli.

Sementara itu disadur dari Al Jazeera, Rabu (20/11/2019), setidaknya 11 orang yang terdiri dari lima pasukan keamanan dan enam warga sipil tewas dalam kerusuhan itu.

Pemerintah Iran belum memberikan laporan pasti tentang berapa banyak masyarakatnya yang terluka atau terbunuh dalam protes tersebut. Mereka juga belum menanggapi angka yang dikeluarkan oleh Amnesty International.

Media pemerintah melaporkan pada Minggu (17/11/2019) bahwa lebih dari seribu demonstran telah ditangkap sejak protes dimulai.

Peneliti Amnesty International, Raha Bahreini mengatakan jumlah kematian 106 jiwa ini didasarkan pada laporan yang kredibel dan dapat diandalkan. Mereka merangkum informasi dari saksi di lapangan, aktivis hak asasi manusia di dalam negeri, serta jurnalis dan sumber terpercaya di luar negeri.

Bahreini mengatakan, "pasukan keamanan Iran bahkan menolak untuk mengurus tubuh pendemo yang tewas, atau mereka memaksa keluarga korban untuk menguburkan tubuh saudaranya dalam keadaan terburu-buru. Tanpa otopsi, ini tentu saja bertentangan dengan hukum dan standar internasional".

Sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di Iran dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 50 persen.

Masyarakat marah setelah pihak berwenang meluncurkan skema penjatahan BBM dan memangkas subsidi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesti Internasional: Kerusuhan di Iran Tewaskan 100 Orang lebih

Amnesti Internasional: Kerusuhan di Iran Tewaskan 100 Orang lebih

News | Rabu, 20 November 2019 | 15:56 WIB

Indra Sjafri Beri Kode Keras, Evan Dimas dan Zulfiandi Tampil di SEA Games?

Indra Sjafri Beri Kode Keras, Evan Dimas dan Zulfiandi Tampil di SEA Games?

Bola | Minggu, 17 November 2019 | 00:45 WIB

Kalahkan Iran, Iwan Bule Minta Timnas Indonesia U-22 Tak Berpuas Diri

Kalahkan Iran, Iwan Bule Minta Timnas Indonesia U-22 Tak Berpuas Diri

Bola | Minggu, 17 November 2019 | 05:35 WIB

Terkini

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB