Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Menhub Sebut Kini Tak Ada Celah untuk Lakukan Penyelundupan

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Selasa, 17 Desember 2019 | 21:04 WIB
Menhub Sebut Kini Tak Ada Celah untuk Lakukan Penyelundupan
Menhub Budi Karya Sumadi. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut para perusahaan importir kini tak bisa lagi menyulundupkan barang mewah di pelabuhan-pelabuhan. Lantaran, kini terdapat tim kecil yang terdiri Kepolisian, Bea dan Cukai, hingga petugas Kemenhub untuk memantau masuk keluarnya barang di pelabuhan.

Untuk diketahui, saat ini terdapat tujuh perusahaan yang tertangkap menyelundupkan barang mewah di antaranya PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA dan PT TSP. Perusahaan-perusahaan tersebut mengimpor mobil dan motor mewah dari negara Singapura dan Jepang.

"Kami berkomitmen untuk membuat cara berlapis tentang apa yang harus dilakukan karena modusnya semakin banyak dan karena juga dimungkinkan masuk ke pelabuhan kecil di pantai timur Sumatera," katanya di Terminal Peti Koja Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (17/12/2019).

Dalam perbuatan tersebut, Budi menganggap perbuatan yang dilakukan para penyelundup adalah satu hal yang licik karena sengaja mengelabuhi negara.

"Modusnya sendiri sangat licik, dengan mengatakan batu bata dan sebagainya. Jadi memang kita harapkan tim di pelabuhan lebih kompak, saya pikir 2019 ini tahun yang baik, karena sejak tahun lalu saya minta ke Bu Menkeu untuk mengetatkan ini," ucapnya.

Maka dari itu, ia meminta untuk semua pihak untuk tak lagi melakukan penyelundupan. Sebab, jika masih ada penyelundupan, Indonesia sulit untuk menjadi negara maju.

"Saya sampaikan seyogyanya masyarakat termausk pengguna dealer agar mengerti bahwa Indonesia sedang ingin maju, oleh karenanya berhentilah dengan tindakan tercela tersebut," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali membongkar penyelundupan mobil dan sepeda motor mewah lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kali ini, kasus penyelundupan melibatkan sejumlah perusahaan.

Sri Mulyani menjelaskan, modus yang digunakan dalam kasus penyelundupan kali ini adalah dengan memberitahukan barang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

baca juga

"Jadi mereka (perusahaan penyelundupan) mengaku melakukan impor batu bata," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selundupan Mobil dan Motor Mewah di Tanjung Priok, Negara Merugi Rp 48 M

Selundupan Mobil dan Motor Mewah di Tanjung Priok, Negara Merugi Rp 48 M

Bisnis | Selasa, 17 Desember 2019 | 20:41 WIB

Sejumlah Perusahaan Selundupkan Mobil dan Motor Mewah, Begini Modusnya

Sejumlah Perusahaan Selundupkan Mobil dan Motor Mewah, Begini Modusnya

Bisnis | Selasa, 17 Desember 2019 | 17:36 WIB

Agar Kasus Penyelundupan Barang Mewah Tak Terulang, Ini Saran Pengamat

Agar Kasus Penyelundupan Barang Mewah Tak Terulang, Ini Saran Pengamat

News | Minggu, 08 Desember 2019 | 16:20 WIB

Terkini

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB