Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Industri Perbankan Loyo, Ketua DK OJK: Tidak Apa-apa

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 25 Desember 2019 | 15:51 WIB
Industri Perbankan Loyo, Ketua DK OJK: Tidak Apa-apa
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso di Jakarta. [Dok OJK]

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso mengatakan, lesunya sektor perbankan sepanjang tahun ini lebih disebabkan kondisi ekonomi global yang cenderung lesu, sehingga mempengaruhi kondisi bisnis perbankan.

"Tidak apa-apa. Imbas ekonomi dunia mau ga mau akan berimbas ke kita. Seluruh dunia (kena imbas) kita masih mending," kata Wimboh saat ditemui di Rumah Dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jalan Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).

Meski begitu Wimboh sedikit lega, pasalnya di tengah-tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup stabil di angka 5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen. Negara lain lebih parah dan berat," kata Wimboh.

Maka dari itu Wimboh mengatakan, Pemerintah Indonesia tak boleh lengah dengan situasi ekonomi global saat ini, bisa saja imbas perlambatan ini akan mempengaruhi Indonesia pada tahun depan.

"Kita tidak boleh lengah kita harus mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang harus kita ciptakan, kita olah sehingga bisa membuka kesempatan kerja dan juga memperbesar ekspor kita," paparnya.

"Kita juga harus lebih efisien prosesnya cepat. Perizinan kita sinergi seluruh sektor. Dan sektor keuangan harus lebih pro aktif," tambahnya.

Dari data Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan mengalami perlambatan. Hal itu dipicu oleh masih terbatasnya permintaan kredit terutama pada korporasi.

Sampai Kuartal III 2019 pertumbuhan kredit melambat dari 9,58 persen pada Juli 2019 menjadi 8,59 persen (yoy) pada Agustus 2019.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2019 sebesar 7,62 persen (yoy). Angka ini menurun dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2019 sebesar 8,04 persen (yoy).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua DK OJK Irit Bicara Ditanya soal Penyelesaian Kisruh Jiwasraya

Ketua DK OJK Irit Bicara Ditanya soal Penyelesaian Kisruh Jiwasraya

Bisnis | Rabu, 25 Desember 2019 | 14:40 WIB

Pertumbuhan Kredit Seret, Airlangga Ungkap Biang Keroknya

Pertumbuhan Kredit Seret, Airlangga Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 20 Desember 2019 | 20:52 WIB

Ramai Ngutang Lewat Pinjaman Online, Sebaiknya Pikir Matang-matang

Ramai Ngutang Lewat Pinjaman Online, Sebaiknya Pikir Matang-matang

Bisnis | Rabu, 18 Desember 2019 | 16:30 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB